Seluruh Anggota Exco Plus Pelatih Bulgaria Mundur Setelah Aksi Rasial terhadap Timnas Inggris

Oleh Aning Jati pada 19 Okt 2019, 04:45 WIB
Krasimir Balakov

Bola.com, Jakarta - Duel Timnas Bulgaria versus Timnas Inggris di kualifikasi Piala Eropa 2020 berbuntut panjang. Uni Sepak Bola Bulgaria (BFU) saat ini bisa dibilang krisis. Seluruh anggota yang mengisi Komite Eksekutif BFU menyatakan mundur dari jabatannya, termasuk sang Presiden BFU, Borislav Mihaylov.

Pengunduran itu hanya beberapa hari setelah duel Bulgaria menjamu Timnas Inggris dalam laga lanjutan penyisihan Grup A  di Vasil Levski National Stadium, Sofia, Selasa dini hari WIB (15/10/2019).

Pada Jumat (18/10/2019) waktu setempat, pelatih kepala Timnas Bulgaria, Krasimir Balakov, turut mengundurkan diri dari jabatannya.

Pengunduran diri secara beramai-ramai itu bukan hanya buntut kekalahan telak 0-6 dari Inggris, namun lebih pada aksi rasial yang dilakukan oknum suporter Bulgaria terhadap pemain the Three Lions selama pertandingan.

Chant rasial serta aksi hormat ala Nazi yang didengungkan serta diperlihatkan saat pertandingan sangat mencederai nilai sportivitas. Pertandingan bahkan sampai dihentikan dua kali akibat ulah suporter tak bertanggung jawab itu.

Namun, setelah pertandingan dalam sesi konferensi pers, Krasimir Balakov, menyanggah aksi memalukan itu. Ia berkilah tak mendengar chant-chant bernada rasialis atau melihat salam Nazi tersebut.

Padahal kapten timnya, Ivelin Popov, terlihat mendekati tribune di mana suporter Bulgaria berada untuk meminta mereka menghentikan aksi yang mengotori pertandingan itu.

"Saya berkonsentrasi pada pertandingan," kilah Balakov, dikutip dari ESPN.

"Saya sebenarnya tidak mendengar apa-apa, tapi saya hanya berbicara dengan pers Inggris, dan saya mengatakan kepada mereka jika hal itu terbukti benar, kami harus malu dan harus minta maaf untuk itu," lanjutnya.

"Tapi, sekali lagi, harus dibuktikan dulu kebenarannya," imbuhnya ketika itu.

2 of 2

Diancam Perdana Menteri Bulgaria

Timnas Inggris
Timnas Inggris saat selebrasi gol Ross Barkley ke gawang Bulgaria pada kualifikasi Piala Eropa 2020 di Vassil Levski Stadium, Sofia (14/10/2019). (AFP/Nikolay Diychinov)

Selang beberapa hari setelah pertandingan kontra Timnas Inggris tersebut, Perdana Menteri Bulgaria, Boyko Borissov, mendesak Presiden BFU untuk mundur dari jabatannya.

Borissov mengancam akan membekukan seluruh hubungan pihaknya, termasuk terkait hal pendanaan, dengan BFU selama Borislav Mihaylov belum meninggalkan jabatannya.

Mihaylov merespons itu dengan mundur dan diikuti seluruh anggota Exco lainnya.

Sementara pada Selasa (15/10/2019) petang waktu setempat, UEFA mengumumkan sudah membuka penyelidikan terbuka terkait kasus indisipliner yang dilakukan kubu Bulgaria maupun Inggris menyusul berbagai insiden yang terjadi baik sebelum dan selama pertandingan.

Sumber: ESPN

Lanjutkan Membaca ↓