Kutukan Bernama Bhayangkara FC bagi 2 Pelatih Persib

Oleh Ario Yosia pada 05 Jun 2017, 19:00 WIB
Persib

Bola.com, Bandung - Bhayangkara FC seakan menjadi klub membawa kutukan bagi Persib Bandung. Dua musim terakhir dua pelatih Maung Bandung posisinya di ujung tanduk usai kalah dengan skor telak dari EvanDimas dkk. 

Desakan meminta Djadjang Nurdjaman mundur sebagai nakhoda Persib mengalir deras dari bobotoh setelah tim kesayangan mereka kalah melawan Bhayangkara FC 0-2 di Stadion Patriot, Bekasi, Minggu (4/6/2017).

Bobotoh menyuarakan tuntutan agar Persib segera memecat Djadjang. Melalui media sosial, bobotoh membuat tagar #djanurout yang menjadi trending topic Indonesia urutan pertama hingga Senin (5/6/2017) dini hari.

Sejatinya terlalu dini menyebut Djanur gagal di Persib. Atep dkk. baru kalah dua kali di Liga 1 2017 ini. Selain dipecundangi Bhayangkara FC, Persib dikalahkan Bali United 0-1.

Tim Pangeran Biru kini berada di posisi 11 dengan koleksi 13 poin dari sembilan pertandingan. Kans ke papan atas masih terbuka jika Persib bangkit pada laga-laga lanjutan. PSM Makassar saat ini jadi pemuncak klasemen sementara dengan koleksi 20 poin.

Pelatih Persib Bandung, Djadjang Nurdjaman memberikan instruksi kepada timnya saat melawan Persipura pada lanjutan Liga 1 2017 di Stadion GBLA, Bandung, Minggu (7/5/2017). (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)

Namun, di mata bobotoh sosok Djanur tetaplah gagal. Pasalnya, Persib jadi klub yang terlihat wah di bursa transfer awal musim.

Dengan uang berlimpah mereka menggaet dua bintang dunia eks Premier League, Michael Essien (Ghana) dan Carlton Cole (Inggris).

Skuat Persib kian mentereng dengan kehadiran pemain-pemain gres sarat reputasi macam, Raphael Maitimo, Shohei Matsunaga, Ahmad Jupriyanto, serta Supardi Nasir.

Nyatanya, komposisi skuat bertabur bintang tak jadi jaminan membuat Persib stabil di awal musim.

Dari sembilan pertandingan Persib hanya tiga kali mengantungi kemenangan dan empat kali mengantungi skor draw. Essien dan Cole yang digadang-gadang bersinar, ternyata penampilannya jauh dari ekspetasi.

Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar, sempat mengumumkan rencana mendepak Carlton Cole pada tengah musim ini. Pengumuman ini membuat bingung sang pemain, karena ia merasa belum mendapat kesempatan bermain maksimal dari Djadjang Nurdjaman.

 

1 of 2

Nasib Tragis Dejan Antonic

Dejan Antonic
Dejan Antonic memprotes wasit saat mendampingi timnya melawan Bhayangkara Surabaya United di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Sabtu (11/6/2016). (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)

Siapa sangka, Bhayangkara FC juga jadi klub yang menyingkirkan pelatih Persib Bandung sebelumnya, Dejan Antonic.

Dejan Antonic menepi dari Maung Bandung usai kekalahan setelah timnya digulung dengan mudah oleh Bhayangkara Surabaya United, 1-4 pada pekan keenam Torabika Soccer Championship presented by IM3 Ooredoo Sabtu (11/6/2016) di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo.

Umuh Muchtar, melontarkan komentar pedas pasca pertandingan. Ia menilai kekalahan telak tersebut sangat memalukan dan tidak bisa ditoleransi.

Kekalahan dengan selisih skor besar ini tidak semestinya diterima oleh tim dengan reputasi sebesar Tim Pangeran Biru.

"Permainan Persib jelek sekali. Ini yang terjelek di mata saya semenjak masih menonton jadi bobotoh dulu," kata Umuh.

Dejan seakan tahu diri, ia sudah tak diinginkan oleh bobotoh dan manajemen Persib. “Saya bukan orang yang suka lari dari tanggung jawab. Saya akan menunggu hasil keputusan manajemen. Apa pun opsi yang diberikan manajemen saya terima,” ujar Dejan.

"Saya bukan orang yang suka memaksa. Kalau memang keputusan manajemen meminta saya mundur, saya sudah siap. Apa yang terbaik buat Persib dan bobotoh saya siap menjalaninya," kata pelatih asal Serbia tersebut.

Dejan tampaknya merasa nasibnya sudah tidak bisa diselamatkan oleh karena Persib adalah tim besar, salah satu yang terbesar di Indonesia.

"Tentu hasil ini tidak sesuai dengan kapasitas tim ini. Saya akan terima apa pun opsi yang diberikan manajemen,” sebut Dejan.

Dan benar saja, Dejan akhirnya menepi. Posisinya digantikan Djadjang Nurdjaman, yang kini bak perputaran roda mengalami nasib yang sama dengan dirinya.

Padahal, dibanding Dejan, sosok Djanur telah sukses mempersembahkan gelar juara Indonesia Super League 2014 dan Piala Presiden 2015. Namun, agaknya kisah indah beberapa tahun lalu sudah dilupakan oleh bobotoh.

"Tidak benar saya langsung dipecat manajemen pasca kekalahan dari Bhayangkara FC. Akan tetapi seperti yang saya utarakan usai pertandingan kemarin, saya siap dievaluasi dan menunggu keputusan manajemen. Jadi posisi saya menunggu keputusan manajemen saja," ucap Djadjang Nurdjaman saat dikontak Bola.com pada Senin (5/6/2017).

 

Lanjutkan Membaca ↓