Piala Asia 2019 Jadi Pertaruhan Akhir Pelatih Timnas Thailand

Oleh Aning Jati pada 13 Des 2018, 17:55 WIB
Thailand Vs Timnas Indonesia

Bola.com, Bangkok - Pelatih Timnas Thailand, Milovan Rajevac, dalam sorotan. Ia mendapat ultimatum dari Asosiasi Sepak Bola Thailand (FAT) untuk bisa memenuhi target yang ditetapkan di Piala Asia 2019, atau ia harus siap-siap angkat kaki.

FAT mengungkap, mereka masih bisa menerima pencapaian Timnas Thailand di Piala AFF 2018, yang tersingkir di semifinal. Hal itu lantaran FAT menyadari Tim Gajah Perang turun tanpa komposisi terbaik sehingga akan tak adil untuk langsung mengevaluasi hasil kerja Rajevac.

Meski, desakan mendepak Rajevac dari kursi pelatih sudah mulai disuarakan beberapa kalangan tak lama setelah Adisak Kraisorn cs. tersingkir di Piala AFF 2018. Kalangan itu juga menyatakan ketidakpuasan dengan permainan yang diusung Rajevac ke Timnas Thailand, yang cenderung defensif.

Merespons desakan itu, FAT bergeming. Mereka tetap ingin menunggu pencapaian Rajevac dalam membesut Timnas Thailand di Piala Asia 2019. Namun, hanya sampai sejauh itu kesabaran FAT.

Pada Piala Asia 2019, Rajevac sudah bisa memainkan tim terbaik karena empat pemain bintang yang absen di Piala AFF 2018, sudah kembali gabung. Belum lagi, gengsi Piala Asia jauh lebih tinggi dari Piala AFF. 

Alhasil, Piala Asia 2019 yang digelar di Uni Emirat Arab (UEA) pada 5 Januari-1 Februari 2019 akan jadi kesempatan terakhir bagi Rajevac. 

Somyot Poompanmoung, Presiden FAT, menegaskan mantan pelatih Timnas Ghana di Piala Dunia 2010 itu harus membawa Chanathip Songkrasin dkk. lolos dari babak penyisihan grup ke fase gugur.

"Rajevac akan dievaluasi setelah Piala Asia," kata Somyot.

"Piala AFF sudah masa lalu. Kami tak bisa melakukan apa pun terkait itu. Kami harus menatap ke Piala Asia," lanjutnya.

"Pelatih harus bisa mengantar Thailand ke babak kedua Piala Asia. Jika dia gagal menjalani tes ini, dia harus meninggalkan jabatannya," tegas Somyot.

Di Piala Asia 2019, Timnas Thailand tergabung di Grup A bersama India, Bahrain, dan tuan rumah UEA. Dua tim teratas dari enam grup plus empat tim runner-up terbaik akan lolos secara otomatis ke fase gugur.

Sumber: Bangkok Post