3 Pelatih yang Jadi Korban Keganasan Piala Asia 2019

Oleh Aning Jati pada 16 Jan 2019, 10:15 WIB
Piala Asia 2019

Bola.com, Jakarta - Piala Asia 2019 belum memasuki fase gugur karena masih berkutat di babak penyisihan grup. Ada yang sudah memastikan tiket ke fase 16 besar, ada yang masih harus berjuang menggenggam tiket yang tersisa agar kiprah mereka di turnamen sepak bola paling elite di Benua Asia ini bisa terus berlanjut.

Piala Asia 2019 digelar di Uni Emirat Arab (UEA) mulai 5 Januari hingga 1 Februari 2019. Ada 24 tim yang jadi peserta. Jumlah ini naik dari edisi sebelumnya, 2015, yang hanya 16 kontestan.

Sebagai imbas kenaikan jumlah peserta, fase gugur pun memberi kesempatan bagi lebih banyak tim. Ada 16 tim yang bisa tampil di putaran kedua, yakni dua tim peringkat teratas setiap grup plus empat tim peringkat ketiga terbaik.

Bandingkan dengan pada Piala Asia 2015, yang hanya membuka peluang buat dua tim teratas dari setiap grup (empat grup) untuk lolos ke perempat final.

Meski begitu, aroma persaingan tetap sengit. Sejak awal, saling sikut terjadi untuk mengamankan tiket ke fase 16 besar. Tak ada tim yang mau pulang lebih dulu. Mereka ingin bertahan selama mungkin.

Namun, tetap saja dari tim peserta yang gagal memenuhi target yang diharapkan. Dampaknya, harus ada yang bertanggung jawab. Pelatih kepala, dalam hal ini, kerap jadi pihak pertama jadi sasaran.

Hingga sejauh ini sudah ada tiga pelatih kepala yang harus menerima kenyataan pahit, meninggalkan jabatannya dalam penyelenggaraan Piala Asia 2019. Ada yang dipecat, ada pula yang mengundurkan diri karena merasa bertanggung jawab atas kegagalan menjawab target yang dibebankan pada tim asuhannya.

Siapa saja tiga pelatih itu? Berikut daftarnya.

Thailand Vs Timnas Indonesia
Pelatih Thailand, Milovan Rajevac, mengamati anak asuhnya saat melawan Timnas Indonesia pada laga Piala AFF 2018 di Stadion Rajamangala, Bangkok, Sabtu (17/11). Thailand menang 4-2 dari Indonesia. (Bola.com/M. Iqbal Ichsan)
2 of 4

Milovan Rajevac

Milovan Rajevac jadi pelatih pertama yang jadi korban keganasan Piala Asia 2019. Saat baru sekali mendampingi tim asuhannya, Timnas Thailand, Rajevac sudah harus menerima kenyataan pahit: dipecat.

Keputusan mendepak pelatih asal Serbia itu terjadi setelah Thailand secara mengejutkan kalah 1-4 dari India di laga perdana penyisihan Grup A (6/1/2019).

Hanya beberapa jam setelah kekalahan itu, Federasi Sepak Bola Thailand (FAT) memutuskan mendepak Rajevac. Keputusan itu dikabarkan diambil setelah melakukan pertemuan dengan pemain.

Padahal, FAT sebelum Piala Asia 2019, berujar baru akan mengalami keputusan memecat pelatih 65 tahun itu seandainya Timnas Thailand gagal melangkah ke fase gugur.

Namun, ternyata FAT dan pemain memiliki pemikiran tersendiri. Rajevac pun harus menerima keputusan itu dengan lapang dada dan tercatat sebagai pelatih pertama yang harus meninggalkan kursi panas saat Piala Asia 2019 berlangsung.

Timnas Thailand kini ditangani pelatih sementara, Sirisak Yodyadthai, yang semula berstatus asisten pelatih Rajevac. Mereka mampu bangkit, lolos ke 16 besar dengan hasil kemenangan 1-0 dan imbang 1-1 melawan Bahrain serta UEA.

Bernd Stange
Mantan pelatih Timnas Suriah, Bernd Stange. (AFP/Giuseppe Cacace)
3 of 4

Bernd Stange

Pelatih kedua yang terpaksa menerima kenyataan pemecatan selama penyelenggaraan Piala Asia 2019 adalah arsitek Timnas Suriah, Bernd Stange.

Stange dipecat setelah hasil tak meyakinkan Suriah dalam dua laga penyisihan Grup B. Dari dua laga, masing-masing melawan Palestina dan Yordania, Suriah hanya mengantongi satu poin (bermain 0-0 kontra Palestina).

Stange menangani Suriah sejak Februari 2018 dan memecat pelatih 70 tahun asal Jerman itu jadi opsi paling masuk akal untuk menyelamatkan kiprah Suriah di Piala Asia 2019.

Federasi Sepak Bola Arab Suriah lantas menunjuk mantan pemain, Fajr Ibrahim, sebagai pengganti Stange. Ibrahim juga pernah menukangi Timnas Suriah, kali terakhir pada Maret 2016.

Namun, pemecatan Stange serta penunjukkan Ibrahim tak berarti banyak. Pada laga terakhir penyisihan Grup B, Selasa malam WIB (15/1/2019), Suriah tetap gagal menang setelah kalah 2-3 dari Australia. 

Kekalahan itu membuat Suriah hanya mengemas poin satu dan dipastikan tersingkir dari Piala Asia 2019 karena menduduki dasar klasemen Grup B.

Stephen Constantine
Pelatih Timnas India, Stephen Constantine, saat memberi arahan pada tim asuhannya di Piala Asia 2019. (AFP/Khaled Desouki)
4 of 4

Stephen Constantine

Sama seperti Milovan Rajevac dan Bernd Stage, pelatih Timnas India, Stephen Constantine, juga meninggalkan tim asuhannya saat Piala Asia 2019. Namun, ia bukan dipecat melainkan mengundurkan diri sebagai bentuk pertanggungjawaban atas hasil yang dicatatkan India di Piala Asia 2019.

Timnas India sempat mengejutkan di awal penyisihan Grup A dengan membungkam Thailand 4-1 (6/1/2019), yang berujung pemecatan Rajevac. 

Namun, pada laga kedua, India menelan kekalahan 0-2 dari tuan rumah (UEA), sedangkan Thailand menang atas Bahrain. India wajib menang di laga terakhir Grup A, kontra Bahrain, untuk menjaga asa ke 16 besar.

Alih-alih menang, India justru takluk 0-1 dari Bahrain (14/1/2019). Kekalahan ini sangat menyakitkan karena terjadi lantaran penalti lawan pada menit ke-91.

Kekalahan itu memaksa India terbenam di posisi juru kunci Grup A, dan jadi tim pertama yang tersingkir dini dari Piala Asia 2019. Stephen Constantine pun memilih mundur.

"Saya merasa siklus saya di sini sudah selesai. Saya meninggalkan pemain di sini, di tempat jauh lebih baik ketimbang ketika saya tiba," kata Constantine dalam pernyataan pengunduran dirinya.

Pelatih asal Inggris itu menduduki kursi panas Timnas India, untuk kali kedua, pada 2015. Hingga ia mundur, banyak pencapaian apik yang dibukukannya, satu di antaranya membawa the Blue Tigers masuk 100 besar ranking FIFA.

Lanjutkan Membaca ↓