Anggar Indonesia Punya Strategi Khusus di Asian Para Games 2018

Oleh Wiwig Prayugi pada 05 Okt 2018, 17:35 WIB
Diperbarui 05 Okt 2018, 17:35 WIB
Anggar kursi roda Indonesia
Atlet anggar kursi roda Indonesia berlatih di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (22/9/2018), sebagai persiapan menghadapi Asian Para Games 2018. (Bola.com/Ronald Seger Prabowo)

Bola.com, Jakarta - Tim anggar Indonesia enggan minder pada ajang Asian Para Games 2018. Meski baru pertama kali terjun pada multievent olahraga difabel terbesar di Asia, namun berbagai hal sudah dipersiapkan secara matang.

Salah satu pelatih anggar Indonesia, Hendra Faradillah menjelaskan, dirinya sudah memiliki gambaran berkait peta persaingan di ajang nanti. Menurutnya, strategi itu akan dimaksimalkan berdasarkan calon lawan yang bakal dihadapi.

"Memang kami cabor baru dan masih dalam tahap berkembang. Namun semuanya akan coba ditutup dengan beberapa strategi yang dipersiapkan untuk menutup kelemahan yang masih ada," ungkap Hendra kepada Bola.com, Jumat (5/10/2018).

Hendra memaparkan, salah satu fencer yang menjadi andalan adalah Elih. Masuk dalam kategori B, Elih bertumpu kekuatan pada sisi pinggangnya yang lemah. Hendra menyebut gerakan maju dan mundurnya cenderung lambat. Elia mengantisipasi dengan bermain di depan.

"Kami meminimalisasi gerakan maju mundur. Bermain di depan itu artinya tangan saya di depan, mengandalkan kecepatan tangan. Strategi ini mungkin yang membawa saya bisa mengalahkan rival berat seperti Tiongkok," ucapnya.

Pada gelaran Asian Para Games 2018, tim anggar Indonesia menurunkan masing-masing lima fencer putra dan putri. Mereka Lestari Suwarsih, Elih, Survaya Dewi, Nanang Wijanarko, Agus Suprayitno, Suwono, Eko Jarot, Ahmad Saidah, Anton Hilman, dan Hendri Radilah. (Ronald Seger)