Gianluigi Buffon Selangkah Lagi Torehkan Rekor Baru di Serie A

Oleh Aning Jati pada 18 Des 2019, 14:30 WIB
Diperbarui 20 Des 2019, 12:17 WIB
Wojciech Szczesny dan Gianluigi Buffon

Bola.com, Jakarta - Kiper gaek Juventus, Gianluigi Buffon, tinggal selangkah lagi menyamai rekor yang ditorehkan mantan kapten AC Milan, Paolo Maldini. Rekor itu adalah catatan bermain di kancah Serie A.

Buffon hampir dipastikan turun saat Juventus melakoni laga tandang dalam lanjutan Serie A kontra Sampdoria di Luigi Ferarris, Genova, Kamis dini hari WIB (19/12/2019).

Penyebabnya, kiper utama Nyonya, Wojciech Szczesny, tak dibawa pelatih Maurizio Sarri dalam lawatan kali ini karena masih belum fit untuk dimainkan setelah mengalami persoalan pada ototnya.

"Szczesny tak akan bermain, dia masih belum siap. Kami mengevaluasi kondisinya hari demi hari," kata Sarri.

Hingga sejauh ini, Buffon total sudah bermain dalam 646 pertandingan di Serie A. Jumlah itu hanya berselisih satu saja dari catatan milik Maldini, yang mencapai 647.

Dengan begitu, tambahan satu pertandingan dari duel kontra Sampdoria, cukup untuk membuat Buffon menyamai rekor milik legenda AC Milan tersebut.

Bahkan, Buffon sangat berpotensi melewati catatan itu lantaran sampai sekarang kiper berusia 41 tahun itu belum memperlihatkan tanda-tanda pensiun atau meninggalkan kompetisi sepak bola kasta tertinggi.

2 dari 2 halaman

Laga Sulit

Gianluigi Buffon
Kiper Juventus, Gianluigi Buffon, usai mengalahkan Bologna pada laga Serie A Italia di Stadion Juventus, Turin, Sabtu (19/10). Juventus menang 2-1 atas Bologna. (AFP/Marco Bertorello)

Di sisi lain, Sarri menilai duel melawan Sampdoria bukan laga enteng buat tim asuhannya. Kendati, skuat asuhan pelatih Claudio Ranieri itu tercecer di urutan ke-16 klasemen sementara.

Sarri meminta skuat Juventus untuk mewaspadai Sampdoria, yang berhasil memenangi laga terakhir dalam derbi kontra Genoa dengan skor 1-0 (15/12/2019).

"Ini akan jadi laga sulit. Mereka kini dalam tren membaik dan memiliki antusiasme setelah menang dalam derbi lalu," kata Sarri.

"Tim-tim yang dilatih Ranieri itu selalu sulit diatasi. Dibutuhkan penampilan level tinggi," imbuhnya.

Sumber: As

Lanjutkan Membaca ↓