Romelu Lukaku Geram Ejekan Rasial Masih Terjadi di Sepak Bola

Oleh Rizki Hidayat pada 03 Sep 2019, 07:00 WIB
Inter Milan vs Lecce

Bola.com, Milan - Penyerang Inter Milan, Romelu Lukaku, mengaku geram ejekan rasial masih kerap terjadi di sepak bola. Lukaku meminta aksi tak terpuji tersebut untuk segera dihentikan.

Penyerang Timnas Belgia itu mengalami peristiwa tidak mengenakkan pada pekan kedua Serie A 2019-2020. Saat bertanding melawan Cagliari, akhir pekan kemarin, ada sekumpulan fans tim lawan yang berlaku rasial kepadanya.

Insiden itu terjadi saat Romelu Lukaku akan mengeksekusi penalti pada menit ke-72. Sejumlah suporter di belakang gawang Cagliari kemudian membuat suara-suara yang mirip dengan monyet.

Ejekan pendukung Cagliari itu langsung mengundang reaksi keras dari netizen. Banyak yang mengecam kelakuan barbar fans tersebut.

Kemudian banyak juga yang mengecam otoritas liga Italia. Pihak Serie A dianggap tidak niat untuk memerangi kasus rasialisme. Romelu Lukaku akhirnya angkat bicara soal kasus tersebut. 

 

 

2 of 3

Kecaman Lukaku

Romelu Lukaku
Ekspresi Romelu Lukaku saat memperkuat Inter Milan pada laga kontra Lecce di San Siro, Selasa (27/8/2019) dini hari WIB. (AFP/Miguel Medina)

Mantan penyerang Manchester United itu mengecam sikap pihak federasi, tak hanya di Italia, yang seakan membiarkan aksi tersebut. Lukaku mengungkapkan uneg-unegnya tersebut melalui akun Instagram-nya.

"Banyak pemain pada bulan lalu menderita pelecehan rasial. Saya juga mengalaminya kemarin. Sepak bola adalah permainan yang bisa dinikmati oleh semua orang dan kami tidak boleh menerima segala bentuk diskriminasi yang akan memalukan olahraga ini."

"Saya harap federasi sepakbola di seluruh dunia bereaksi keras terhadap semua kasus diskriminasi!! Platform media sosial (Instagram, Twitter, Facebook) perlu bekerja lebih baik juga dengan klub sepak bola, karena setiap hari Anda melihat setidaknya komentar rasial di bawah unggahan seseorang yang warna kulitnya tidak putih."

“Kami sudah mengatakannya selama bertahun-tahun dan masih belum ada aksi... Saudara-saudara, ini 2019, alih-alih maju, kita malah alami kemunduran dan saya pikir sebagai pemain kami perlu (bersatu) dan membuat pernyataan tentang masalah ini untuk jaga agar olahraga ini bersih dan menyenangkan untuk semua orang," tulis Lukaku.

3 of 3

Bukan yang Pertama Kalinya

Tekuk Cagliari, Juventus Makin Kokoh Puncaki Klasemen
Ekspresi penyerang Juventus Moise Kean saat bertanding melawan Cagliari dalam lanjutan Liga Italia di Sardegna Arena, Cagliari, Italia, Selasa (2/4). Juventus menang dengan skor 2-0. (Marco BERTORELLO/AFP)

Kasus rasial sudah kesekian kalinya yang terjadi, khususnya di Eropa. Di Cagliari, dengan kasus Lukaku itu, berarti fans mereka sudah tiga kali terlibat tindakan rasial.

Setidaknya itu yang menjadi viral. Sebelumnya mereka juga pernah menjadikan penyerang muda Juventus, Moise Kean, sebagai korbannya.

Selain itu, pemain Juventus lainnya juga pernah jadi korban suporter Cagliari. Pemain itu adalah gelandang asal Prancis, Blaise Matuidi.

Kasus lain yang serupa juga pernah menimpa Sulley Muntari. Demikian juga dengan mantan penyerang Inter Milan lainnya asal Kamerun, Samuel Eto'o.

Sumber asli: Instagram

Disadur dari: Bola.net (Penulis: Dimas Ardi Prasetya/Published: 02/09/2019)

Lanjutkan Membaca ↓