Ditahan Imbang Irak, Brasil Terancam Gagal Lolos dari Grup A

Oleh Nurfahmi Budi pada 08 Agu 2016, 10:10 WIB
Diperbarui 08 Agu 2016, 10:10 WIB
Neymar
Aksi striker Brasil, Neymar (atas) saat berusaha melewati adangan Alaa Ali, pada laga sepak bola Olimpiade Rio 2016, di Stadion Garrincah, Brasilia, Minggu (7/8/2016) atau Senin (8/8/2016) pagi WIB. Brasil ditahan imbang 0-0. (Reuters/Ueslei Marcelino)

Bola.com, Rio de Janeiro - Brasil kembali meraih hasil minor. Pada laga kedua Grup A cabang sepak bola Olimpiade Rio kontra Irak, di Estádio Nacional Mané Garrincha, Brasília, Minggu (7/8/2016) atau Senin (8/8/2016) pagi WIB, tuan rumah hanya sanggup menuai hasil imbang tanpa gol.

Hasil tersebut membuat Brasil hanya mengoleksi dua angka dari dua laga pada klasemen sementara Grup A. Sebelumnya, mereka juga meraih hasil imbang 0-0 saat 'menjamu' Afrika Selatan. Situasi tersebut membuat Brasil terancam gagal lolos ke fase knock-out. Pada laga terakhir, Neymar dkk akan bersua sang pemimpin klasemen sementara, Denmark, di Itaipava Arena Fonte Nova, Salvador (10/8/2016).

Tim Samba wajib menuai angka penuh jika tak ingin menjadi penonton lebih dini. Maklum, pesaing terberat mereka, Irak, hanya akan bersua Afrika Selatan. Jika Irak menang sementara Brasil seri atau kalah, wakil Asia tersebut akan melaju ke babak berikutnya.

Pada pertandingan yang dipimpin wasit Ovidiu Hațegan tersebut, Brasil menurunkan armada ofensif. Di lini penggempur, ada Felipe Anderson, Renato Augusto, Gabriel Jesus, Neymar dan Gabriel Barbosa. Pada babak kedua, mereka juga memainkan Luan serta Rafinha. Sayang, semuanya mentok.

Performa lini pertahanan Irak menjadi biang keladi kegagalan Brasil mencetak gol. Kiper Mohammed Hameed mendapatkan benteng tangguh seperti  Mustafa Nadhim, Ahmed Ibrahim, Dhurgham Ismail, Alaa Ali dan Amjed Attwan.Pada babak pertama, Brasil tampil agresif. Pada lima menit pertama, tercatat empat peluang menjadi milik tuan rumah.

Pada menit ke-2, aksi Gabriel Jesus tak berujung gol. Semenit berselang, tembakan kaki kanan Jesus juga gagal menerpa gawang.Pada menit ke-5, dua beluang Gabriel juga tak bisa menembus jala musuh. Asik menyerang, Brasil nyaris kebobolan. Sundulan Mohamad Abdul Raheem hanya melebar beberapa sentimeter saja dari gawang Brasil.

Brasil kembali mendapatkan peluang emas. Kali ini Neymar melakukan dua sepakan dalam kurung 10 menit. Pada menit ke-21, tembakan kaki kanan bintang asal Barcelona tersebut terlalu tinggi. Peluang kedua didapat Neymar melalui sundulan. Sayang, hanya melebar tipis di sisi kiri gawang lawan.

Gelandang Renato Augusto mendapatkan peluang terbaik pada menit ke-44. Sayang, sepakan kaki kanannya hanya menerpa mistar gawang. Babak pertama berakhir imbang 0-0.Pada babak kedua, kondisi tak berubah.

Brasil tetap tampil agresif dan menguasai pertandingan. Pada menit ke-64, mereka mendapatkan kans terbaik dari sepakan kaki kiri Gabriel. Sayang, aksi kiper Irak menggagalkan laju bola. Lalu semenit berselang, giliran tendangan kaki kiri Luan, dari luar kotak penalti, kembali diselamarkan penjaga gawang.

Sampai akhir pertandingan, beberapa peluang tercipta. Namun, tak ada satu pun yang berujung gol. Brasil tampil dominan dengan penguasaan bola mencapai 68 persen, berbanding 31 persen milik Irak. Tuan rumah juga melesakkan 6 tembakan tepat sasaran dari 20 percobaan.

Susunan Pemain:

Brasil: 1-Wéverton, 3-Rodrigo Caio, 4-Marquinhos, 6-Douglas Santos (13-William), 2-Zeca, 16-Thiago Maia, 17-Felipe Anderson (7-Luan), 5-Renato Augusto, 11-Gabriel Jesus (8-Rafinha), 10-Neymar, 9-Gabriel Barbosa

Pelatih: Rogério Micale (Brasil)

Irak: 12-Mohammed Hameed, 4-Mustafa Nadhim, 2-Ahmed Ibrahim, 15-Dhurgham Ismail, 17-Alaa Ali, 18-Amjed Attwan, 16-Saad Luaibi (5--Ali Faez), 14-Suad Natiq, 8-Mohannad Abdul-Rahim (7-Hammadi Ahmed), 6-Ali Adnan, 13-Sherko Kareem (11-Humam Tariq)

Pelatih: Abdul-Ghani Shahad (Irak)