Panpel Persebaya Naikkan Harga Tiket Fans di Piala Presiden 2018

Oleh Zaidan Nazarul pada 12 Jan 2018, 20:30 WIB
Bonek

Bola.com, Surabaya - Jelang bergulirnya fase penyisihan Grup E Piala Presiden 2018 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, panpel Persebaya Surabaya merilis perihal kenaikan harga tiket pertandingan untuk fans. Jika sebelumnya harga tiket kelas ini hanya Rp 35 ribu, selama penyisihan grup Piala Presiden 2018 dibanderol Rp 40 ribu.

Selain untuk kelas tersebut tidak ada perubahan. Panpel tetap menggunakan patokan harga sebelumnya. Seperti diketahui, selama ini panpel Persebaya hanya membuat dua kategori tiket. Selain tiket fans, juga ada tiket superfans. Untuk tiket kategori ini tetap dipatok seharga Rp 250 ribu.

Ketua panpel Persebaya di Piala Presiden 2018, Wisnu Sakti Buana, menyatakan kenaikan harga tiket fans ini sekadar pemanasan. "Kami akan lihat lagi bagaimana reaksi penonton jika harga tiket ini kami naikkan Rp 5 ribu," tuturnya.

Menurutnya, harga Rp 40 ribu yang dipatok Persebaya masih cukup murah dibanding dengan harga tiket di grup lain yang sudah memasang tarif sebesar Rp 50 ribu. Kenaikan ini juga masih dalam tahap wajar mengingat kenaikannya tak terlalu signifikan.

"Saya rasa masih pantas. Ini sebanding dengan tontonan yang didapatkan. Apalagi saat ini Persebaya sudah mandiri secara finansial. Persebaya membutuhkan dukungan penuh dari suporter, baik materi maupun nonmateri," ujar Wisnu.

Wisnu menegaskan kenaikan ini masih dalam tahap uji coba. Ia masih ingin melihat animo serta tanggapan suporter terkait kebijakan panpel ini. Menurutnya, kalau dengan harga sebesar ini sudah cukup, panpel tidak akan menaikkan harga tiket lagi.

Meski begitu, kenaikan ini diharapkan mendapatkan respons positif dari kalangan Bonek Mania sehingga tidak ada upaya yang bisa membuat panpel merugi.

Wisnu menambahkan, demi kenyamanan dan keamanan penonton, panpel Persebaya telah mengantisipasi kebocoran tiket dengan memperketat pemeriksaan tiket pada setiap titik pintu masuk Stadion Gelora Bung Tomo.

"Kami tidak mau kejadian yang kemarin terulang lagi. Untuk penjualan tiket kami masih tetap sama. Sejauh ini hanya ada satu vendor yang mundur dari kerja sama. Scanning selama pemeriksaan tiket kami perketat supaya tidak ada pemegang tiket palsu yang lolos," katanya.