Emas dari Jonatan Christie, Kejutan Manis Tunggal Putra di Asian Games 2018

Oleh Aning Jati pada 28 Agu 2018, 13:54 WIB
Diperbarui 28 Agu 2018, 13:54 WIB
Jonatan Christie
Pebulutangkis Indonesia, Jonatan Christie, saat melawan wakil China Taipei, Chou Tien Chen, pada final tunggal putra bulutangkis di Istora Senayan, Selasa (28/8/2018). (Bola.com/Peksi Cahyo)

Bola.com, Jakarta - Di luar skenario, pencapaian Jonatan Christie di Asian Games 2018 berujung kejutan. Hal ini mengacu pada target medali yang diapungkan PBSI di Asian Games 2018.

PBSI sebagai induk organisasi olahraga bulutangkis di Indonesia membidik dua medali emas di Asian Games 2018. Dua medali emas itu diprediksi datang dari nomor ganda campuran serta ganda putra. 

Target di ganda putra terpenuhi, dengan masuknya dua ganda campuran Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, ke final. Medali emas dan perak berhasil diraih. 

Namun, target di ganda campuran, meleset. Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir yang ditarget meraih emas, kalah di semifinal dari pasangan asal China, Zhang Siwei/Huang Yaqiong, Minggu (26/8/2018).

Di tengah kekhawatiran kegagalan merealisasikan target, Jonatan Christie muncul membawa angin segar buat PBSI dan juga kontingen Indonesia di Asian Games 2018.

Kiprah pebulutangkis yang akrab disapa Jojo di Asian Games 2018 ini menjadi sorotan karena ia mampu menyuguhkan permainan apik dibalut semangat tinggi untuk menaklukkan setiap lawan.

Setiap laga yang dilakoni tak berjalan mudah. Ia harus melewati adangan dan duel sengit dari lawan-lawan. Di babak pertama saja ia sudah bertemu lawan tangguh, tunggal putra terbaik China, Shi Yuqi.

Selanjutnya di perempat final, ia bersua pebulutangkis Hong Kong keturunan Jawa Tengah, Vincent Wong. Ia menang dua set langsung.

Namun di semifinal, atlet 20 tahun itu kembali berhadapan dengan lawan kuat, Kenta Nishimoto. Jonatan Christie meladeni pebulutangkis asal Jepang itu melalui pertarungan rubber game. Hingga, akhirnya mampu tampil di final.

Di sisi lain, tak hanya PBSI dan fan bulutangkis Indonesia yang terkejut dengan pencapaian Jonatan Cristie di Asian Games 2018. Jojo juga mengakui kaget bisa tampil di final.

"Saya tak menyangka bisa masuk final, apalagi ini nomor perorangan pertama saya di Asian Games," ujarnya sebelum laga final.

Ini adalah kali kedua Jonatan Cristie tampil di Asian Games. Ia sudah gabung tim bulutangkis Indonesia di Asian Games 2014 Incheon, namun sebatas tampil di nomor beregu.

Alhasil, keberhasilan meraih medali emas di Asian Games 2018 jadi kejutan, cukup membanggakan sekaligus menjaga target PSBI dengan raihan dua medali emas terealisasi.

Di final nomor perseorangan Asian Games 2018 yang digelar di Istora Senayan, Jakarta, Selasa siang (28/8/2018), Jonatan Cristie menaklukkan pemain Chinese Taipei, Chou Tien Chen, dengan skor 21-18, 20-22, 21-15.  

Selamat Jojo!