Inapgoc Gelar Pelatihan Transportasi untuk Asian Para Games 2018

Oleh Ahmad Fawwaz Usman pada 27 Sep 2018, 17:20 WIB
Diperbarui 01 Okt 2018, 16:12 WIB
Inapgoc, Asian Para Games 2018

Jakarta - Pelatihan untuk para relawan di Asian Para Games 2018 terus dilakukan Inapgoc selaku panitia pelaksana. Kali ini adalah relawan yang akan bergerak di bidang transportasi selama multiajang untuk kaum disabilitas itu dihelat.

Transportasi akan jadi salah satu poin penting dalam tolak ukur sukses atau tidaknya multiajang seperti Asian Para Games.

Nantinya, akan ada 1.1000 unite kendaraan pendukung seperti 230 Low Entry dan 100 High Entry bus dari Trans Jakarta serta Kementerian Perhubungan dengan total kapasitas 1400 atlet wheelchair dan 4600 atlet non-wheelchair.

Karenanya, Inapgoc pun menekankan betapa pentingnya pelatihan untuk para relawan di bidang transportasi Asian Para Games. Pelatihan itu sendiri diikuti 600 relawan, 600 pekerja lapangan, dan 300 pengemudi,

"Kami berupaya optimal memastikan layanan transportasi yang ramah disabilitas karena tentu kebutuhannya berbeda, terutama atlet pengguna kursi roda," kata Direktur Transportasi Inapgoc Adrianto Djokosoetono.

Dalam pelatihan bidang transportasi Asian Para Games 2018, para relawan, pekerja lapangan, dan pengemudi diberikan materi yang dikhususkan pada bagaimana cara berinteraksi yang baik dengan para penyandang disabilitas.

 

2 of 2

Faktor Penting

Inapgoc, Asian Para Games 2018
Pelatihan tenaga transportasi untuk Asian Para Games 2018. (Inapgoc)

"Layanan bukan hanya mengenai kendaraan, tapi juga sumber daya manusia di tim kami. Mulai dari pengemudi, pekerja lapangan, relawan yang semuanya harus punya pemahaman soal menangani penyandang disabilitas," Adrianto menambahkan.

Cucu Saidah, Inisiator Jakarta Barrier Free Tourism, merespons inisiatif Inapgoc yang melibatkan langsung penyandang disabilitas dalam peran-peran tertentu.

Sebagai salah satu pengisi materi, Cucu melihat bahwa bidang transportasi menjadi hal penting.

Mulai dari kedatangan atlet di bandara, selama berkegiatan di Jakarta, hingga kembali ke negara masing-masing.

"Harus dipahami mengapa harus ada pelatihan spesifik tentang disabilitas karena bagi kami, divisi transportasi merupakan gerbang utama bagi suksesnya penyelenggaraan Asian Para Games 2018 di Jakarta," timpal Cucu.

Lanjutkan Membaca ↓