PBSI Pede Bisa Berjaya pada Kejuaraan Dunia Bulutangkis Junior

Oleh Zulfirdaus Harahap pada 13 Sep 2017, 19:00 WIB
PBSI, Kejuaraan Dunia Bulutangkis Junior

Bola.com, Jakarta - Sekretaris Jenderal PP PBSI, Achmad Budiharto, optimistis Indonesia bisa meraih hasil terbaik pada Kejuaraan Dunia Bulutangkis Junior 2017. Kepercayaan diri itu timbul mengingat para atlet Tanah Air sudah memiliki waktu persiapan yang cukup panjang.

Kejuaraan Dunia Bulutangkis Junior 2017 akan berlangsung pada 9-22 September 2017 di GOR Among Rogo, Yogyakarta. Ini menjadi yang pertama sejak 25 tahun untuk Indonesia kembali menggelar ajang bergengsi bulutangkis junior untuk kelompok umur di bawah 19 tahun.

Sebagai tim tuan rumah, Indonesia tentu tak ingin meraih hasil negatif. Demi mewujudkan misi berjaya di rumah sendiri, PBSI sudah menyiapkan kekuatan para atletnya sejak tiga bulan lalu untuk digembleng di Pelatnas Cipayung.

"Pemain junior kan memang diambil dari semua klub. Artinya kami melihat dari ranking terbaik yang ada di Indonesia. Bukan hanya dari satu klub saja, kami melihat ada banyak pemain yang dikumpulkan dari berbagai klub," kata Achmad Budiharto kepada wartawan di Jakarta, Rabu (13/9/2017).

"Kami berharap tahun ini bisa lebih baik karena persiapannya cukup panjang. Sekitar 3 bulan mereka sudah hadir di Pelatnas Cipayung, jadi sedang dimatangkan. Dengan hasil di Malaysia kemarin sudah memberi gambaran bahwa mereka siap terjun pada Kejuaraan Dunia ini," ujar pria yang juga menjadi Ketua Panitia Penyelenggara Kejuaraan Dunia Bulutangkis Junior itu.

Untuk menggelar Kejuaraan Dunia Bulutangkis Junior 2017, PBSI menganggarkan dana senilai Rp 5 miliar. Sebagian besar anggaran dihabiskan untuk renovasi GOR Among Rogo.

"Untuk persiapan infrastruktur sudah mencapai 90 persen seperti gedung untuk pemanasan yang kemarin rusak, telah kami perbaiki. Kemudian beberapa sarana di GOR utama, seperti toilet dan atap juga diperbaiki karena itu kebutuhan vital. Begitu juga dari sisi penyelenggaraan, kami dari panitia sudah siap," ucap Budiharto.

"Anggarannya memang cukup besar yakni lebih dari Rp 5 miliar. Memang salah satu kesulitannya karena ini event junior, jadi tak terlalu banyak sponsor yang berminat. Kalau senior mungkin bisa dijual," tegasnya.

Kejuaraan Dunia Bulutangkis Junior 2017 menjadi momentum buat para pemain junior untuk mengembalikan kejayaan bulutangkis Indonesia. Seperti diketahui Indonesia terakhir meraih gelar juara dari ganda campuran pada 2012 yakni melalui Edi Subaktiar/Melati Daeva Oktaviani. Adapun pencapaian terbaik nomor beregu yakni peringkat kedua pada 2015.