Paulo Dybala dan 3 Pemakai Kostum Nomor 10 di Serie A

Oleh Liputan6.com pada 12 Agu 2017, 16:34 WIB
Infografis Pemilik No. 10 Paling Sukses di Juventus banner

Bola.com, Turin - Paulo Dybala mengenakan kostum bernomor keramat milik Juventus, yakni 10. Hal itu membuat Paulo Dybala menjadi 'orang asing' yang mendapat kehormatan menyandang angka istimewa tersebut.

Sebelum Dybala, nomor 10 milik Juventus berada di punggung Alessandro Del Piero dan Roberto Baggio. Masih ada nama Paul Pogba, tapi sang pemain dianggap kurang lama menyandang kostum tersebut.

Dua nama pertama menjadi bagian dari 'sejarah' Paulo Dybala, sesuatu yang sangat jarang dirasakan pemain lain. Kini, Paulo Dybala bersiap mendapat tekanan tinggi.

Usai diperkenalkan ke publik, Dybala langsung angkat bicara. Ia mengaku merasa terhormat memakai nomor punggung 10 dan bertekad mempersembahkan lebih banyak gelar lagi bagi I Bianconeri.

“Saat klub meminta saya mengganti nomor, saya bertanya apakah sudah waktunya meninggalkan nomor 21. Sebab banyak juga pemain legendaris Juventus yang mengenakannya, seperti Zinedine Zidane dan Andrea Pirlo. Tapi nomor 10 itu spesial," kata Dybala.

Selain Paulo Dybala, beberapa pemain di Serie A juga mengenakan nomor punggung yang sama. Berikut ini beberapa di antara mereka

Saksikan cuplikan pertandingan dari Liga Inggris, La Liga, Liga Champions, dan Liga Europa, dengan kualitas HD di sini

Infografis nomor 10 paling sukses di Juventus (Liputan6.com/Abdillah)



1 of 4

Alejandro ‘Papu’ Gomez

alejandro-gomez-130425a.jpg

Dari sekian banyak pemain yang memakai nomor punggung 10 di Serie A, Alejandro Gomez adalah salah satu yang terbaik. Penilaian itu didasarkan bukan pada nama besar atau nilai transfernya, melainkan pada performanya.

Musim lalu, Papu--sapaan Alejandro Gomez--menjadi senjata utama Atalanta dalam melumat lawan-lawannya. Total, winger asal Argentina itu mencetak 16 gol dan 12 assists di Serie A dan mengantarkan Atalanta finis di peringkat empat klasemen akhir.

Sebelum menjadi andalan Atalanta, Papu juga pernah membela Catania (2010-2013). Waktu itu, ia didatangkan dari San Lorenzo dengan nilai transfer 2,5 juta euro. Ia sempat keluar dari Serie A dan bergabung dengan klub Ukraina, Metalist Kharkiv, pada Agustus 2013.

Barulah pada September tahun 2014, pemain berusia 29 tahun itu kembali lagi ke Serie A dan bergabung bersama Atalanta dengan nilai transfer 5 juta euro. Selain menjadi andalan di lini depan, Papu juga dipercaya sebagai kapten Atalanta sampai saat ini.

2 of 4

Adem Llajic

adem ljajic
Adem Llajic saat masih berkostum Inter Milan

Nama Adem Llajic sudah barang tentu tak asing lagi di Serie A. Ia sudah berada di Italia sejak Januari 2010. Klub Serie A pertama yang dibelanya adalah Fiorentina. Waktu itu ia dibeli dari Partizan Belgrade seharga 6,8 juta euro.

Tiga setengah tahun bersinar bersama Fiorentina, Llajic, yang memiliki tendangan bebas mematikan, dibeli oleh AS Roma seharga 11 juta euro di musim panas 2013. Kemudian tahun 2015, playmaker 25 tahun itu dipinjamkan ke Inter Milan selama satu musim.

Selepas masa peminjaman oleh Inter, Roma menjual Llajic ke Torino, dengan nilai transfer 9 juta euro. Oleh Torino, pemain internasional Serbia itu dipercaya memakai nomor punggung 10. Bersama Andrea Belotti, ia pun membuat Torino menjadi salah satu tim dengan serangan terbaik di Serie A.

Musim lalu, Llajic menyumbang 12 gol dan 11 assists dalam 36 penampilan di Serie A dan Coppa Italia. Sementara secara total, ia sudah membukukan 45 gol dan 37 assists dalam 222 pertandingan selama merumput di Serie A.

3 of 4

Hakan Calhanoglu

Hakan Calhanoglu
Hakan Calhanoglu resmi berkostum AC MIlan (dokumen AC Milan)

Salah satu pemain baru Serie A yang paling mendapat sorotan di bursa transfer musim panas ini adalah Hakan Calhanoglu. Kedatangannya dari Bayer Leverkusen seharga 22 juta euro disebut-sebut akan membuat lini tengah AC Milan menjadi tangguh.

Milan pun tak ragu memberikan nomor punggung 10 kepada Calhanoglu. I Rossoneri menilai, pemain keturunan Turki-Jerman itu punya kapasitas yang mumpuni yang membuatnya layak memakai nomor tersebut.

Salah satunya adalah kemampuannya dalam mengeksekusi tendangan bebas. Menurut catatan Squawka, bintang berusia 23 tahun itu telah mencetak 11 gol lewat tendangan bebas sejak musim 2013/2014.

Namun, berbeda dari Papu Gomez atau Adem Llajic, Calhanoglu masih perlu pembuktian. Sejauh ini, ia baru tampil sekali membela Milan, yakni dalam laga persahabatan pramusim melawan Real Betis. (Abul Muamar)

Lanjutkan Membaca ↓