Dipugar, 5 Stadion Sepak Bola Ini Habiskan Biaya Ratusan Triliun

Oleh stella maris pada 01 Mar 2019, 16:32 WIB
Pesta Bola Rusia, Piala Dunia 2018, Saint Petersburg

Bola.com, Jakarta Meski gagal meraih kemenangan di Piala Dunia 2018, namun Rusia sudah memberikan yang terbaik pada kompetisi bergensi itu. Dunia boleh mengacungkan jempol untuk kesiapan Rusia menghadapi Piala Dunia 2018.

Salah satunya adalah kesiapan Rusia untuk membersikan kenyamanan pada para penonton sepak bola. Dikutip laman Sharp Magazine, negara yang dipimpin oleh Vladimir Putin itu menghabiskan dana tak sedikit untuk memugar stadion sepak bola di Rusia.

Lima stadion yang dipugar adalah Stadion Luzhniki yang dibangun pada 1956 dan selesai renovasi pada 2017. Stadion Novgorod Nizhny yang menjadi tempat perempat final Piala Dunia 2018.

Lalu Volgograd Arena yang dibangun di atas lahan yang dulu dikenal dengan nama Stadion Central. Ini adalah stadion yang sengaja dibangun untuk kepentingan Piala Dunia 2018.

Stadion Saint Petersburg yang sebelumnya sudah dibangun pada 2005. Namun karena ada mundurnya sponsor, akhirnya arena ini selesai pada 2017 dengan desain modern. Bagian atap transparan dan bisa dibuka dan ditutup dengan cara digeser.

Terakhir adalah Stadion Samara yang menarik perhatian dunia. Itu karena arena sepak bola ini didesain layaknya pesawat ruang angkasa, dengan kubah atau permukaan bangungan transparan.

Stadion ini diketahui dibangun dari gulungan baja gulung. Jumlahnya lebih dari 13 ribu baja gulung yang dimasukkan ke cangkang baja sebagai pelapis utama.

 

Grab
Peluncuran fitur baru di GrabExpress (Liputan6.com/Agustinus M.Damar)

Biaya yang dihabiskan untuk memperbaiki lima stadion di Rusia diketahui lebih dari USD10 miliar atau sekitar Rp140 triliun. Dalam waktu sekitar setahun, Rusia mengeluarkan uang dalam jumlah besar.

Kalau dihitung, uang tersebut setara dengan nilai statup level decacorn. Ya, perusahaan rintisan yang memiliki valuasi senilai USD10 miliar disebut decacorn.

Nah satu-satunya startup yang berada di level decacorn di Asia Tenggara adalah Grab. Pencapaian Grab sudah dimulai sejak diluncurkan pada 2012 yang mulai mencoba mengatasi masalah transportasi masyarakat dunia, khususnya di Asia Tenggara.

Grab yang menjadi everyday super app atau platform ini sangat mendukung segala kebutuhan. Mulai dari transportasi, seperti motor, mobil, dan taksi yang menjadi pilihan untuk memudahkan mobilisasi Anda.

Berbekal smartphone, Grab kini bukan hanya beroperasi di Indonesia saja, tapi juga di tujuh negara lain, seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, Cambodia, Myanmar, dan Filipina.

Jumlah pengunduh Grab pun mencapai lebih dari 138 juta dan layanannya tersebar di 336 kota. Melihat jumlah pengguna yang besar, tak heran jika Grab menjadi decacorn pertama di Asia Tenggara, dengan kualitas layanan terbaik, tarif bersahabat, dan membantu pengguna menjalani aktivitas dengan lebih efisien.

 

 

(Adv)