Prediksi Brasil Vs Argentina: Tensi Tinggi Beda Kasta

Oleh Nurfahmi Budi pada 09 Jun 2017, 06:45 WIB
Diperbarui 09 Jun 2017, 06:45 WIB
Argentina
Para pemain Argentina melakoni sesi latihan di Melbourne, Kamis (8/6/2017). Argentina akan bersua Brasil pada partai persahabatan internasional, petang ini WIB. (AFP/Saeed Khan)

Bola.com, Melbourne - Brasil bertemu Argentina pada pertandingan persahabatan internasional, di Melbourne, Australia, Jumat (9/6/2017) petang WIB. Pertemuan kedua tim membawa misi berbeda meski berada di tensi yang sama. Brasil sekadar merasakan kesempatan, sementara Argentina bertajuk 'kondisi darurat'.

Atensi utama laga ini tertuju pada kubu Argentina. Faktor Jorge Sampaoli menjadi yang pertama. Publik Argentina berharap kedatangan pelatih anyar tersebut bisa memberi sentuhan baru, sehingga Argentina bisa bermain lebih taktis dan konsisten.

Selain Sampaoli, magnet kedua adalah kepentingan Argentina yang kini berstatus 'gawat darurat'. Hal itu berlatar kondisi kritis Tim Tango pada perhelatan Kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Amerika Selatan.

Saat ini Argentina berada di peringkat lima klasemen sementara dengan koleksi 22 poin. Posisi dan angka tersebut membuat publik resah, karena Argentina terancam tak lolos langsung ke Rusia 2018. Posisi ke-5 memang tetap bisa melaju, tapi harus melakoni laga play-off yang tak mudah.

Beruntung, Argentina berselisih satu poin dari Cile dan Uruguay, yang berada di peringkat 4 dan 3. Argentina masih bisa mengejar posisi runner-up, yang kini ditempati Kolombia (24 poin).

Namun, semua perhitungan tersebut bakal lenyap begitu saja andai Argentina tak mampu bangkit. Kekalahan terakhir kontra Bolivia dengan skor 0-2, menjadi alarm yang harus diperhatikan Sampaoli.

Walhasil, sang entrenador baru tersebut sudah mewanti-wanti pasukannya agar tak membuang kesempatan saat bertemu Brasil di Melbourne Cricket Ground. "Setiap pertandingan adalah kesempatan bagi kami untuk menemukan formula. Kami mendapat tekanan, tapi saya percaya pasukanku bisa melepaskan diri, sekaligus membuktikan kelas mereka," tegas Sampaoli, di Buenos Aires Herald.

Tak ingin membuang peluang, Sampaoli memanggil seluruh penggawa terbaik Argentina, terutama mereka yang berkarier di Eropa. Magnet ada di lini depan, karena Sampaoli memanggil Lionel Messi, Paulo Dybala, Gonzalo Higuain dan Marco Icardi.

Bayangkan saja kombinasi di antara keempat bomber yahud tersebut. Total, kuartet tersebut mengumpulkan 131 gol sepanjang musim lalu dari berbagai ajang.

Lionel Messi berada di urutan teratas dengan koleksi 54 gol dari 52 partai, disusul Gonzalo Higuain (32 gol), Mauro Icardi (26 gol) dan Paulo Dybala (19 gol). Tak heran jika sisi ofensif menjadi fokus Sampaoli, yang berencana menggunakan formasi 3-4-2-1.

"Messi dan Dybala sangat penting bagi Argentina. Dua pemain tersebut memiliki gaya berbeda, dengan level imajinasi luar biasa. Saya pikir kedua pemain tersebut akan kompak, apalagi Messi punya jiwa pemimpin yang bagus," terang Sampaoli.

Sampaoli berencana memasang Messi dan Dybala secara bersamaan guna mendukung pergerakan Gonzalo Higuain atau Mauro Icardi. Lini tengah Argentina akan mendapat keseimbangan dengan permainan Ever Banega dan Lucas Biglia. Selebihnya, Tim Tango akan menggunakan banyak variasi pemain.

Ambisi Argentina mendapat respons 'melawan' dari kubu Brasil. Gelandang Willian mengakui, Brasil memang tak tampil dengan kekuatan terbaik, tapi ia memastikan bakal memersulit Argentina.

Menurut penggawa Chelsea tersebut, bertemu Argentina selalu memberi energi lebih bagi setiap pemain Brasil. Kondisi itu pula yang bakal terlihat saat kedua negara bentrok di Melbourne.

Brasil tak akan tampil tanpa beberapa pemain penting, seperti Neymar, Marcelo sampa Roberto Firmino. "Kehilangan Neymar memang menyulitkan, tapi kualitas Brasil akan menentukan. Kami memiliki banyak pemain hebat, tapi kami bakal menunjukkan itu di depan Argentina," tegas Willian.

Pelatih Brasil, Tite mengaku laga kali ini menjadi kesempatan bagi anak asuhnya untuk mengasah insting. Tim Samba tak memiliki agenda penting sampai putaran final Piala Dunia 2018. Mereka sudah lolos ke Rusia 2018, dan tak berpartisipasi pada ajang Piala Konfederasi 2017.

Brasil lolos ke Rusia 2018 setelah menuai 10 kemenangan pada 14 partai di pentas Kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Amerika Selatan. Posisi mereka aman untuk lolos langsung, meski pada sisa laga mengalami kekalahan.

Tite menganggap hal itu sebagai catatan khusus. Tak bermain kompetitif sepanjang tahun bakal memberi efek berbeda. Itu pula yang menjadi konsentrasi Tite.

"Saya memiliki waktu panjang, tapi bukan berarti menguntungkan. Kami harus belajar dari pengalaman dan tak terlena. Absen di Piala Konfederasi menjadi sisi minus, karena persiapan sangat minim," tegas Tite.

Tanpa Neymar, Roberto Firmino, Dani Alves, Marcelo dan Marquinhos, Brasil tak kehilangan sentuhan. Mereka masih memiliki David Luiz, Willian, Philippe Coutinho, serta duo Manchester City, Fernandinho dan Gabriel Jesus.

Sumber: Berbagai sumber

Saksikan cuplikan pertandingan dari Liga Inggris, La Liga, Liga Champions, dan Liga Europa, dengan kualitas HD di sini