Sukses


Superstar: Roller Coaster Ribery

Bola.com, Munich - Cedera parah yang butuh waktu lama dalam proses penyembuhan biasanya menjadi momok bagi pesepak bola. Namun, hal tersebut mampu dilewati gelandang Bayern Munchen, Franck Ribery, paling tidak selama sepekan terakhir.

Ribery mengalami cedera saat membela Bayern melawan Shakhtar Donetsk pada laga Liga Champions di Allianz Arena, 11 Maret lalu. Setelah pertandingan, pemain berusia 32 tahun itu didiagnosis tim dokter mengalami kerusakan ligamen pada bagian pergelangan kaki.

Waktu sembilan bulan pun dihabiskan Ribery tanpa bisa menghibur penonton di stadion. Bahkan, lapangan di kompleks latihan Bayern menjadi tempat yang jarang diinjak pemain asal Prancis itu. Ribery lebih sering mengunjungi pusat rehabilitasi dan kebugaran untuk memulihkan cederanya.

Setelah sembilan bulan berlalu sejak Maret 2015, Ribery dinyatakan pulih dari masalah pada pergelangan kakinya. Pertandingan melawan Borussia Monchengladbach, di Borussia Park, Sabtu (5/12/2015), telah ditetapkan sebagai laga perdana Ribery musim ini.

Kesempatan tersebut tak disia-siakan Ribery. Mantan pemain Olympique Marseille itu masuk menggantikan Robert Lewandowski pada menit ke-75.

Enam menit menginjakkan kaki di lapangan, Ribery menunjukkan insting mencetak gol yang belum luntur. Dengan tenang, Ribery mampu menaklukkan gawang Yann Sommer dari jarak dekat. Meski, gol itu tidak bisa menyelamatkan Bayern dari kekalahan 1-3 di markas Gladbach.

"Ini merupakan hari yang baik untuk saya. Perasaan saya campur aduk. Cedera itu telah membuat saya absen lama untuk kali pertama. Bagi saya, itu adalah masa-masa yang sulit," kata Ribery kepada situs resmi Bayern.

"Senang bisa melihat dia bermain dan mencetak gol. Itu penting bagi Ribery. Dia tidak bermain selama sembilan bulan," tambah pelatih Josep Guardiola.

Komentar positif nyatanya tak hanya datang dari kubu Bayern saja. Legenda sepak bola Prancis, Zinedine Zidane menganggap Ribery bakal kembali ke level teratas.

"Banyak orang telah mencoretnya dari daftar pemain yang diperhitungkan. Tetapi, saya melihat itu sebuah kesalahan. Ketika berada di lapangan, dia punya energi luar biasa di atas batas normal," papar Zidane kepada Sport Bild.

Akan tetapi, kesembuhan Ribery bisa dibilang datang pada waktu yang kurang tepat. Ribery harus menggeser tempat Douglas Costa sedang on-fire bersama Bayern. Sejak didatangkan dari Shakhtar Donetsk pada awal musim 2015-2016, Costa sudah mengoleksi lima gol dan 14 assist dari 20 penampilan di semua kompetisi musim ini.

Secara gaya permainan, jebolan akademi sepak bola Boulogne itu memang mempunyai banyak kemiripan dengan Costa. Keduanya kerap memberikan umpan-umpan datar berbahaya, sprint kencang, sampai andal dalam mengeksekusi bola-bola mati. Namun, ada satu keunggulan Costa yang tidak dimiliki Ribery, yakni kerja sama tim.

Media-media Jerman menganggap, Ribery bermain lebih egoistis ketimbang Costa. Saat Ribery jarang turun membantu pertahanan, Costa justru sering terlihat membantu lini pertahanan saat Bayern ditekan lawan.

Pada era kepelatihan Josep Guardiola, kolektivitas permainan menjadi faktor utama. Karena itulah, jika gagal beradaptasi, tempat utama di sisi kiri penyerangan Bayern yang biasa ditempati Ribery, bisa diambil Costa secara permanen.

Ditambah, hantu cedera belum juga menjauhi Ribery. Ribery kembali mengalami masalah otot saat menghadapi Dinamo Zagreb, Kamis (10/12/2015) dini hari WIB. Cedera tersebut memaksa Ribery mengucapkan selamat tinggal untuk sepak bola pada tahun ini.

"Ribery bersama Mehdi Benatia tidak akan bermain pada tiga laga berikutnya Bayern sebelum jeda musim dingin," sebut pernyataan resmi klub.

Nasib Ribery pada tahun ini mungkin bisa dibilang seperti sebuah roller coaster. Ada kalanya naik dan turun, serta kadang turun drastis dalam waktu cepat.

Sumber: Sport Bild, Situs Resmi Bayern Munchen, Whoscored

 

Video Populer

Foto Populer