Laporan dari Singapura: Jersey Parma Nomor 1 dan Pesona Buffon yang Tak Pernah Memudar

Oleh Wiwig Prayugi pada 29 Jul 2018, 07:10 WIB
Gianluigi Buffon ICC 2018

Laporan Jurnalis Bola.com, Wiwig Prayugi dari Singapura - Bola.com masih berada di Singapura, untuk meliput International Champions Cup 2018. Pada hari keempat, tiba saatnya saya meliput bigmatch antara Arsenal melawan Paris Saint-Germain di Stadion Nasional, Sabtu (28/7/2018) malam.

Satu peristiwa yang ditunggu banyak orang dalam laga itu adalah penampilan perdana Gianluigi Buffon sebagai kiper PSG.

Buffon mendapat sambutan meriah dari 50 ribu penonton di Stadion Nasional yang didominasi pendukung Arsenal. Tentu semua orang menunggu aksi debutnya di Les Parisien.

Buffon yang diresmikan PSG pada awal Juli lalu, kebobolan tiga gol dan ditarik keluar pada menit ke-73. Walau begitu, gol Mesut Ozil dan dua aksi brilian Alexandre Lacazette tak membuat Buffon kehilangan pesona. Ia juga beberapa kali melakukan penyelamatan gemilang.

Saat ditarik keluar, Buffon mendapat tepukan meriah dari penonton. Seusai pertandingan, Buffon pun masih dinanti oleh puluhan jurnalis di mix zone. Pasalnya, semenjak tiba di Singapura pada Rabu (25/7/2018), PSG belum menampilkan pemain yang berusia 40 tahun itu, pada sesi konferensi pers.

"Saya percaya bahwa pada periode ini sangat sulit untuk bermain dengan baik dan kami memiliki banyak pemain yang belum datang," kata Buffon merespons kekalahan 1-5 dari Arsenal.

Kehadiran Buffon di Singapura juga memikat fan Juventus. Mereka datang demi menyaksikan kiper legendaris itu berlaga, walau di klub berbeda.

"Sebagai pendukung Juve, saya sakit hati mendengarnya berpindah. Seharusnya ia pensiun dan mungkin berkarier sebagai pelatih di Juve. Tapi begitu melihatnya, oh well, saya langsung memaafkannya," kata seorang penggemar Gianluigi Buffon asal Malaysia, Mohd Ramdin Zahri.

2 of 2

Cerita Jersey Parma Nomor 1

Gianluigi Buffon
Gianluigi Buffon pada International Champions Cup 2018 di Singapura. (Photo by Thananuwat Srirasant/Getty Images for ICC)

Pandangan saya soal Buffon sedikit berbeda karena saya sudah lama tidak menggemari Juventus. Menurut saya, Buffon harus ke PSG untuk memulai masa depan baru, bermain pada usia 40-an dan mungkin beberapa tahun lagi pensiun lalu menjadi pelatih.

Well, Satu hal yang penting dari Buffon dalam sejarah hidup saya adalah jersey berwarna kuning-biru. Ya, seragam Parma nomor 1 berwarna kuning adalah jersey klub sepak bola pertama yang saya beli.

Pada waktu itu, tahun 1999, saya duduk di bangku SMA kelas 1. Tanpa ragu dan malu, saya mengenakan jersey yang kedodoran itu ketika bertanding basket pada classmeeting.

Juventus boleh saja menjadi bagian terpenting dalam karier Buffon selama 17 tahun. Tapi, Parma adalah klub pertamanya dengan cerita yang mengesankan.

Buffon bergabung dengan Akademi Parma pada tahun 1991 dan menjadi striker. Namun, di akademi itulah, takdir mengarahkannya untuk menjadi penjaga gawang.

Meski tak mampu memberikan gelar Serie A, Buffon memiliki peran penting dengan meraih tiga trofi seperti Coppa Italia 1998-1999, Supercoppa Italiana 1999, dan Piala UEFA 1998-1999.

Bertemu Gianluigi Buffon adalah satu di antara sekian banyak kegembiraan saya, ABG angkatan 1990-an. 

Lanjutkan Membaca ↓