Jelang Liverpool Vs Barcelona, Inilah 5 Comeback Terbaik dalam Sejarah Liga Champions

Oleh Benediktus Gerendo Pradigdo pada 07 Mei 2019, 21:30 WIB
Diperbarui 09 Mei 2019, 14:18 WIB
Dua Gol Lionel Messi Antar Barcelona Taklukan Liverpool

Bola.com, Jakarta - Liverpool akan menghadapi Barcelona di laga leg kedua semifinal Liga Champions. Namun, The Reds punya tugas yang berat saat menjamu Blaugrana di Anfield, Rabu (08/5/19) dini hari WIB, di mana mereka harus membalik ketertinggalan 0-3 di leg pertama untuk bisa melangkah ke partai puncak Liga Champions.

Liverpool sudah tertinggal 3-0 dari Barcelona pada leg pertama. Mereka menyerah karena dua gol yang dicetak Lionel Messi dan satu tambahan dari Luis Suarez di Camp Nou.

Hasil itu membuat Barcelona menginjakkan satu kaki mereka menuju partai puncak Liga Champions. Tim asuhan Ernesto Valverde itu hanya butuh hasil imbang saja di Anfield untuk lolos ke final.

Sementara itu, Liverpool harus bisa menang dengan selisih 4 gol atas Barcelona untuk lolos ke final. Itu tentu saja bukan tugas yang mudah buat pasukan Jurgen Klopp. Apalagi Liverpool tidak dalam kekuatan terbaiknya saat menjamu Barcelona karena absennya Mohamed Salah dan Roberto Firmino.

Namun, Liverpool tidak boleh patah semangat. Sebab, peluang The Reds untuk melaju ke final masih belum sepenuhnya tertutup. Dalam sejarah Liga Champions, ada beberapa momen luar biasa yang dibuat oleh tim yang sudah tertinggal untuk akhirnya menang atau lolos ke fase selanjutnya.

Sumber: Bola.net

2 dari 6 halaman

Real Madrid 1-4 Ajax (2019)

Bantai Real Madrid, Ajax Melaju ke Perempat Final Liga Champions
Para pemain Ajax Amsterdam melakukan selebrasi usai mengalahkan Real Madrid pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, Spanyol, Selasa (5/3). lolos ke perempat final Liga Champions. (GABRIEL BOUYS/AFP)

Ajax adalah tim kejutan pada babak penyisihan Liga Champions musim ini. Mereka mampu menahan imbang Bayern Munchen dua kali. Namun demikian, mereka tak berdaya ketika bertemu juara bertahan Real Madrid setelah takluk 2-1 pada pertandingan pertama babak 16 besar di Amsterdam.

Namun, hasil yang sangat mengejutkan terjadi di Santiago Bernabeu. Hakim Ziyech mencetak gol pembuka di awal pertandingan sebelum pemain sayap David Neres keunggulan atas Los Blancos. Namun, pertandingan ini milik satu orang: Dusan Tadic.

Sang playmaker mencetak gol ke gawang Thibaut Courtois setelah sebelumnya membuat assist untuk gol Ziyech dan Neres. Gol hiburan dari Marco Asensio tidak cukup bagi Madrid karena Ajax bisa menambah gol lagi lewat Lasse Schone.

 

3 dari 6 halaman

AS Roma 3-0 Barcelona (2018)

Liga Champions, Barcelona, AS Roma
Bek Barcelona, Samuel Umtiti, menyundul bola saat melawan AS Roma pada laga leg kedua perempat final Liga Champions, di Stadion Olimpico, Selasa (10/4/2018). AS Roma menang 3-0 atas Barcelona. (AP/Gregorio Borgia)

Kemenangan 4-1 di Camp Nou sepertinya akan membawa Barcelona melangkah ke babak semifinal musim lalu. Namun, pasukan Ernesto Valverde hancur lebur di Roma setelah tuan rumah melakukan salah satu comeback terbaik dalam sejarah Liga Champions.

Gol Edin Dzeko dan penalti Daniele de Rossi membuat Barcelona tertekan saat bermain di Olimpico. Di saat hampir meraih kemenangan, Barcelona harus gigit jari setelah sundulan Kostas Manolas bersarang di gawang Marc-Andre Ter Stegen.

 

4 dari 6 halaman

Barcelona 6-1 PSG (2017)

Marco Verratti
Gelandang PSG Marco Verratti beraksi pada laga melawan Barcelona di Parc des Princes, Paris, 14 Februari 2017. (AFP/Philippe Lopez)

Dalam hal membalikkan keadaan, ini adalah comeback terbaik dalam sejarah Liga Champions. Tertinggal 4-0 di Parc des Princes, Barcelona mampu memusnahkan PSG dalam 90 menit.

Sundulan Luis Suarez dan gol bunuh diri Layvin Kurzawa mulai menghidupkan harapan Barcelona. Penalti Lionel Messi langsung menambah kepercayaan diri raksasa Spanyol tersebut.

Edinson Cavani sempat mencetak gol tandang buat PSG di Camp Nou. Namun, brace Neymar dan satu gol dari Sergi Roberto memastikan klub Prancis itu tersingkir dari Liga Champions dengan cara yang menyedihkan.

 

5 dari 6 halaman

Liverpool 3-3 Milan (2005)

Dietmar Hamann
Dietmar Hamann bersama Milan Baros saat membawa Liverpool menjuarai Liga Champions pada 2005. (ESPN)

Liverpool sudah pernah melakukan comeback sebelumnya. Tepatnya pada tahun 2005 di final Liga Champions yang dikenal sebagai keajaiban Istanbul.

AC Milan yang ketika itu dilatih Carlo Ancelotti sudah unggul 3-0 atas Liverpool pada babak pertama. Rosseneri unggul berkat Paolo Maldini dan dua gol Hernan Crespo.

Namun, Liverpool berhasil bangkit pada babak kedua. Mereka mampu menyamakan kedudukan menjadi 3-3 sebelum akhirnya keluar sebagai juara melalui adu penalti.

 

6 dari 6 halaman

Manchester United 2-1 Bayern Munchen (1999)

manchester united vs bayern munchen
Laga final Liga Champions 1999 antara Manchester United melawan Bayern Munchen. (AFP/Eric Cabanis)

Ole Gunnar Solskjaer mungkin sedang tidak menjalani momen yang bagus di Old Trafford saat ini. Namun, namanya sudah masuk dalam buku sejarah Manchester United.

Bayern sudah unggul lewat Mario Basler pada menit keenam di final Liga Champions dan sepertinya akan menjadi pemenang ketika ketika pertandingan akan segera berakhir. Sayangnya, situasi berubah drastis dalam beberapa menit saja.

Pemain pengganti Solskjaer dan Teddy Sheringham mampu membalikkan keadaan dua menit menjelang bubar. Gol Solskjaer memastikan United mengangkat trofi Liga Champions dan meraih treble bersejarah.

Lanjutkan Membaca ↓
Melihat Kembali Momen Persaingan Ronaldo dan Oliver Bierhoff di Serie A Musim 1997/1998