Dalam Urusan Gaji, Antara Pep Guardiola dan Mourinho Siapa yang Menang?

Oleh Reza pada 07 Mar 2019, 15:11 WIB
Intip Aksi Jose Mourinho dan Pep Guardiola di  Lapangan

Bola.com, Jakarta - Dalam sepak bola, manajer atau pelatih merupakan posisi yang vital. Pemegang jabatan ini memiliki pengaruh besar atas prestasi yang didapat klub dalam suatu pertandingan dan kompetisi. Kemampuannya menerapkan strategi menjadi kunci sebuah skuad tampil apik dalam setiap pertandingan yang dijalani.

Tak kalah dengan gaji para pemain sepak bola, ada beberapa pelatih yang mempunyai gaji tinggi karena punya strategi dan kemampuannya untuk membawa klub menjadi juara.

Berikut 3 pelatih yang mempunyai gaji tinggi.

1.      Pep Guardiola

Mantan pemain sekaligus pelatih Barcelona ini mendapat julukan ‘The Exceptional One’ yang dinilai sebagai pelatih bertangan dingin. Lihat saja, 3 klub yang sudah ia latih, mulai dari Barcelona, Bayern Muenhen, dan Manchester City tak luput dari trofi.

Terbaru, Pep Guardiola membawa Manchester City menjuarai Piala Carling 2019. Sejak menangani Manchester City, Pep mendapat bayaran sebesar 15 juta pound (Rp 274,42 miliar) per musim.

2.      Jose Mourinho

Pelatih asal Portugal ini masuk dalam pelatih elite dengan gaji tinggi. Walaupun saat masih menjadi manajer Manchester United prestasi Jose Mourinho belum gemilang, pelatih dengan julukan ‘The Special One’ masih menjadi incaran klub-klub besar Eropa.

Jose Mourinho mendapat bayaran sebesar 13,8 juta pound (Rp 252,46 miliar) ketika menangani Manchester United.

3.      Ernesto Valverde

Namanya memang belum seharum Pep Guardiola atau Jose Mourinho. Namun, siapa sangka, Ernesto Valverde pelatih Barcelona mampu bertengger di posisi ketiga dalam urusan gaji. Memiliki kontrak hingga 2022, Valverde mendapat bayaran sebesar 10 juta pound (Rp 182,94 miliar) per musim.

Pada musim perdananya, Valverde mengantarkan klub tersebut menjurai La Liga dan Copa del Rey.

Dengan gaji besar yang dimiliki tiga pelatih tersebut, bisa saja mereka investasi untuk menikmati masa pensiun atau mengumpulkan pundi-pundi kekayaan yang melimpah.

Salah satunya memberikan suntikan dana kepada perusahaan startup yang dinilai mempunyai prospek kedepannya.

Bicara startup, kini sudah ada perusahaan startup yang menyentuh level decacorn. Istilah tersebut merupakan istilah untuk perusahaan rintisan atau startup yang bernilai USD10 miliar. nilai valuasinya mencapai Rp140 triliun.

Kini, perusahaan jasa transportasi online, Grab menjadi startup menyandang predikat decacorn pertama di Asia Tenggara.

Sejak didirikan pada tahun 2012 sebagai layanan transportasi online, Grab kini telah hadir di 8 negara di seluruh Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Bukan hanya menawarkan jasa perjalanan, Grab kini menjadi Everyday SuperApp yang memperluas bisnisnya ke pengiriman makanan, dokumen atau paket barang, hingga hiburan.

 

 

(Adv)