Derby Berlangsung di Hari Kerja, Kebijakan AC Milan Dikecam

Oleh Liputan6.com pada 22 Mar 2018, 20:37 WIB
Diperbarui 22 Mar 2018, 20:37 WIB
Derby Milan
Bendera klub Inter Milan dan AC Milan tergantung di jalan Paolo Sarpi, sebuah lingkungan China di Milan, Italia (13/10). Inter Milan dan AC Milan akan bertanding pada 15 Oktober 2017. (AFP Photo/Miguel Medina)

Jakarta - Jadwal baru derby Inter Milan dan AC Milan kurang menguntungkan bagi pendukung kedua tim. Pasalnya, pertandingan bergulir pada hari kerja. . 

Derby Della Madonnina sejatinya digelar Minggu (4/3/2018). Namun pertandingan sarat gengsi ini terpaksa ditunda untuk menghormati kapten Fiorentina, Davide Astori yang meninggal dunia pada hari yang sama. 

Menyusul penundaan itu, situs resmi AC Milan lantas memberikan penawaran kepada para suporternya yang tidak dapat hadir menonton pada hari tersebut, berupa tiket pengganti untuk laga kandang AC Milan lainnya.

Namun, kubu Inter Milan protes. Sebab AC Milan sama sekali tidak memikirkan solusi bagi suporter mereka. 

Inter Milan pun lantas mempertanyakan soal bagaimana dengan fans mereka yang juga tidak dapat hadir. Kubu I Nerazzuri berharap, fans yang tidak dapat hadir dapat meminta uangnya dikembalikan.

Untuk memastikan hal itu bisa dilaksanakan, melalui situs resminya, Inter Milan menantikan tanggapan dari pihak AC Milan terkait hal tersebut.

“Perihal penjadwalan ulang #DerbyMilano yang akan dimainkan pada pukul 18.30 CET (waktu Italia) hari Rabu, 4 April, FC Internationale Milano mengumumkan bahwa klub menunggu pernyataan dari AC Milan soal kemungkinan mengembalikan uang fans yang membeli tiket untuk Secondo Anello Verde, mengingat tidak mungkin menawarkan mereka tiket alternatif untuk laga kandang I Rossoneri yang tersisa,” demikian bunyi pernyataan Inter Milan.

 

 

2 dari 2 halaman

CEO AC Milan Tak Senang

Derby Milan
Suasana jalanan di Paolo Sarpi, sebuah lingkungan China di Milan, Italia (13/10). Sunning grup adalah pemilik dari klub Inter Milan dan AC Milan dimiliki oleh Sport Investment Lux Group. (AFP Photo/Miguel Medina)

Sebelumnya, perubahan jadwal laga derby Milan ini mendapat kritikan dari CEO AC Milan, Marco Fassone. Ia lebih suka bila laga tersebut digeser ke akhir April atau awal Mei.

"Kami melakukan segalanya yang memungkinkan, menawarkan 25 April atau 1 Mei sebagai alternatif di mana kami bisa membuat jadwal di sore hari. Namun, peraturan dan pita merah memungkinan Inter untuk menolaknya dan mereka benar-benar tidak menyetujui ide tersebut,” katanya.

Fassone berharap, fans AC Milan bisa tetap hadir memberikan dukungan bagi timnya, meskipun 4 April merupakan hari kerja.

"Semoga fans bisa menanggapinya dengan sikap yang benar dan datang ke stadion. Kami ingin merasakan atmosfer seperti biasanya untuk laga Milan-Inter ini. Motivasi Inter adalah mereka akan melakoni pertandingan sulit di tanggal 29 April (lawan Juventus). Sehingga bagi mereka lebih nyaman main di tanggal 4 April. Saya tidak ingin membuat kontroversi, merekalah yang membuat pilihan,” Fassone menambahkan. (Abul Muamar)

 

Sumber: Liputan6.com

Lanjutkan Membaca ↓
Pesepakbola dengan gol Tendangan Bebas Terbanyak