Berseberangan dengan Cristiano Ronaldo, 5 Pemain Ini Memilih Jadi Lawan Negara Kelahirannya

Oleh Cakrayuri Nuralam pada 16 Agu 2019, 12:00 WIB
Portugal Berhasil Juarai UEFA Nations League

Jakarta - Bintang Juventus, Cristiano Ronaldo merupakan pemain kebanggaan Portugal. Dia mampu mengubah Portugal menjadi negara besar di dunia sepak bola.

Pria berusia 34 tahun tersebut sudah memperkuat Timnas Portugal sejak 2003. Cristiano Ronaldo telah mencatatkan 88 gol dari 158 pertandingan. Dia pun menjadi pencetak gol terbanyak Timnas Portugal sepanjang masa.

Bersama Portugal, eks Real Madrid tersebut juga masuk dalam buku sejarah. Dia menjadi pemain terlama yang memperkuat Timnas Portugal, lebih dari 15 tahun, hingga menjadi pemain yang paling banyak mencetak hat trick untuk Selecao, tujuh kali.

Tak hanya itu, pria yang pernah bermain di Liga Inggris bersama Manchester United itu juga membantu Timnas Portugal memenangkan trofi pertama mereka di kejuaraan Eropa. Ronaldo membantu Timnas Portugal menjuarai Piala Eropa 2016.

Gelar bersama Timnas Portugal tak berhenti sampai di sana. Pemain yang identik dengan nomor punggung 7 itu juga mempersembahkan trofi UEFA Nations League 2018/19 bersama Portugal.

Berbeda dengan Cristiano Ronaldo enam pemain top ini malah melawan negaranya sendiri di dunia sepak bola. Siapa saja mereka? Simak di halaman selanjutnya.

 

Saksikan siaran langsung pertandingan-pertandingan Premier League, La Liga, Ligue 1, dan Liga Europa di sini

2 of 6

Deco

img_deco-14.jpg
Deco. (AFP PHOTO / FRANCISCO LEONG)

Mantan gelandang Barcelona dan Chelsea, Anderson Luis de Souza atau yang akrab disapa Deco lahir dan dibesarkan di Sao Paolo, Brasil. Saat masih kecil, dia sangat berharap bisa memperkuat Timnas Brasil.

Namun saat usianya 20 tahun, Deco pindah ke Portugal. Di sana dia bermain bersama Benfica dan Porto. Merasa nyaman dengan suasana di sana, Deco pun memutuskan untuk membela Timnas Portugal.

Deco tercatat membela Timnas Portugal dalam 75 pertandingan sejak 2003 hingga 2010. Dia mencatatkan lima gol untuk Seleccao (sebutan Portugal).

Pada 23 Maret 2003, Deco harus melawan negara asalnya Brasil di Estadio das Antas, Porto. Ketika itu dia berhasil mencetak gol penentu kemenangan Portugal atas Brasil dengan skor 2-1 dalam laga ujicoba.

 

 

3 of 6

Miroslav Klose

Miroslav Klose
Miroslav Klose. (Liputan6.com)

Pencetak gol terbanyak di Piala Dunia, Miroslav Klose sebenarnya tidak lahir Jerman. Klose lahir dan dibesarkan di Opole, Polandia, 9 Juni 1978.

Klose memilih memperkuat Timnas Jerman melawan Polandia karena bergabung dengan Jerman memungkinkannya meraih banyak medali. Pilihan Klose tak salah, Jerman berhasil meraih trofi Piala Dunia 2014 di Brasil.

Bersama Jerman, mantan striker Bayern Muenchen itu telah mencetak 71 gol dari 137 penampilan sejak 2001 hingga 2014. Klose juga memenangkan penghargaan FIFA World Cup Golden Shoe tahun 2002.

Klose sendiri sebenarnya sudah beberapa kali melawan negara kelahirannya Polandia. Meski memperkuat Jerman, Polandia masih melekat di hati Klose. "Saya masih mencintai Polandia, dan meninggalkan negara itu adalah pengalaman yang tak terlupakan." katanya.

 

4 of 6

Lukas Podolski

Podolski Akhiri Kiprahnya Bersama Jerman dengan Sebuah Gol
Gelandang Jerman, Lukas Podolski, melambaikan tangan ke suporter usai laga persahabatan kontra Inggris di Stadion Signal Iduna Park, Jerman, Rabu, (22/03/2017). Pertandingan tersebut adalah laga terakhir Podolski bersama Jerman. (AFP/ Marius Becker)

Sama seperti Miroslav Klose, Lucas Podolski juga lahir di Polandia. Mantan striker Arsenal ini sangat matang dalam teknik dan unggul dalam skill individu.

Dia memang lahir di Polandia, tapi besar di Jerman. Alhasil, Podolski punya dua kewarganegaraan. Kendati bisa bermain untuk timnas Polandia, Podolski lebih memilih membela Der Panzer (sebutan Jerman). Dia memperkuat Timnas Jerman sejak 2004.

Bersama Der Panzer, striker berusia 30 tahun itu telah mencetak 48 gol dari 126 penampilan. Podolski juga salah satu bintang Timnas Jerman saat meraih gelar Piala Dunia 2010 di Brasil.

Podolski juga sudah sering melawan Polandia dalam beberapa pertandingan. Teranyar, dia memperkuat Jerman saat melawan Polandia pada September 2015 pada laga kualifikasi Piala Eropa 2016.

Bertanding melawan Polandia selalu menjadi laga paling emosional baginya. "Selalu sangat emosional bagi saya. Saya bermain bagi Jerman, tapi tidak pernah menghapus Polandia dari hati. Saya lahir di sana, punya keluarga di sana, dan klub tercinta saya, Gornik Zabrze berbasis di sana."

 

 

5 of 6

Pepe

Dua Gol Cavani Antar Uruguay Lolos 8 Besar Piala Dunia 2018
Bek Portugal, Pepe berselebrasi usai mencetak gol ke gawang Uruguay pada babak 16 besar Piala Dunia 2018 di Stadion Fisht, Sochi, Rusia (30/6). Uruguay menang tipis atas Portugal 2-1. (AP Photo/Francisco Seco)

Bek tangguh Real Madrid Pepe lahir di Maceio, Brasil, 33 tahun silam. Pepe adalah bek yang tangguh, garang, dan jago dalam duel udara. Dia juga pandai memainkan emosi lawan. Pepe juga tidak segan menghentikan pergerakan lawannya dengan tekel yang kasar.

Pemain bernama lengkap Kepler Laveran Lima Ferreira itu memilih membela Timnas Portugal karena bakatnya tidak diakui oleh Brasil. Dia memperkuat Portugal sejak 2007 hingga saat ini.

Pepe juga sudah melawan Brasil. Tentu yang paling diingatnya pertandingan yang berlangsung di Moses Mabhida Stadium, Durba, pada babak penyisihan Grup G Piala Dunia 2010.

Pepe tampil habis-habisan menghentikan serangan dari Tim Samba. Ketangguhan Pepe di lini pertahanan membuat skor berakhir imbang tanpa gol. Hasil itu juga meloloskan Portugal ke babak 16 Piala Dunia 2010.

Bersama Timnas Portugal, Pepe telah memenangkan Piala Eropa 2016 dan UEFA Nations League 2018/19.

 

6 of 6

Diego Costa

Ronaldo Hattrick, Portugal dan Spanyol Bermain Imbang 3-3
Penyerang Spanyol Diego Costa. (AP Photo/Manu Fernandez)

Striker Atletico Madrid Diego Costa lahir di Lagarto, Sergipe, Brasil. Dia sempat membela Timnas Brasil pada Maret 2013. Tapi sebulan kemudian dia mendapat kewarganegaraan Spanyol.

Federasi Sepak Bola Spanyol pun langsung meminta FIFA untuk memperbolehkan mereka menaturalisasi Costa. Permintaan tersebut dikabulkan karena Costa hanya bermain di laga uji coba tak resmi bersama Brasil.

Mantan striker Atletico Madrid itu setuju memperkuat Spanyol karena lebih mendapat banyak kesempatan ketimbang bergabung dengan Timnas Brasil. Costa pun tampil bersama Timnas Spanyol di Piala Dunia 2014. Sayang kehadiran Costa tak membuat Spanyol sukses di Piala Dunia 2014.

Nasib sial juga menimpa Costa saat Piala Dunia 2014. Dia dihujat oleh penonton Brasil. Tidak hanya itu saja, Federasi Sepakbola Brasil (CBF) marah besar dengan keputusan Diego Costa yang memilih mewakili tim nasional Spanyol. CBF menuding Costa sebagai pemain yang mata duitan.

 

Sumber asli: Liputan6.com

Disadur dari: Liputan6.com (Cakrayuri Nuralam/Edu Krisnadefa, Published 15/08/2019)

Lanjutkan Membaca ↓