Jelang Asian Para Games, Timnas Basket Kursi Roda Berbagi Semangat di YPAC Solo

Oleh Ronald Seger Prabowo pada 19 Sep 2018, 19:20 WIB
Timnas Basket Kursi Roda Indonesia

Bola.com, Solo - Keterbatasan tidak menghalangi seseorang untuk berbagai dan juga berbuat kebaikan. Hal tersebut ditunjukkan 15 anggota timnas basket kursi roda Indonesia yang akan berjuang di Asian Para Games 2018, 6-13 Oktober.

Mereka berbagai kisah serta semangat bersama anak-anak berkebutuhan khusus di Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Surakarta, Rabu (19/9/2018). Suasana ceria khas anak-anak pun terpancar saat mereka bisa berinteraksi dengan Gusti Putu Adnyana dan kawan-kawan.

Pebasket yang tergabung dalam National Paralympic Commitee (NPC) Indonesia itu nampak bersemangat menceritakan bagaimana awal mula timnas basket Indonesia terbentuk. Mereka juga memberikan materi dasar mengenai bermain basket menggunakan kursi roda, termasuk peralatan yang digunakan.

Nampak dalam sesi demonstrasi permainan basket, belasan anak cukup antusias dan sesekali memberikan tepuk tangan. Tak hanya itu, para atlet tersebut juga berbagi kisah tentang kehidupan yang dijalani saat ini serta memberikan motivasi kepada para siswa YPAC Surakarta,

Pelatih timnas basket kursi roda Indonesia, Fajar Brilianto, menjelaskan jika kegiatan tersebut sebagai upaya untuk mensosialisasikan olahraga tersebut ke masyarakat, khususnya kaum disabilitas. Menurutnya, selama ini sosialisasi wheelchair basketball di Indonesia masih kurang. Hal tersebut terlihat saat seleksi timnas yang hanya diikuti 30 pemain saja.

"Memang tujuan kami lebih sosialisasi cabor ini. Jadi harapan kami, dengan kegiatan seperti ini akan muncul bibit-bibit baru bagi Timnas Indonesia. Mungkin diantara siswa-siswa akhirnya ada yang berminat bermain basket," ungkap Fajar disela kegiatan.

Dirinya cukup antusias dengan semangat para siswa YPAC Surakarta yang ingin belajar basket kursi roda. Apalagi, dirinya melihat ada potensi untuk terjun ke basket kursi roda, khususnya klasifikasi kecacatan satu dan dua atau punggung.

"Memang selama ini kami kekurangan atlet untuk klasifikasi itu. Harapan kami semangat para atlet tertular ke anak-anak dan begiupula sebaliknya. Kami berharap doa dan dukungan agar sukses di Asian Para Games 2018," kata dia.