Presiden AS Roma Berang Setelah Tersingkir dari Liga Champions karena VAR

Oleh Aditya Wicaksono pada 07 Mar 2019, 20:20 WIB
Diperbarui 07 Mar 2019, 20:20 WIB
Asa AS Roma ke Perempat Final Kandas
Aksi Diego Perroti pada leg kedua, babak 16 Liga Champions yang berlangsung di Stadion Do Dragao, Porto, Kamis (7/3). AS Roma kalah 1-3 kontra Porto (AFP/Miguel Riopa)

Bola.com, Roma - James Pallotta marah setelah AS Roma tersingkir dari Liga Champions. Giallorossi tersingkir setelah kalah dari FC Porto dengan skor 1-3 pada laga leg kedua babak 16 besar.

AS Roma membawa modal penting ketika bermain di kandang Porto. I Lupi menang 2-1 pada pertemuan pertama.

Pallotta merasa AS Roma seharusnya mendapat tendangan penalti akibat pelanggaran kepada Patrik Schick. Namun, setelah melihat VAR, wasit memutuskan untuk tidak memberikan penalti kepada AS Roma.

"Tahun lalu, kami meminta agar VAR digunakan di Liga Champions. Kami tersingkir di semifinal karena wasit membuat keputusan yang kontroversial," ujar Pallotta.

"Sekarang, mereka sudah menggunakan VAR dan kami tetap tersingkir karena kesalahan wasit. Kami merasa dirampok."

"Patrik Schick jelas dijatuhkan oleh Moussa Marega. Wasit berkonsultasi dan melihat VAR, lalu kami tak mendapat tendangan penalti."

"Saya sudah lelah dengan hal tersebut. Kami menyerah dan tidak lagi percaya dengan keadilan," ungkap Pallotta.

Kekalahan tersebut membuat posisi Eusebio Di Francesco sebagai pelatih AS Roma dispekulasikan. Claudio Ranieri disebut sebagai kandidat terkuat untuk menangani Giallorossi jika Di Francesco dipecat.

Sumber: Reuters

Saksikan siaran langsung pertandingan-pertandingan Premier League, La Liga, Ligue 1, dan Liga Europa di sini