Status Kota Pendidikan Buat Yogyakarta Helat Kejuaraan Dunia

Oleh Zulfirdaus Harahap pada 13 Sep 2017, 16:51 WIB
Kejuaraan Dunia Bulutangkis Junior 2017

Bola.com, Jakarta - Ketua Panitia Kejuaraan Dunia Bulutangkis Junior 2017, Achmad Budiharto, mengungkapkan alasan Yogyakarta ditunjuk sebagai tuan rumah. Menurutnya, Yogyakarta dipilih karena memiliki nilai khusus.

Yogyakarta akan menggelar Kejuaraan Dunia Bulutangkis Junior 2017 pada 9-22 Oktober mendatang di GOR Among Rogo. Turnamen khusus untuk atlet berusia di bawah 19 tahun itu akan mempertandingkan dua kategori yakni beregu dan format perorangan.

Budiharto menyebut PBSI sepakat memilih Yogyakarta karena kota tersebut memiliki status sebagai kota pendidikan. Hal itulah yang menjadi daya tarik yang bisa ditawarkan Yogyakarta.

"Event ini kan diperuntukkan untuk para junior. Jadi, kami sengaja memilih kota yang punya nilai khusus yang berkaitan dengan para pemain junior," kata Achmad Budiharto dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (13/9/2017). "Ada misi kita ingin juga memperkenalkan ke dunia terkait dengan kebudayaan bangsa."

Selain dikenal sebagai kota pendidikan, PBSI juga menilai Yogyakarta memiliki nilai jual sebagai kota wisata yang mendunia. "Banyak juga tempat-tempat yang bisa menjadi bahan edukasi," ujar pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal PBSI tersebut.

Indonesia juga berencana memecahkan rekor jumlah peserta Kejuaraan Dunia Bulutangkis Junior terbanyak dengan lebih dari 60 negara. Adapun rekor peserta terbanyak masih dipegang Spanyol ketika menggelar Kejuaraan Dunia Bulutangkis Junior 2016 di Bilbao dengan total 52 negara.

"Pada event ini kami juga punya misi untuk memecahkan rekor jumlah peserta. Kami ingin peserta di Indonesia bisa lebih dari 60 negara. Jadi mudah-mudahan kami masih punya waktu dan menunggu sampai penutupan pendaftaran pada 25 September nanti," ujar Achmad Budiharto.

Kejuaraan Dunia Bulutangkis Junior 2017 menjadi edisi ke-19 sepanjang penyelenggaraan. Ini juga menjadi edisi kedua bagi Indonesia menjadi tuan rumah setelah pertama kali pada 1992.