4 Sejarah Duel Tim Amerika Latin dan Eropa di Final Olimpiade

Oleh Aditya Wicaksono pada 18 Agu 2016, 19:33 WIB
Diperbarui 18 Agu 2016, 19:33 WIB
Neymar
Ekspresi kapten timnas Brasil, Neymar, saat merayakan kemenangan atas Kolombia dalam perempat final sepakbola Olimpiade Rio 2016 di Corinthians Arena, Sao Paulo, Brasil, (13/8/2016). (Reuters/Paulo Whitaker)

Bola.com — Dua negara telah memastikan tempatnya pada laga puncak cabang olahraga sepak bola yang dipertandingkan pada Olimpiade Rio 2016. Tuan rumah Brasil yang mengundang keraguan pada awal penampilannya akan menghadapi negara dari Eropa, Jerman.

Brasil tampil meragukan ketika mencatatkan hasil imbang tanpa gol saat menghadapi Afrika Selatan dan Irak. Namun, pada laga penentuan fase grup, skuat besutan Rogerio Micale bangkit dan menjungkalkan Denmark dengan skor 4-0. Status juara Grup A pun diraih oleh Neymar dan kawan-kawan. 

Sama dengan Brasil, Jerman juga mencatatkan dua hasil imbang pada dua laga awal fase grup. Die Mannschaft menahan peraih medali emas pada Olimpiade 2012, Meksiko, dengan skor 2-2.

Timnas Jerman U-23 melenggang ke partai final Olimpiade Rio 2016 usai mengalahkan Nigeria di babak empat besar 2-0. (REUTERS/Fernando Donasci).

Pada pertandingan melawan Korea Selatan, Jerman bermain imbang dengan skor 3-3. Jerman baru mengamuk pada laga penentuan melawan Fiji dengan mencetak sepuluh gol dan mengakhiri laga dengan skor 10-0. Jerman pun lolos dengan status runners up Grup C.

Laga antara Brasil dan Jerman akan menjadi laga final keempat yang mempertemukan negara Amerika Selatan dengan negara Eropa selama perhelatan Olimpiade.

Berikut ini hasil pertandingan final Olimpiade yang mempertemukan negara Amerika Selatan dengan negara Eropa:

2 dari 4 halaman

Olimpiade 1924

Logo Olimpiade Paris 1924
Logo Olimpiade Paris 1924. (vectordiary.com)

1. Olimpiade Paris 1924: Uruguay 3-0 Swiss

Pertemuan pertama antara negara Amerika Selatan dan negara Eropa pada laga final Olimpiade terjadi pada 1924. Amerika Selatan diwakili Uruguay, yang saat itu sepak bolanya sedang berada di periode emas, sedangkan Eropa diwakili Swiss.

Uruguay mencapai laga final dengan sensasional setelah mencetak 17 gol dari empat pertandingan. Hector Scarone, Pedro Petrone, Pedro Cea dan Angel Romano menjadi pemain andalan La Celeste saat itu. Pada laga final Uruguay menundukkan Swiss dengan skor 3-0. Gol skuat besutan Ernesto Figoli dicetak oleh Petrone, Cea dan Romano.

Medali emas yang diraih Uruguay merupaka medali emas pertama mereka di cabang olahraga sepak bola. Pada Olimpiade berikutnya, yang berlangsung di Amsterdam pada 1928, Uruguay sukses mempertahankan statusnya sebagai juara.

3 dari 4 halaman

Olimpiade 1984

Logo Olimpiade Paris 1984
Logo Olimpiade Paris 1984 (Colorlib).

2. Olimpiade Los Angeles 1984: Prancis 2-0 Brasil

Pertemuan antara negara Amerika Selatan dan Eropa baru di laga final Olimpiade baru kembali terjadi pada 1984 di Los Angeles, Amerika Serikat. Les Bleus yang dilatih oleh Henri Michel menunjukkan performa yang bagus. Skuat Ayam Jantan menjadi juara di Grup A dan mengalahkan Mesir dan Yugoslavia dalam perjalanan menuju Final.

Sementara itu, Brasil yang menjadi juara Grup C, harus melewati Kanada dan satu di antara tim unggulan, Italia.

Pada laga final, Prancis sukses mengalahkan Brasil dengan skor 2-0. Gol Les Bleus dicetak oleh Francois Brisson dan Daniel Xuereb. Prancis pun medali emas pertama mereka di cabang olahraga sepak bola Olimpiade.

4 dari 4 halaman

Olimpiade 1988

Olimpiade 1988
Suasana pertandingan sepak bola pada Olimpiade 1988 di Seoul, Korea Selatan. (The Nation).

3. Olimpiade Seoul 1988: Uni Soviet 2-1 Brasil

Laga antara negara Amerika Selatan dan negara Eropa kembali terjadi empat tahun setelah Prancis menjadi juara. Pada Olimpiade 1984 yang berlangsung di Seoul, Korea Selatan, Brasil kembali mencoba peruntungannya untuk meraih medali emas.

Tim Samba diperkuat oleh calon bintang saat itu, seperti Romario dan Bebeto. Pada laga final, Tim Samba harus berhadapan dengan Uni Soviet. Setelah menyingkirkan tim unggulan seperti Argentina dan Jerman Barat, optimisme Brasil pun meningkat.

Brasil sempat unggul pada melalui gol Romario pada menit ke-30, namun Uni Soviet menyamakan kedudukan lewat penalti Igor Dobrovolski pada menit ke-61. Tidak ada pemenang saat waktu normal habis, laga pun dilanjutkan ke babak tambahan.

Pada babak tambahan Soviet mampu mencetak gol melalui Yury Savichev. Laga berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan Uni Soviet. Brasil pun harus gigit jari setelah kembali mendapat medali perak.

Sumber: Berbagai Sumber

Saksikan cuplikan pertandingan dari Liga Inggris, Liga Italia, dan Liga Prancis dengan kualitas HD di sini

Lanjutkan Membaca ↓