Faktor yang Membuat Barcelona, PSG, Juventus, dan Bayern Munchen Digdaya di Liga

Oleh Rizki Hidayat pada 28 Apr 2019, 18:30 WIB
FC Barcelona Juara La Liga

Bola.com, Jakarta - Tiga klub top Eropa, Barcelona, Paris Saint-Germain, dan Juventus telah memastikan gelar juara liga pada musim ini. Sementara itu, Bayern Munchen segera menyusul kesuksesan Barca, PSG, dan Juve.

Los Cules baru saja memastikan titel juara La Liga yang ke-26. Kemenangan 1-0 atas Levante di Camp Nou pada laga pekan ke-35 La Liga, Sabtu (27/4/2019), membuat posisi Barcelona di puncak klasemen tak tergoyahkan.

Mereka mendulang 83 poin, unggul sembilan angka atas Atletico Madrid yang berada di peringkat kedua. Dengan pertandingan yang menyisakan tiga laga, Barca mustahil tergusur dari puncak klasemen La Liga, karena unggul head to head atas Atletico.

Sementara itu, Paris Saint-Germain mengamankan trofi Ligue 1 musim ini setelah membungkam AS Monaco dengan skor 3-1 pada laga pekan ke-33 Ligue 1 di Parc des Princes, 21 April 2019.

PSG kukuh di peringkat teratas dengan nilai 84 hasil dari 33 pertandingan, unggul 19 poin atas Lille di urutan kedua. Lille tak mungkin lagi mengejar koleksi angka Les Parisiens, karena musim ini menyisakan lima laga, yang berarti hanya bisa meraih maksimal 15 poin.

Beralih ke Serie A, Juventus masih belum terbendung. I Bianconeri berhasil merengkuh Scudetto yang kedelapan secara beruntun. Juve mengamankan titel juara liga musim ini pada pekan ke-33, setelah menang 2-1 atas Fiorentina di Allianz Stadium, 20 April 2019.

Saat ini, Juventus berada di puncak klasemen sementara Serie A dengan nilai 88 hasil dari 34 laga. Mereka unggul 21 poin atas Napoli di tempat kedua dan baru menjalani 33 pertandingan.

Sementara itu di Bundesliga Jerman, Bayern Munchen semakin dekat dengan status juara. Sempat terseok-seok pada awal musim ini, Die Bayern masih bercokol di posisi teratas klasemen Bundesliga.

Mereka mengoleksi 70 poin hasil dari 30 laga. The Bavarians unggul satu angka atas Borussia Dortmund yang berada di peringkat kedua, dan sudah menjalani 31 pertandingan.

Andai berhasil meraih kemenangan atas FC Nurnberg di Max-Morlock-Stadion, pada laga pekan ke-31, Minggu (28/4/2019), Bayern bakal unggul empat poin atas Dortmund. Mereka hanya membutuhkan dua kemenangan lagi untuk merengkuh trofi Bundesliga yang ke-29.

Dominasi Barcelona, Paris Saint-Germain, Juventus, dan Bayern Munchen di kompetisi domestik memang sulit dibendung para rivalnya. Lantas, faktor apa saja yang membuat keempat klub tersebut begitu digdaya? Berikut ini adalah ulasannya.

Saksikan siaran langsung pertandingan-pertandingan Premier League, La Liga, Ligue 1, dan Liga Europa di sini

 

 

2 of 5

Barcelona: Faktor Lionel Messi

Lionel Messi
Lionel Messi dan trofi La Liga 2018-2019 yang diraih Barcelona. (AFP/Pau Barrena)

Tak bisa dipungkiri Lionel Messi adalah kartu AS buat Barcelona. Bahkan, ketika La Pulga tak bermain, Barcelona kesulitan merengkuh kemenangan.

Hal itu terlihat pada musim ini. Messi berhasil mencetak 46 gol dari 45 pertandingan di seluruh ajang kompetisi. Jumlah itu membuat kapten timnas Argentina tersebut bercokol di puncak daftar pencetak gol terbanyak El Barca.

Berkat kontribusi Lionel Messi, skuat Catalan sukses merengkuh delapan gelar dari 11 musim terakhir di La Liga. Barcelona hanya gagal keluar sebagai juara pada musim 2011-2012 dan 2016-2017 yang dirah Real Madrid, dan musim 2013-2014 yang menjadi milik Atletico Madrid.

"Sangat jelas, Messi adalah dasar dari semua ini," kata pelatih Barcelona, Ernesto Valverde, setelah memastikan gelar La Liga musim ini.

"Ini era yang ditandai dengan kesuksesan di La Liga buat klub. Pelatih dan pemain boleh datang, pergi, dan berkontribusi, tapi jika harus ada satu nama di atas yang lain, itu adalah Leo," imbuhnya.

3 of 5

Paris Saint-Germain: Uang Berbicara

Paris Saint-Germain
Paris Saint-Germain berhasil merengkuh trofi juara Ligue 1 musim ini, setelah meraih kemenangan 3-1 atas AS Monaco pada laga pekan ke-33 Ligue 1 Prancis, di Parc des Princes, Minggu (21/4/2019). (AFP/FRANCK FIFE)

Paris Saint-Germain dulunya merupakan klub yang prestasinya biasa-biasa saja di Ligue 1 Prancis. Mereka tak mampu membendung laju Olympique Lyon, dan kalah bersaing dengan Olympique Marseille, Lille, dan Bordeaux dalam perburuan trofi juara liga.

Namun, sejak saham mayoritas diakuisisi Qatar Sports Investments pada 2011, PSG bertransformasi menjadi kekuatan baru di Prancis dan Eropa. Berbekal kekuatan uang dari Timur Tengah, Les Parisiens berhasil memboyong sejumlah pesepak bola top ke Parc des Princes.

Beberapa pemain bintang yang berhasil digaet manajemen PSG adalah Zlatan Ibrahimovic, Thiago Silva, Edinson Cavani, Neymar, hingga Kylian Mbappe. Tak kurang dana 1 miliar euro (Rp 15 triliun) dikeluarkan Paris Saint-Germain untuk mendapatkan pemain kelas 1.

Hasilnya, 21 trofi domestik sukses direngkuh PSG dalam tujuh musim terakhir. Dari 21 gelar tersebut, enam di antaranya adalah titel juara Ligue 1 Prancis.

4 of 5

Juventus: Anti Krisis

Juventus Vs Fiorentina
Para pemain Juventus merayakan gelar juara Serie A 2019 usai menaklukkan Fiorentina di Stadion Juventus, Sabtu (20/4). Juventus menang 2-1 atas Fiorentina. (AFP/Isabella Bonotto)

Klub-klub di Serie A mengalami krisis dalam delapan musim terakhir. Dua klub asal kota Milan, AC Milan dan Inter Milan, seperti kehilangan taji setelah ditinggal presiden terdahulu, Silvio Berlusconi (AC Milan) dan Massimo Moratti (Inter Milan).

Kedua klub tersebut tengah berusaha bangkit di bawah kepemilikan baru. Saham mayoritas Milan dikuasai Elliot Advisors, sedangkan Inter dimiliki Suning Holdings Group.

Akan tetapi, hal tersebut tak terjadi pada Juventus. Meski sempat terdegradasi ke Serie B akibat skandal Calciopoli pada 2006, laju I Bianconeri tak terbendung sejak 2011-2012.

Suntikan dana dari keluarga Agnelli membuat Juve mampu membeli nama-nama tenar. Sementara itu, klub-klub Italia lainnya lebih sering meminjam pemain dari klub lain.

Hasilnya, Juventus merengkuh 16 titel juara dalam delapan musim terakhir, termasuk trofi Serie A yang didapat secara beruntun. Meski begitu, Juve masih belum mampu memperlihatkan taringnya di Liga Champions. Terakhir kali mereka keluar sebagai juara adalah pada musim 1995-1996.

5 of 5

Bayern Munchen: Kekuatan Ekonomi

Bayern Munchen
Bayern Munchen menjuarai Bundesliga Jerman musim ini setelah memetik kemenangan 4-1 atas FC Augsburg pada laga pekan ke-29 di WWK Arena, Sabtu (7/4/2018) waktu setempat. (AP Photo/Matthias Schrader)

Die Bayern memiliki kekuatan ekonomi yang jauh lebih baik dibandingkan klub-klub lain di Bundesliga. Alhasil, The Bavarians mampu membajak pemain dari klub Bundesliga lainnya.

Tawaran gaji tinggi plus raihan trofi juara menjadi faktor penentu keberhasilan Bayern Munchen menggaet pemain dari para pesaingnya. Borussia Dortmund menjadi satu di antara klub yang pemainnya kerap dibajak oleh Bayern.

Beberapa pemain Die Borussen yang menerima tawaran Bayern Munchen adalah Robert Lewandowksi, Mario Gotze, dan Mats Hummels. Dengan kekuatan ekonomi yang dimiliki, Bayern berhasil menguasai kompetisi domestik.

Dalam 15 musim terakhir, Bayern Munchen berhasil merengkuh 10 trofi Bundesliga Jerman. Andai kembali keluar sebagai juara, itu bakal menjadi gelar ke-11 Die Roten dari 16 musim.

Sumber: Marca

Lanjutkan Membaca ↓