Ribuan Triliun Siap Dikucurkan untuk Piala Dunia 2020 di Qatar

Oleh stella maris pada 03 Mar 2019, 22:14 WIB
Para pemain Qatar merayakan gelar juara Piala Asia 2019 usai mengalahkan Jepang pada laga final. (AFP/Giuseppe Cacace)

Bola.com, Jakarta - Semua penggemar sepak bola di seluruh dunia sangat menantikan ajang Piala Dunia yang digelar setiap empat tahun sekali. Setelah Rusia menggelontorkan dana ratusan triliun untuk memugar stadion buat Piala Dunia 2018, kini giliran Qatar yang siap mengucurkan dana besar-besaran untuk Piala Dunia 2022. 

Dikutip laman The Guardian, tuan rumah Piala Dunia 2022 itu akan menghabiskan mega dana, yaitu sekitar USD200 miliar. Jika dikonversikan nilainya mencapai Rp2.832 triliun.

Dana tersebut nantinya akan digunakan untuk infrastruktur utama turnamen, seperti pembangunan dan renovasi stadion sepak bola. Diketahui ada sekitar 12 stadion berteknologi tinggi dengan daya tampung keseluruhan hingga 700 ribu kursi.

Selain stadion, Qatar juga membenahi bandara, rumah sakit, dan sejumlah fasilitas umum lainnya.

Bagaimana tidak besar uang yang dikeluarkan Qatar. Bahkan negara yang kaya cadangan gas itu menghabiskan uang sebesar USD500 juta atau sekitar Rp7 triliun per minggu, untuk menjalankan proyek Piala Dunia 2022.

 

Bikin Pengguna Makin Jatuh Cinta, Layanan Baru Grab Ini Wajib Kamu Coba
Grab Bikin Pengguna Makin Jatuh Cinta.

Namun bila dihitung-hitung terkait dana Piala Dunia 2022, Qatar telah membelanjakan USD100 ribu per kapita atau 1.825 kali lipat yang dipakai Afrika Selatan, saat perhelatan Piala Dunia 2010.

Dana sebesar itu juga bisa digunakan untuk mengakuisisi 20 startup decacorn kelas dunia. Nah apa startup decacorn?

Decacorn adalah istilah untuk startup dengan nilai valuasi lebih dari USD10 miliar (Rp 140 triliun). Di seluruh dunia baru ada sekitra 270 startup yang berhasil duduk di level ini. Itu karena, startup di level decacorn harus berdampak positif untuk banyak orang, sehingga investor kelas kakap mau menanamkan modal mereka.

Nah di Asia Tenggara, baru ada satu startup dengan level decacorn. Adalah Grab yang merupakan aplikasi penyedia layanan transportasi online. Grab memberi keuntungan di berbagai pihak, bukan hanya untuk penggunanya saja. Tapi juga mitra Grab pada khususnya. 

Hingga saat ini, Grab sudah tersebar di delapan negara, seperti Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Kamboja, Myanmar, dan Vietnam.

Di Indonesia, Grab beroperasi di 222 kota dari Sabang sampai Merauke. Grab juga terus berinovasi memberikan layanan untuk kebutuhan harian para penggunanya.

Bukan hanya jasa transportasi online (Grab Bike, Grab Car, Grab Taxi, GrabRent) saja. Grab juga memiliki banyak layanan, seperti Grab Express, GrabFood, GrabFresh. 

 

 

(Adv)