Arema Wajib Sapu Bersih Dua Laga Sisa di Putaran Pertama

Oleh Iwan Setiawan pada 17 Jul 2017, 11:15 WIB
Arema FC

Bola.com, Malang - Kekalahan 0-2 atas Persipura Jayapura di kandang sendiri (16/7/2017), Stadion Kanjuruhan, membuat Arema FC harus kerja keras di dua laga sisa putaran pertama Liga 1.

Sebab, mereka sudah mendapatkan target dari manajemen untuk meraih 31 poin para paruh musim. Kini Arema mengantongi 25 angka dan butuh dua kemenangan untuk merealisasikan target tersebut.

Sebelumnya, Arema memprediksi bisa meraih kemenangan melawan Persipura dan Pusamania Borneo FC karena dua laga itu dilangsungkan di kandang sendiri.

Tetapi setelah kalah dari Persipura, mereka harus mengambil tiga poin di kandang Semen Padang pada laga terdekat (21/7/2017). "Kami harus bisa sapu bersih sisa putaran pertama. Meski itu sangat berat," jelas Aji Santoso, pelatih Arema FC.

Dua laga itu tidak mudah karena Semen Padang dan Borneo FC punya materi pemain yang tidak kalah bagus dari Arema. Selain itu, kedua tim tersebut ingin bangkit setelah terjebak di papan tengan dan belum bisa tampil stabil. "Dua calon lawan itu punya banyak pemain bagus," jelas mantan pelatih Timnas U-23 ini.

Namun, Arema tidak ingin terfokus pada bagaimana melihat kekuatan dan kelemahan calon lawan. Mereka memilih untuk memperbaiki performa tim yang melempem saat dihajar Persipura Jayapura kemarin. "Semua ada evaluasi," imbuh Aji.

Maklum, lini belakang seperti mudah kebobolan. Tiga pertandingan terakhir, gawang Kurnia Meiga bobol enam gol. Statistik yang tidak biasa dialami salah satu kiper terbaik di Indonesia.

Namun, hal itu bukan sepenuhnya salah Meiga. Justru kuartet lini belakang Syaiful Indra, Arthur Cunha, Jad Noureddine, dan Ahmad Alfarizi yang jadi sorotan.

Sama halnya dengan lini depan. Penyakit sulit mencetak gol kembali muncul. Padahal dua pertandingan sebelum melawan Persipura, Arema berhasil mencetak enam gol.

Tetapi sejak awal, Aji melihat persoalan produktivitas disebabkan karena mereka minim striker sehingga tidak bisa leluasa melakukan rotasi, dan yang mulai dibaca lawan, Arema hanya bergantung pada sosok Cristian Gonzales.

Ketika melawan Persipura, Dedik Setiawan memang diturunkan sejak menit 31. Namun, dia lebih banyak diposisikan sebagai pemain sayap sehingga Gonzales tetap sendirian di lini depan Arema dan berhasil dijinakkan Ricardo Salampessy.