Isolasi Mandiri saat Pandemi Corona Terasa seperti Kasus di Australia bagi Marko Simic

oleh Muhammad Adi Yaksa diperbarui 31 Mar 2020, 05:45 WIB
Striker Persija Jakarta, Marko Simic, tampak kecewa usai gagal membobol gawang PSM Makassar pada laga Piala Indonesia 2019 di SUGBK, Jakarta, Minggu (21/7). Persija menang 1-0 atas PSM. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Bola.com, Jakarta - Penyerang Persija Jakarta, Marko Simic, mengibaratkan situasi yang terjadi saat ini setelah mewabahnya virus corona tidak ada perbedaan dengan kejadiannya ketika berada di Australia. Pemain asal Kroasia itu merasa seperti terkekang.

Sejak pandemi virus corona masuk ke Indonesia, pemerintah membatasi aktivitas warga dengan memberlakukan beberapa imbauan, seperti instruksi untuk bekerja dari rumah.

Advertisement

Saat Marko Simic mengalami peristiwa tidak menyenangkan pada awal 2018, ia juga terjebak di Australia dan tidak bisa kembali ke Indonesia.

Waktu itu, Simic dituduh terlibat kasus pelecehan seksual di dalam pesawat saat Persija terbang ke Negeri Kanguru untuk melawan Newcastle Jets pada babak eliminasi kedua Liga Champions Asia.

Setelah terkatung-katung selama tiga bulan di sana, bomber asal Kroasia ini diperbolehkan untuk kembali ke Indonesia.

"Keadaan terburuk adalah ketika kebebasan kami sebagai manusia diambil," tulis Simic pada unggahan di akun Instagramnya, @markosimic_77.

"Saya pernah mengalaminya pada tahun lalu. Tuhan tahu apa yang sedang direncanakan dan dikerjakannya. Saya percaya Tuhan. Saya khawatir, tapi saya tidak takut. Terus berdoa," imbuh Marko Simic.

Video

2 dari 2 halaman

Persija Libur, Tanpa Kegiatan

Striker Persija Jakarta, Marko Simic, melakukan selebrasi usai membobol gawang Borneo FC pada laga Shopee Liga 1 di SUGBK, Jakarta, Minggu, (1/3/2020). Persija menang 3-2 atas Borneo FC. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Marko Simic bersama rekan-rekannya di Persija Jakarta merasakan dampak yang besar akibat mewabahnya virus corona. Dia terpaksa banyak menghabiskan waktu di tempat tinggalnya karena timnya meliburkan latihan.

Adapun, keberlangsungan Shopee Liga 1 2020 juga masih belum pasti. PSSI menyiapkan dua opsi dengan kemungkinan terburuk adalah membatalkan kompetisi.

Jika wabah corona mereda, Shopee Liga 1 bisa diputar pada 1 Juli 2020. Apabila situasinya terbalik, kompetisi terancam ditiadakan.