Sukses Asian Para Games 2018, Indonesia Percaya Diri Tatap Paralimpik 2020

Oleh Cakrayuri Nuralam pada 13 Okt 2018, 07:25 WIB
Diperbarui 13 Okt 2018, 07:25 WIB
Asian Para Games 2018

Jakarta - Atlet disabilitas Indonesia menuai sukses di Asian Para Games 2018. Ni Nengah Widiasih dan kawan-kawan mampu menjawab tantangan pemerintah yang menargetkan 16 medali emas.

Hingga Jumat (12/10/2018), kontingen Indonesia telah meraih 32 emas, 41 perak, dan 44 perunggu Asian Para Games 2018.

Prestasi itu membuat Ketua National Paralympic Committee (NPC) Indonesia, Senny Marbun optimistis menatap Paralimpik di Tokyo, Jepang, dua tahun mendatang.

"Di Paralimpik 2020, kita targetkan dua medali emas," ucap Senny di ruang konfrensi pers GBK Arena, Jakarta, Jumat siang.

Keyakikan Senny karena pemerintah sanggup memberikan semua fasilitas yang dibutuhkan untuk berprestasi di Jepang. NPC juga diberikan kebebasan dalam hal latihan dan pemakaian alat.

"Pak menteri (Menpora, Imam Nahrawi) sudah memberikan peralatan yang akan dibawa ke Solo untuk latihan. Itu akan membuat kami lebih hebat. Kami diberikan uang saku dan bebas memilih pelatih," ucapnya.

Grab selaku official mobile platform partner juga mendukung Asian Para Games 2018

2 dari 2 halaman

Harapan Menpora

Sementara itu, dengan keberhasilan Indonesia di Asian Para Games, Menpora berharap kesenjangan di antara penyandang disabilitas dan manusia normal kian berkurang.

"Perjuangan atlet Asian Para Games itu sama seperti yang lain. Mereka juga semangat juangnya luar biasa meski dengan kekurangannya," ucap Imam.

"Yang membanggakan, kekurangan itu bukan penghalang untuk mengharumkan negara. Ke depan, semua teman-teman disabilitas harus dibuka semua aksesnya, tidak hanya infrastruktur, di tempat yang sama juga harus diberikan akses yang sama," ujarnya menambahkan.

Menpora juga berharap, pemerintah dan swasta membuka mata lebar-lebar bahwa ada banyak penyandang disabilitas yang mempunyai potensi besar untuk negara.

"Momentum ini Asian Para Games bisa menjadi evaluasi bagai pemerintah, swasta menganai yang kurang. Meski mereka terbatas, mereka juga pantas bercita-cita bekerja sebagai deputi, menteri dan apa saja," katanya menutup perbincangan.

 

Lanjutkan Membaca ↓