Pekan 1 Liga Super China: Tak Ada Pemain China Cetak Gol

Oleh Nurfahmi Budi pada 08 Mar 2016, 09:40 WIB
Diperbarui 08 Mar 2016, 09:40 WIB
Jackson Martinez
Aksi penyerang Guangdong Evergrande, Jackson Martinez (kiri), beberapa waktu lalu. Martinez merasakan kekalahan pada partai pembuka Liga Super China, akhir pekan lalu. Reuters/Stringer

Bola.com, Guangzhou - Liga Super China (CSL) melakoni pertunjukkan pertama sejak akhir pekan lalu. Beberapa hasil mengejutkan terjadi di partai perdana. Uniknya, dari seluruh gol yang terjadi, tak ada satu pun pemain asli China yang mampu mencetak gol.

Pada pekan pembuka, sebanyak 15 gol tercipta dalam 9 pertandingan. Sayang, bintang-bintang tuan rumah gagal unjuk gigi dalam urusan merobek jala lawan. Pencetak gol didominasi pesepakbola yang berasal dari Amerika Selatan, Eropa dan Afrika.

Tercatat, hanya ada dua nama pencetak gol yang berasal dari Benua Asia, yakni Chen Po-liang dan Ha Tae-goon (Korea Selatan). Po-liang, gelandang asal klub Hangzhou Greentown ini datang dari Taiwan.

Ia mencetak gol, sekaligus menjadi penentu kemenangan 2-1 atas Changchun Yatai, pada laga yang diselenggarakan di stadion Yellow Dragon Sports Center, Hangzhou (6/3/2016).

Selain Po-liang dan Tae-goon, penyumbang gol pada partai pembuka antara lain bomber Chongqing Lifan, Fernandinho yang mencetak dua gol. Selain itu, ada juga Alex Teixera. Satu di antara pemain termahal di CSL tersebut membawa Jiangsu Suning membekap Shandong Luneng dengan skor 3-0, lewat sumbangsih dua gol.

Di luar dua pemain asal Brasil tersebut, pencetak satu gol ke gawang lawan antara lain Jackson Martinez (Guangzhou Evergrande/Kolombia), Gervinho (Hebei China Fortune/Pantai Gading), Ramires (Jiangsu Suning/Brasil), Ersan Gulum (Hebei China Fortune/Turki), Demba Ba (Shanghai Shenhua/Senegal) dan Osman Sow (Henan Jianye/Swedia).

Masih ada penyerang asal Australia, Tim Cahill, yang menyumbang gol untuk Hangzhou Greentown, Ibrahima Toure (Lioning Whowin/Senegal) serta Marcelo Moreno (Changchun Yatai/Bolivia)

Di sisi hasil, kejutan terjadi saat sang juara bertahan, Guangzhou Evergrande takluk di tangan Chongqing Lifan. Armada Luis Felipe Scolari hanya sanggup mencetak satu gol via Jackson Martinez pada menit ke-52. Sedangkan tuan rumah dua kali merobek gawang Zeng Cheng via aksi Fernandinho pada menit ke-32 dan 74'.

Tahun ini, LIga Super China sukses memantik perhatian dunia. Kompetisi yang diikuti 16 tim ini mampu menyerap 500 pemain, 18 persen di antaranya berstatus pemain asing. Total transaksi transfer menembus angka 268 juta pounds atau sekitar Rp 4,8 triliun. Hal yang perlu dicatat, rata-rata usia pemain ada di angka 26,5 tahun.

Pelatih Guangzhou Evergrande, Luiz Felipe Scolari mengakui ketatnya persaingan di CSL musim ini. Kekalahan di partai pembuka menjadi bukti, meski dirinya sudah menurunkan komposisi terbaik.

"Kalah di kandang lawan bukan alasan. Pelajarannya, musim ini kami harus bekerja lebih keras. Persaingan semakin keras, dan kami wajib bangkit di partai kedua," sebut Scolari, di situs resmi klub.

Pelatih Shandong Luneng, Mano Menezes, mengakui kalau apa yang dilakukan timnya adalah pelajaran berharga. Ia merasa, hasil negatif yang diterima di markas lawan, menjadi spirit tersendiri agar laga kedua kontra Liaoning Whowin (11/3) bisa menjadi milik mereka.

Sumber: csl.sina.com.cn

Saksikan cuplikan pertandingan dari Liga Inggris, Liga Italia, dan Liga Prancis dengan kualitas HD di sini