Polisi Menggerebek Kantor EO Laga Ekshibisi Juventus di Seoul

Oleh Aning Jati pada 08 Agu 2019, 12:45 WIB
Cristiano Ronaldo

Bola.com, Seoul - Kepolisian Seoul masih terus melalukan penyelidikan atas laporan yang diajukan terkait pertandingan ekshibisi K-League All Stars kontra Juventus di World Cup Stadium, Seoul (26/7/2019).

Kepolisian Seoul pada Kamis (8/8/2019) melakukan penggerebekan di kantor TheFasta, yang menjadi EO (penyelenggara acara) pertandingan tersebut. Penggeledahan ini dilakukan jam 10.00 waktu setempat.

KBS World Radio melaporkan, Kepolisian Seoul akan memanggil tersangka untuk diinterogasi setelah menganalisis dokumen yang diamankan dalam penggerebekan.

Kepolisian Seoul sebelum ini juga telah memberlakukan larangan bepergian ke luar negeri (travel ban) pada salah seorang ofisial yang diduga terkait kasus ini, serta meminta keterangan dari dua orang di jajaran K-League. 

Namun, pihak kepolisian tidak mengungkap identitas yang dikenai pencekalan tersebut.

Pertandingan yang semestinya jadi hiburan ini menjadi urusan polisi setelah adanya tuduhan penipuan yang diajukan pengacara di Korea Selatan terhadap TheFasta, Juventus, serta Ronaldo. Pengacara itu melaporkan tuduhan tersebut ke unit investigasi siber Kepolisian Seoul pada pekan lalu.

2 of 2

Pelanggaran Kontrak

Cristiano Ronaldo
Penyerang Juventus, Cristiano Ronaldo, berselebrasi usai mencetak gol ke gawang Inter Milan dalam laga International Champions Cup 2019 di Nanjing Olympic Sports Center Gymnasium, China (24/7/2019). Juventus menang adu penalti atas Inter Milan 4-2 (1-1). (Li Bo/Xinhua via AP)

Kasus yang menyeret Juventus serta Cristiano Ronaldo ini bermula dari tidak tampilnya Ronaldo dalam laga ekhibisi kontra K-League All Stars. 

Padahal, sekitar 66 ribu penonton yang hadir di stadion, mayoritas membeli tiket pertandingan dengan harga tak murah, hanya demi menyaksikan sang megabintang beraksi secara langsung. Namun, Ronaldo tak tampil satu menit pun. 

Pihak K-League menuduh Juventus dan The Fasta melanggar kesepakatan kontrak, lantaran dalam perjanjian itu ada poin yang memastikan Ronaldo bakal tampil setidaknya selama 45 menit.

K-League menuntut permohonan maaf dari pihak Juventus, namun raksasa Italia itu bergeming dengan menganggap tak terjadi pelanggaran kontrak.

Juventus dalam keterangannya berkilah Ronaldo mengalami ketegangan otot dampak terlalu lelah setelah melakoni laga pramusim di Singapura dan China sebelum pertandingan di Seoul.

Penonton tak hanya kecewa, namun bahkan merasa ditipu sehingga terbit tuduhan penipuan yang dilaporkan ke pihak kepolisian.

Sumber: KBS World Radio

Lanjutkan Membaca ↓