Pemain Muda Persib Bersyukur Dapat Jam Terbang di Piala Presiden

Oleh Benediktus Gerendo Pradigdo pada 12 Mar 2017, 06:05 WIB
Febri Hariyadi

Bola.com, Bogor - Persib Bandung jadi salah satu tim yang sukses mengangkat pemain muda dalam turnamen Piala Presiden 2017. Lewat turnamen ini, tiga pemain muda Maung Bandung mendapat panggilan seleksi Timnas Indonesia U-22. Mereka yang mengikuti seleksi timnas adalah Henhen Herdiana, Febri Hariyadi, dan Gian Zola Nasrullah. 

Para pemain muda merasa bersyukur mendapat kesempatan bermain untuk Persib. Walau hanya meraih peringkat ketiga, mereka sangat bangga memberikan hasil maksimal kepada suporter fanatik, bobotoh.

"Saya sebagai pemain muda merasa bangga bermain untuk Persib. Saya sebagai orang bandung metasa bangga bisa membela persib di depan banyak bobotoh. Meski hanya peringkat ketiga, kami tetap berjuang di lapangan dan itu membuat saya sangat bangga," kata Henhen.

Pelatih Persib, Djadjang Nurdjaman, juga mengapreasi permainan anak-anak muda Bandung. Dengan jam terbang yang terus bertambah, Djanur yakin mereka akan menjadi pemain andalan Persib asalkan terus konsisten dan meningkatkan kemampuan.

Djanur mengakui, regulasi yang diterapkan dalam turnamen ini, yang nantinya akan berlaku untuk Liga 1, membuat klub berlomba-lomba mencetak pemain muda andal.

"Regulasi ini cukup menguntungkan Persib. Kami jadi bisa melihat pemain muda, setelah diberi kesempatan, mereka masuk dalam seleksi timnas," kata Djanur.

Namun, Djanur berharap pada kompetisi Liga 1 yang rencananya bergulir pada April, operator mempertimbangkan lagi untuk menerapkan regulasi itu, yakni minimal lima pemain muda yang masuk daftar susunan pemain, dan tiga di antaranya jadi starter.

"Dlam kompetisi nanti saya harap regulasi diubah. Cukup dengan pemain muda dan satu pemain yang jadi starter. Pemain muda akan matang dengan sendirinya apabila benar-benar memiliki kemampuan," ucapnya.

Pada Piala Presiden 2017, dua pemain muda Persib Bandung masuk nominasi pemain muda terbaik. Mereka adalah Febri Hariyadi dan Gian Zola Nasrullah.