Cerita Pengendara Ojek Khusus Disabilitas di Asian Para Games 2018

Oleh Muhammad Ivan Rida pada 06 Okt 2018, 20:25 WIB
Diperbarui 06 Okt 2018, 20:25 WIB
Asian Para Games 2018
Dani Ramadhan, salah satu pengendara ojek disabilitas Asian Para Games 2018 (Bola.com/Muhammad Ivan Rida)

Bola.com, Jakarta - Asian Para Games 2018 sejatinya baru resmi dimulai pada Sabtu (6/10/2018). Namun, publik terlihat antusias dalam menyambut pesta olahraga atlet-atlet difabel tersebut.

Tingginya animo masyarakat tidak hanya terlihat bagi yang berfisik sempurna. Para kaum disabilitas juga nampak bersemangat untuk menyaksikan berbagai pertandingan Asian Para Games 2018 di berbagai venue kawasan Gelora Bung Karno, Senayan. 

Inapgoc lantas bekerja sama dengan Kementrian Sosial (Kemensos) menyediakan armada ojek disabilitas. Transportasi itu ditujukan untuk penumpang berkebutuhan khusus yang ingin menyaksikan Asian Para Games 2018.

Meski Asian Para Games baru dimulai, sudah terdapat sepenggal cerita menarik yang dialami oleh para pengendara ojek disabilitas dalam menangani para penumpangnya. 

Dani Ramadhan, salah satu pengendara ojek disabilitas membagikan pengalamannya kepada Bola.com, Sabtu (6/10/2018). Pria asal Bogor itu mengatakan wajib tabah dalam menangani kaum berkebutuhan khusus.

"Terkadang ada kaum disabilitas yang tidak tahu mau diantar ke mana. Saya juga kerap menunggu teman mereka datang di gerbang masuk dalam waktu yang cukup lama. Jadi harus banyak sabar," kata Dani kepada Bola.com.

Dani mengaku ingin membantu para kaum disabilitas untuk menikmati Asian Para Games 2018. Sosok berusia 37 tahun itu mengklaim sudah merombak kendaraanya sejak lama agar ramah terhadap mereka. 

"Kami ditugasi oleh Kemensos untuk membantu para disabilitas. Kami ingin membantu sesama kaum disabilitas agar mereka bisa nyaman selama Asian Para Games ini. Saya bahkan sudah stand-by sejak pukul 07.00 pagi di sini," tutur Dani.

"Saya kebetulan ada komunitas dari Bogor yang khusus desain motor seperti ini. Ini tidak hanya untuk Asian Para Games saja. Jadi, memang dari awal saya sudah melakukan modifikasi seperti ini di motor," lanjut Dani.

Para pengunjung difabel bisa menaiki transportasi tersebut secara gratis dari depan pintu lima, enam, tujuh, dan 10 selama Asian Para Games 2018.