Reuni Gonzalo Higuain dan Mitos Nomor Punggung 9 di AC Milan

Oleh Achmad Yani Yustiawan pada 18 Jan 2019, 20:55 WIB
Selebrasi Higuain Usai AC Milan Taklukkan SPAL di San Siro

Jakarta - Striker AC Milan, Gonzalo Higuain, dikabarkan tinggal selangkah lagi bergabung dengan klub Liga Inggris, Chelsea. Di tempat barunya itu, Higuain akan bereuni dengan bekas pelatihnya di Napoli, Maurizio Sarri.

Higuain dilaporkan sudah bersiap untuk terbang ke London. Pemain asal Argentina itu, dilaporkan akan menjalani pemeriksaan medis di Chelsea.

Corriere dello Sport melaporkan, pemain yang dipinjam AC Milan dari Juventus ini, tinggal menyelesaikan formalitas medisnya dan penandatanganan kontrak.

Ada dua alasan yang menyebabkan Higuain ingin berganti tim. Pertama, Sarri memang sangat menginginkan bisa melatih lagi mantan anak asuhnya.

"Saya sangat merindukan Higuain. Saya merindukan dia karena dia akan terus mencetak gol sampai mati. Dia adalah mesin gol," cetus Sarri dilansir Football Italia.

Di sisi lain pelatih AC Milan, Gennaro Gattuso, juga membenarkan bahwa Higuain memang ingin keluar dan pindah ke Chelsea.

“Ketika seorang pemain membuat pilihan, sulit untuk meyakinkannya sebaliknya. Saya sudah banyak berbicara dengannya, tetapi sulit untuk memberikan saran," kata Gattuso.

Saksikan siaran langsung pertandingan-pertandingan Premier League, La Liga, Ligue 1, dan Liga Europa di sini.

2 of 3

Kutukan

Bintang Cedera
10. Alexandre Pato (AC Milan), jika tidak sering cedera mungkin dirinya tidak akan pernah dibuang oleh Rossoneri. Kemampuan skill yang luar biasa serta naluri mencetak golnya tertutup oleh seringnya The Duck cedera. (AFP/Franck Fife)

Namun, di balik kepindahan Higuain ini ada sisi menarik yang mengiringi kepergiannya. Mantan pemain Real Madrid ini, disebut-sebut tekena kutukan jersey bernomor punggung 9.

Kabarnya, pemain yang mengenakan seragam bernomor punggung 9 AC Milan akan membuat penggunanya tampil buruk. Dan, entah benar atau tidak El Pipita, panggilan lain Higuain hanya mencetak enam gol di seluruh ajang.

Contohnya, Alexandre Pato. Pada musim 2012-2013 ia hanya membukukan empat penampilan tanpa menorehkan gol.

Higuain saat pertama kali gabung AC Milan mengaku tak takut dengan kutukan semacam itu. "Saya sudah mengenakan beberapa jersey yang membawa beban berat, jadi jersey nomor sembilan di sini bukanlah masalah," kata Higuain seperti dikutip Reuters.

3 of 3

Mesin Gol

Jose Mourinho MU
3. Gonzalo Higuain (Napoli), jika tidak mendapatkan Ibra, bomber Argentina ini tentu akan dijadikan Mou sebagai solusi. Keduanya pernah bekerja sama di Real Madrid jadi potensi reuni berpeluang kembali terjadi. (AFP/Carlo Hermann)

Banyak kalangan menyebut penampilan Higuain di Chelsea bisa berkembang. Terutama peran Sarri, karena pernah berada di Napoli bersama-sama di musim 2015-2016.

Saat di Napoli, Higuain menjadi pemain menakutkan di lini belakang lawan. Buktinya, bermain 35 kali di Serie A musim itu, Higuain berhasil mencetak 36 gol sepanjang musim!

Ini adalah rekor, jumlah terbanyak gol dalam satu musim. Kecemerlangan ini kemudian membuat Juventus tertarik memboyong Higuain dengan mencatat rekor pembelian termahal klub Serie A.

Fabio Capello sebelumnya juga yakin Higuain ingin meninggalkan AC Milan. Capello menyebut Higuain ingin bersatu kembali dengan pelatih yang mengetahui kualitasnya dan itu bisa didapatkan di Chelsea.

“Namun, perasaan saya adalah bahwa Higuain ingin pergi dan bermain di bawah pelatih yang mengetahui kualitasnya," ujarmya.

Lanjutkan Membaca ↓