PSSI Belum Punya Uang Bayar Sisa Hak Komersial Klub Liga 1

Oleh Risa Kosasih pada 07 Des 2017, 12:59 WIB
Ketum PSSI, Edy Rahmayadi

Jakarta - Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi menjelaskan soal sisa hak subsidi komersial klub-klub Liga 1 yang belum dibayarkan. Operator kompetisi PT Liga Indonesia Baru (LIB) sedang menunggu pencairan dana dari pihak sponsor.

Diketahui, sebelum Liga 1 bergulir, setiap tim mendapat subsidi komersial sebesar Rp 7,5 miliar dari PT LIB. Dana ini digunakan untuk membantu biaya operasional selama berkompetisi.

Namun, suntikan dana tersebut belum sepenuhnya terpenuhi. PT LIB masih menunggak dana kontribusi komersial sebesar Rp 1,5 miliar kepada masing-masing klub Liga 1.

"Ini yang sedang dikejar. Ya harus dibayar karena utang kan dibawa mati. Percayalah klub akan dibayar secepatnya begitu ada duit. Persoalannya, duit itu belum ada," kata Edy dalam jumpa pers di Makostrad, Rabu (5/12/2017).

"Nanti sponsornya malah marah tak dibayar-bayar pula. Yang jelas begitu ada duit kita bayar segera. Doakan ya," ucap Edy.

1 of 3

Komentar Gede Widiade

Akibatnya subsidi yang mandek, Arema FC sempat kesulitan melunasi gaji timnya hingga satu bulan lebih. Sementara Persija Jakarta masih pikir-pikir untuk ikut dalam Piala Presiden jika menggunakan operator kompetisi Liga 1 musim lalu.

Direktur Utama Persija Gede Widiade mengaku akan mempersiapkan skuat Persija jika Piala Presiden akan digelar lagi. Namun dia memberi syarat pada panitia penyelenggara turnamen pramusim.

"Kalau EO Piala Presiden tetap yang lama, kami sangat siap. Tapi kalau sama dengan liga kemarin, lunasi dulu miliaran rupiah hak milik klub-klub ini," tutur Gede.

2 of 3

Klasemen Akhir Liga 1

Lanjutkan Membaca ↓
Pur BoyoPur Boyo

Ya sabar, dulu nggk dapat apa2 senang setengah mati bahkan menjilat-jilat, skrg udah sangat diperhatiin dan dibantu malah nglunjak. Tunjukkan dulu main yg bagus, fulus pasti lancar. Ini kita mau nonton bola, malah disuguhi MMA, he he.

Francisco XaveriusFrancisco Xaverius

Ketika seluruh tim peserta diwajibkan tidak boleh melanggar aturan... Eh yg bikin aturan yg ngelanggar... Indonesia punya!!!

Rea Sport ColectionRea Sport Colection

Waduuuuhhh.....pada ke mana ya uang nya....