Striker PSIS Lewati Catatan Gol Emanuel De Porras

Oleh Ronald Seger Prabowo pada 30 Nov 2017, 08:15 WIB
PSIS Semarang

Bola.com, Semarang - PSIS Semarang sukses promosi ke Liga 1 musim depan setelah mengalahkan Martapura FC 6-4 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Selasa (28/11/2017). Hasil itu mengobati kerinduan bagi pencinta tim Laskar Mahesa Jenar yang menunggu delapan tahun tim kesayanganya kembali ke kasta tertinggi.

Saat menghadapi Martapura FC, striker Hari Nur Yulianto menunjukkan performa impresif dengan mencetak hattrick. Tiga gol lainnya disumbangkan Andrid Wibawa (2 gol), dan Aldaier Makatindu (1 gol). Hingga selesainya kompetisi Liga 2, Hari Nur total mengemas enam gol.

Hattrick yang dicetak Hari Nur jadi tambah spesial mengingat dirinya menggusur torehan gol mantan penyerang PSIS, Emanuel De Porras. Pemain kelahiran Kendal, 31 Juli 1989, sudah mencetak 26 gol sejak melakoni debut bersama PSIS di kompetisi Divisi Utama musim 2013. Sementara De Porras mencetak 23 gol saat mengantar tim kebanggaan publik Kota Semarang itu sebagai runner-up Divisi Utama 2005-2006.

''Gol ini berkat kontribusi teman-teman yang bekerja keras di lapangan untuk menang. Tentu bangga dan senang karena tiga gol itu turut mengantar PSIS promosi ke Liga 1,'' ungkap Hari Nur.

Prestasi itu sekaligus menegaskan jika Hari Nur sebagai penerus predator lini depan PSIS Semarang. Jauh sebelumnya, publik sepak bola Indonesia mengenal sosok almarhum Ribut Waidi. Legenda asal Pati itu membawa PSIS juara Perserikatan 1987. Pada tahun yang sama, Ribut adalah gol penentu kemenangan Indonesia atas Malaysia pada SEA Games 1987, sekaligus meraih medali emas.

Setelah itu, muncul sosok Tugiyo yang mencuri perhatian pada kompetisi Divisi Utama tahun 1999. Pemain berjuluk Maradona dari Purwodadi itu mencetak gol tunggal kemenangan ke gawang Persebaya Surabaya dalam partai final di Stadion Klabat, Manado. Lalu muncul sosok mantan penyerang Timnas Indonesia, Indriyanto Nugroho, Julio Lopez, Emanuel De Porras, Addison Alves hingga Julio Arcorse pada kompetisi Divisi Utama 2014 silam.

''Lawan Martapura FC memang hattrick yang paling berkesan. Semua itu berkat doa dari masyarakat Semarang yang selalu mendoakan dan mendukung PSIS untuk naik kasta,'' ujar mantan striker PSCS Cilacap itu.