Pemilik Inter Milan Punya Startup Berlevel Unicorn

Oleh Reza pada 28 Feb 2019, 18:50 WIB
Gol Tunggal Mauro Icardi Bawa Inter Milan Tumbangkan AC Milan

Bola.com, Jakarta - Tiongkok merupakan penyumbang startup unicorn terbanyak di dunia. Jumlah startup unicorn di Tiongkok diprediksi sudah mencapai 164 dengan nilai gabungan US$ 628,4 miliar.

Dikutip dari artikel Tech World, Senin (18/2/2019), unicorn adalah sebuah perusahaan yang memiliki nilai valuasi lebih dari US$ 1 miliar hingga US$ 10 miliar (setara Rp 14 triliun hingga Rp 140 triliun).

Jumlah startup unicorn di Tiongkok melebihi Amerika Serikat (AS). Negeri Paman Sam memiliki 132 startup unicorn per akhir 2017, dengan nilai lebih dari US$ 700 miliar, dari hanya US$ 35 miliar pada 2009.

Salah satu unicorn terbesar di Tiongkok adalah Suning Sport. Dikutip dari berbagai sumber, Suning Sport mengakusisi kepemilikan klub besar Italia, Inter Milan. Dengan membeli semua saham milik Erick Tohir, membuat perusahaan itu menjadi pemilik tunggal Inter Milan.

Perusahaan itu memiliki lebih dari 1600 toko yang tersebar di lebih dari 700 kota di China. Pada Agustus 2015, Suning Sport mendapatkan suntikan dana senilai Rp 58,68 Triliun dari Alibaba.

Selain Inter Milan, Suning telah mulai menanamkan pengaruh mereka dengan memiliki Jiangsu Suning, klub yang bermain di Liga Super China.

Suning Sport menjadi salah satu startup terbesar asal Tiongkok. Di Indonesia sendiri, mempunyai 4 dari 7 unicorn di Asia Tenggara. Hal itu membuat Indonesia menjadi negara terbanyak penghasil unicorn di Asia Tenggara.

Padahal, Indonesia mempunyai perusahaan yang bertaraf Decacorn. Istilah itu berarti sebuah perusahaan startup yang memiliki valuasi senilai 10 miliar dolar atau lebih atau sekitar Rp 130 triliun atau lebih.

Nah, Grab sebagai startup jasa transportasi online mengkukuhkan sebagai perusahaan Decacorn dengan valuasinya senilai 10 kali dari unicorn dan pertama di Indonesia.  

Grab yang memulai bisnisnya pada tahun 2012 ini berhasil menjadi satu-satunya decacorn dan merupakan yang pertama di Asia Tenggara.

Pencapaian ini tentunya tidak mudah karena selama 7 tahun Grab membangun bisnis dan layanannya di 8 negara di Asia Tenggara. Grab menjadi Everyday SuperApp yang menyediakan berbagai layanan berkualitas dalam satu aplikasi.

Dengan layanan yang yang berikan oleh Grab, hal itu menjadikan aplikasi itu paling dibutuhkan oleh masyarakat. Mulai dari GrabBike, GrabTaxi, GrabFood, dan GrabExpress. Hal itu dimanfaatkan dalam sehari-hari. Mengusung filosofi platform terbuka, Grab menyatukan para mitra untuk membuat hidup lebih baik.

 

(Adv)