Merasa Kecewakan Mesut Ozil, DFB Minta Maaf

Oleh Liputan6.com pada 20 Agu 2018, 00:07 WIB
Jerman, Piala Dunia 2018

Jakarta - Presiden Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB) Reinhard Grindel menegaskan pihaknya semestinya memberi banyak dukungan kepada Mesut Ozil, ketika gelandang itu menjadi sasaran "serangan-serangan rasis." Ia pun sempat menyampaikan permintaan maaf atas persoalan tersebut.

Seperti diketahui, Mesut Ozil (29) mengumumkan pengunduran diri dari timnas pada bulan lalu setelah Jerman tersingkir di Piala Dunia 2018. Ia menghadapi "rasisme dan tidak dihormati" karena akar Turkinya.

Ozil, yang merupakan pemain kunci saat Jerman menjuarai Piala Dunia 2014, menghadapi gelombang kritik karena berfoto dengan Presiden Turki Tayyip Erdogan pada Mei lalu.

Pada pernyataan pengunduran dirinya bulan lalu, Ozil, yang memiliki akar Turki, juga menuding DFB dan Grindel gagal melindungi dirinya saat terlibat masalah karena foto tersebut.

"Saya semestinya memposisikan diri dengan lebih jelas terhadap serangan-serangan rasis dari sejumlah sudut, dan saya semestinya meletakkan diri di depan Mesut Ozil," kata Grindel.

"Sejumlah serangan tidak dapat diterima. Saya semestinya memiliki kata-kata yang lebih jelas."

 

2 of 2

Dicemooh

Mesut Ozil, Timnas Jerman, Pensiun
Ozil dan kompatriotnya di timnas Jerman, Ilkay Gundogan, jadi sasaran kritik setelah berfoto bersama Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, sebelum berlangsungnya Piala Dunia 2018 di Rusia, Juni lalu. (AP/Thanassis Stavrakis)

Ozil dicemooh pada pertandingan-pertandingan terakhir timnas Jerman sebelum Piala Dunia. Dan, para penggemar Jerman meminta dirinya dicoret dari skuat terkait masalah foto itu.

"Saya meminta maaf ia merasa dikecewakan DFB," tambah Grindel.

Ozil merupakan salah satu kambing hitam untuk tersingkir paling awalnya Jerman di Piala Dunia selama 80 tahun di Rusia. Tim itu gagal menembus fase grup meski merupakan juara bertahan.

Bagaimanapun, Grindel berkata ia tidak pernah menyalahkan Oezil untuk kegagalan tersebut.

"Selalu jelas bagi saya bahwa kami menang bersama-sama dan kami kalah bersama-sama. Akan janggal untuk menyalahkan seorang pemain untuk tersingkirnya kami," kata pria 56 tahun itu, yang menjadi pemimpin DFB sejak 2016.

Lanjutkan Membaca ↓