Lionel Messi Lagi, Kapan Berakhir?

Oleh Nurfahmi Budi pada 17 Apr 2019, 11:51 WIB
Barcelona

"Selalu bisa mengeluarkan kita dari masalah. Keberuntungan buat kami,"

KALIMAT langsung tersebut keluar dari mulut Ernesto Valverde, sesaat setelah Barcelona melaju ke babak semifinal Liga Champions musim ini. Valverde mengimbuhkan gambaran dari apa yang terucap darinya dengan gestur 'menghamba' sekaligus berharap.

Bukan tanpa alasan jika 'mengeluarkan kita dari masalah' menjadi jargon utama Valverde ketika berhadapan dengan sosok bernama Lionel Messi. Yup, Lionel Messi kembali menjadi sumber suka ria Barcelonistas, sekaligus malapetaka bagi para penggemar Manchester United.

"Terima kasih Tuhan, karena telah mengirimkan Leo untuk Barcelona. Andai tidak, kami akan selalu mengalami kesulitan yang entah siapa bisa membereskan itu" tulis seorang Barcelonistas, seperti dirilis Barca Blaugrana.

Ungkapan dari bibir Valverde dan curhatan seorang penggemar tersebut menjadi representasi kadar kehebatan Leo Messi. Pada sisi lain, hal itu juga memertegas ketergantungan Barcelona terhadap Messi, yang sampai sekarang belum ditentukan siapa pemegang tongkat estafet berikutnya.

Tentu, sebuah dilema bagi Barcelona jika Valverde atau siapapun pelatih El Barca, selalu mengeluarkan statement seperti pada awal tulisan ini. Marabahaya bisa berbuah petaka panjang andai Barcelona selalu memberikan nasib mereka kepada seorang Lionel Messi.

Usaha sudah diretas Barcelona untuk mencoba mencari pengganti peran seorang Lionel Messi. Tadinya, publik berharap Neymar bisa bertahan dan bakal mengenakan kostum bernomor 10. Sayang, bintang asal Brasil tersebut seolah tak tahan dengan atmosfer kebintangan Messi yang sepertinya sudah ditembus dalam waktu pendek.

 

2 of 5

Mencari Tipikal

Lionel Messi
Lionel Messi. (AFP/Josep Lago)

Lalu, manajemen Barcelona sudah mencari beragam tipikal pemain, termasuk merekrut beberapa bintang muda dari kawasan Asia dan Afrika, guna mendapat pendidikan di La Masia. Sayang, sampai sekarang nyaris tak muncul dari jajaran Barcelona B ataupun level juvenil El Barca, yang bisa memberikan banyak kontribusi.

Namun, sebelum mengarah ke masa depan, sosok Lionel Messi memang terlihat istimewa pada pertandingan kontra Manchester United, dini hari tadi. Tak heran jika Valverde melanjutkan komentarnya tersebut. "Dia anugera bagi kami," ucapnya, sembari tersenyum.

Anugerah. Yup, kata anugerah menjadi bagian inti dari pernyataan Valverde. Ia seperti mengulangi ucapan para fans Juventus ketika kedatangan Alessandro Del Piero, komentar Milanisti saat menghormati kesetiaan keluarga Baresi, atau Arsenal kala menerima Dennis Bergkamp atau Thierry Henry.

Messi, setelah sempat dianggap tak memiliki kaki sempurna semasa kecil, justru 'menyempurnakan' penampilan Barcelona. Setidaknya, Messi sanggup membuat Barcelona berhasil tampil dominan, sekaligus membuktikan gol Luke Shaw di Old Trafford hanya berstatus 'keberuntungan' bagi El Barca.

Sama seperti menjadi inti Barcelona kala membekap Olympique Lyon, Lionel Messi tampil tregginas. Ia tak menyia-nyiakan, atau mungkin panas mendengar komentar para bek Manchester United, sehingga memanfaatkan kesempatan untuk unjuk gigi lagi.

Level 'kesaktian' Sang Messiah benar-benar muncul. Sepanjang pertandingan, Messi mampu melakukan 103 sentuhan bola, level akurasi umpan di angka 86 persen dengan sirkulasi 78 umpan. Selain itu, Messi mengirim 7 tembakan, dengan dua di antaranya berbuah gol.

Dua gol pada menit ke-16 dan 20' tersebut menunjukkan insting tajam Lionel Messi. Ketajaman tersebut bukan sekadar presisi dalam menembak, melainkan mencari ruang di antara segerombolan bek Manchester United.

 

3 of 5

Insting Leo

Barcelona Vs Manchester United
Striker Barcelona, Lionel Messi, melakukan tendangan salto saat melawan Manchester United pada laga Liga Champions 2019 di Stadion Camp Nou, Selasa (16/4). Barcelona menang 3-0 atas Manchester United. (AP/Joan Monfort)

Hal itu bisa terlihat dari gol proses gol pertama Barcelona ke gawang Manchester United. Sukses mencuri bola. Messi langsung berpiki mencari penempatan diri agar si kaki kiri bisa leluasa mengarahkan bola.

Situasi rumit tersebut terselesaikan dengan imajinasi tinggi seorang Messi. Ia sengaja melepas bola agak jauh dari jangkauan guna menciptakan ancang-ancang dan ruang tembak sempurna. Nyatanya, hal itu menjadi kenyataan, dan sepakan kaki kiri pria berusia 31 tahun tersebut tak sanggup diadang David De Gea.

Gol kedua Messi bisa jadi didapat berkat bantuan keberuntungan karena kesalahan David De Gea. Namun, sekali lagi, ia sangat pintar dalam menentuk keputusan. Lihat saja, ketika berhasil mencuri bola, ia sedikit mengecoh Fred, lalu menyejajarkan diri dengan Phil Jones, sebelum akhirnya menggunakan kaki kanan untuk menunjukkan 'kesalahan fatal' De Gea.

Mau tahu lagi level imajinasi Messi?. Simak saja kala proses awal gol ketiga Barcelona yang dicetak Philippe Coutinho pada menit ke-61. Semua itu berawal dari akurasi umpan jauh Lionel Messi, yang mengirim umpan dadakan ke area kanan pertahanan Manchester United.

Umpan matang tersebut tepat mengarah ke pergerakan Jordi Alba, yang memantulkan bola tersebut ke Coutinho. Nama terakhir membuat David De Gea tak berdaya untuk kali ketiga, setelah sepakan kaki kanannya mengirim bole via jalur parabolik ke pojok kiri atas gawang sang kiper asal Spanyol tersebut.

Walhasil, pesona Lionel Messi yang memancar sepanjang pertandingan memberi bukti kelas Sang Messiah yang selalu terjaga sepanjang berkarier di Camp Nou. Dua gol ke gawang Manchester United menjadi koleksi ke-45 dari 42 pertandingan sepanjang musim ini. Selain itu, 10 gol di pentas Liga Champions membuatnya berstatus top skorer sementara.

 

4 of 5

Langganan ke Gawang Manchester United

Barcelona Vs Manchester United
Striker Barcelona, Lionel Messi, berusaha melewati pemain Manchester United pada laga Liga Champions 2019 di Stadion Camp Nou, Selasa (16/4). Barcelona menang 3-0 atas Manchester United. (AP/Joan Monfort)

Bagi Lionel Messi, gawang Manchester United memang tak asing lagi. Setidaknya, sejarah membuktikan Messi pernah merobek gawang The Red Devils, yakni pada2009 dan 2011. Selain itu, kapasitas Messi sebagai starter membuat Barcelona tak pernah kalah di Camp Nou sejak 2009.

Kapasitas Messi sebagai tukang jebol gawang tim asal Inggris tak terbantahkan. Selain 4 gol ke gawang Manchester United, beberapa tim raksasa lain asal Premier League pernah menjadi korban, seperti Arsenal (9 gol), Manchester City (6 gol), Chelsea (3 gol) dan Tottenham Hotspurs (2 gol).

"Saya harus mengatakan, jujur saja, Lionel Messi adalah pemain berkualitas tinggi dan dia bisa menjadi pembeda, sekaligus pesepak bola yang beda. Saat kedudukan 2-0 untuk Barcelona, pertandingan telah selesai," sebut Ole Gunnar Solskjaer, Manajer Manchester United, seperti dirilis BT Sport.

Barcelona adalah Lionel Messi, serta Lionel Messi adalah Barcelona, mendapat penegasan sepanjang musim ini. Setidaknya, Lionel Messi mampu memecah kebuntuan kala tak pernah mencetak gol pada perempat final Liga Champions sejak April 2013. Artinya, dua gol ke gawang Manchester United menghentikan 12 laga tanpa gol, dan 50 tembakan di fase 8 besar, yang selama ini tak berujung robekan jala lawan.

Kiprah Lionel Messi di pentas Liga Champions musim ini sekaligus membawa Barcelona menambah catatan manis. Mereka menjadi tim terbaik Spanyol daam urusan melangkah ke semifinal. Total, Barcelona merasakan 12 musim secara beruntun ada di fase empat besar.

 

5 of 5

Komentar Lionel Messi

Barcelona Vs Manchester United
Kiper Manchester United, David De Gea, gagal menghalau bola tendangan striker Barcelona, Lionel Messi, pada laga Liga Champions 2019 di Stadion Camp Nou, Selasa (16/4). Barcelona menang 3-0 atas Manchester United. (AP/Manu Fernandez)

Leo Messi sendiri tak menyangkal kalau permainannya terlecut dari keraguan publik terhadap penampilan Barcelona pada pertemuan pertama di Old Trafford. "Performa yang spektakuler. Inilah kami yang sesungguhnya," tegasnya.

Uniknya, Leo Messi menganggap Barcelona bukan tanpa masalah besar. Hal itu terlihat pada lima menit awal, saat Barcelona masih dingin dan gugup. Semua itu reda dan kembali normal setelah lesakan tendangan kaki kirinya menaklukkan David De Gea.

"Golnya membuat pertandingan berubah. Saya tak ingin memaklumi Manchester United, karena memang kami punya Messi dan mereka tak memiliki," tegas Valverde.

Namun, tentu saja ucapan Valverde tersebut harus memiliki implikasi pada persiapan regenerasi. Maklum, setelah kontrak selesai pada medio 2022, karier dan penampilan Messi tentu tak akan sama lagi.

"Dia punya kelas berbeda, dan saya bisa memastikan Messi, serta Ronaldo, adalah pemain terbaik dalam satu dekade terakhir. Kali ini, saya harus merasakan kualitas Messi," ungkap Ole Gunnar Solskjaer.

Solskjaer berharap, sosok Lionel Messi bakal hadir lagi. Setali tiga uang, deretan Barcelonistas juga ingin ada Messi-Messi lagi yang bakal memberi kegembiraan di Camp Nou.

Sumber: BBC, Opta, Sky Sports

Lanjutkan Membaca ↓