Ini Kompetisi Ketiga Setelah Liga Champions dan Liga Europa

Oleh Nurfahmi Budi pada 11 Sep 2018, 19:16 WIB
Andrea Agnelli

Bola.com, Jakarta - Asosiasi Sepak Bola Eropa (UEFA) teru melakukan inovasi dari sisi turnamen antarklub se-Benua Biru. Satu di antaranya sudah tercetus, Selasa (11/9/2018) siang waktu Kroasia.

Menurut Presiden Asosiasi Klub Eropa (ECA), Andrea Agnelli, UEFA sudah sepakat bakal menciptakan kompetisi ketiga setelah Liga Champions dan Liga Europa. Agnelli enggan mengungkapkan apa nama kompetisi anyar yang bakal dimulai pada 2021.

Seperti dirilis Guardian, pada 2021 nanti, Eropa akan mengelola sekitar tambahan 96 klub yang akan mengikuti kompetisi ketiga tersebut. Selain itu, Agnelli memastikan, jenis kompetisi tersebut tidak akan memiliki tim-tim asal Premier League Inggris, La Liga Spanyol, Bundesliga Jerman, Serie A Italia atau Ligue 1 Prancis.

Agnelli mengakui, tujuan dari terbentuknya kompetisi ke-3 di kasta Eropa tersebut adalah kesetaraan dan kesempatan. Menurutnya, selama ini banyak klub-klub di bawah ECA yang ingin merasakan aroma Eropa, dan selalu gagal jika bersua tim-tim raksasa di Liga Champions maupun Liga Europa.

"Sudah mendapat lampu hijau dari komite eksekutif UEFA. Jadi, nantinya akan ada 96 klub pada 2021-2022, dan itu akan menjadi titik balik sebuah perubaham," jelas Agnelli, yang juga presiden Juventus. Kawasan Eropa tak lagi memiliki tiga kompetisi sejak penghapusan Piala Winner pada 1999.

Agnelli mengakui, model kompetisi sekarang sudah membutuhkan modernisasi. "Semua itu akan kami ciptakan pada 2024. Kami ingin ada penyegaran, dan itu akan menguntungkan bagi siapapun," tegasnya.

Selain pengumuman adanya kompetisi ke-3 di kawasan Eropa, Agnelli mengumumkan bakal terbentuknya aturan baru dalam Financial Fair Play. "Selama ini FFF berjalan baik, dan memberi efek positif. Kami akan menyempurnakan sesuai kondisi terkini," ujarnya.