Mundur dari Persib, Djanur Minta Maaf kepada Bobotoh

Oleh Erwin Snaz pada 15 Jul 2017, 22:28 WIB
Djadjang Nurdjaman

Bola.com, Tenggarong - Djadjang Nurdjaman mengundurkan diri sebagai pelatih Persib Bandung setelah dikalahkan Mitra Kukar 1-2 di Stadion Aji Imbut, Tenggarong, Sabtu (15/7/2017) malam, pada pekan ke-15 Liga 1 2017.

Djanur menegaskan dirinya sudah bulat menyatakan mundur kepada Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar seusai pertandingan. "Iya saya mundur karena saya sudah tidak sanggup membawa prestasi Persib ke level yang semua diinginkan," ucap Djanur saat dihubungi Bola.com usai pertandingan.

Namun, ungkapan mundur dari kursi pelatih itu kata Djanur baru secara lisan disampaikan ke Manajer. Setibanya di Bandung, pelatih berusia 59 tahun ini mengaku akan menyampaikan niatannya secara resmi ke jajaran manajemen Persib. Djanur yakin keinginannya untuk mundur pasti akan dikabulkan manajemen Persib.

"Saya pikir manajemen pun tidak akan menolak permintaan saya karena memang prestasi tim belum sesuai dengan harapan. Walaupun Pak Haji (Umuh Muchtar) minta saya bersabar, tapi saya tetap akan mundur. Saya juga mohon maaf kepada semua, terutama pada bobotoh dan terimakasih kepada manajemen hampir lima tahun bersama," ucap Djanur.

Disinggung mengenai pertandingan, Djanur mengakui jika lini depan masih menjadi kendala bagi Persib Bandung. "Babak pertama kami menguasai pertandingan, sayang memasuki babak kedua penampilan kami menurun drastis, karena memang kami tidak punya striker. Berbeda dengan Mitra Kukar yang penampilannya semakin mengigit sampai pertandingan selesai," paparnya.

 

ajat sudrajatajat sudrajat

dibutuhkan pelatih yang berani merombak total tradisi bermain dan pemain persib yang konvensional dan miskin kreasi ke arah sepakbola modern,putaran 2 kesempatan meraih kejayaan dan menegaskan kembali Persib tim besar segarang "maung bandung", bravo Persib

ajat sudrajatajat sudrajat

sejatinya persib sudah lama punya pelatih baru yang lebih berkualitas, trade mark persib dengan permainan sayapnya terbukti tumpul dan "sebul" mengarungi liga 1, miskin gol dan menjemukan,,