Kaleidoskop 2019 Oktober - Desember : Kejutan Shin Tae-yong dan Duka karena Afridza Munandar

Oleh Nurfahmi Budi pada 28 Des 2019, 20:10 WIB
Diperbarui 30 Des 2019, 16:16 WIB
Shin Tae-yong

Bola.com, Jakarta - Periode triwulan keempat 2019 memiliki banyak hal yang mampu menyedot perhatian publik pecinta olahraga. Selain bergulir kompetisi sepak bola di kawasan Eropa, kejadian di pentas nomor-nomor olimpik dan balap, membetot perhatian.

Selain itu, sepak bola masih tetap punya 'kharisma'. Setidaknya, pada periode ini ada beberapa momen yang berharga. Di sini ada kepastian Bali United menjadi jawara Liga 1 2019 sampai keputusan PSSI mengontrak Shin Tae-yong sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia.

Sahabat Bola.com, berikut ini beberapa momen yang mendapat perhatian besar dari publik olahraga Indonesia.

 

2 of 10

Kehilangan Afridza Munandar

Afridza Munandar, pembalap muda asal Indonesia
Afridza Munandar, pembalap muda asal Indonesia tewas dalam balapan Asia Talent Cup 2019 di Sirkuit Sepang, Malaysia (Foto: Facebook/Asia Talent Cup)

Dunia balap Indonesia berduka. Pembalap muda Tanah Air, Afridza Munandar, meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan pada balapan pertama Asia Talent Cup 2019 di Sirkuit Sepang, Malaysia, Sabtu (2/11/2019).

Afridza Munandar mengalami kecelakaan di tikungan 10 pada lap pertama. Ia dilarikan ke Rumah Sakit Kuala Lumpur dengan menggunakan helikopter. Namun, nyawanya tak tertolong.

Afridza merupakan pembalap asal Tasikmalaya yang menjadi binaan PT Astra Honda Motor (AHM). Musibah yang menimpa Afridza meninggalkan beberapa catatan. Satu di antaranya adalah peluang Afridza meraih juara pada Asia Talent Cup 2019.

Pada seri sebelumnya, ia meraih hasil positif, yakni podium kedua di Sirkuit Twin Ring Motegi pada 19-20 Oktober 2019. Hasil ini membuat peluang Afridza meraih gelar juara masih terbuka. Hasil klasemen sementara, Afridza berada di posisi ketiga dengan raihan 142 poin atau terpaut 27 poin dari pemuncak klasemen.

Jika Sahabat Bola.com ingin melihat kembali rangkaian berita terkait Afridza Munandar, silakan klik tautan berikut ini.

 

3 of 10

Aksi Aries 'Spider Woman' Susanti

Aries Susanti
Ekspresi Aries Susanti saat sukses menjadi yang tercepat (Dok: Eddie Fowke/IFSC)

Indonesia kembali berbangga di cabang panjat dinding. Hal itu berlatar prestasi anak bangsa pada kejuaraan panjat dinding dunia.

Sang pencetak fenomena tersebut adalah Aries Susanti Rahayu, atlet cantik asal Grobogan, Jawa Tengah yang sukses menyabet emas di ajang Piala Dunia Panjat Dinding (IFSC World Cup 2019) di Xiamen, Cina, Sabtu (19/10/2019).

Selain menjadi juara, atlet berusia 24 tahun itu berhasil memecahkan rekor dunia yang sebelumnya dimiliki Yi Ling Song dengan catatan waktu 7,101 detik. Sementara Aries Susanti menorehkan rekor baru 6,995 detik.

Simak catatan lengkap terkait aksi Sang Spider Woman Indonesia tersebut. Sahabat Bola.com bisa meng-klik tautan berikut ini.

 

4 of 10

Jorge Lorenzo Pensiun

Pembalap Repsol Honda, Jorge Lorenzo.
Pembalap Repsol Honda, Jorge Lorenzo, memutuskan pensiun dan menjalani balapan terakhirnya di MotoGP yang berlangsung di Sirkuit Ricardo Tormo, Minggu (17/11/2019) malam WIB. (AFP/PIERRE-PHILIPPE MARCOU)

Pembalap asal Spanyol, Jorge Lorenzo, memutuskan pensiun dari pentas balap MotoGP. Padahal, pria berusia 32 tahun tersebut masih memiliki kontrak bersama Repsol Honda Team hingga 2020.

Jorge Lorenzo menjalani musim yang mengecewakan pada MotoGP 2019. Juara dunia lima kali ini absen dalam empat balapan setelah mengalami kecelakaan saat latihan di Sirkuit Assen, Belanda, Juni lalu.

Ia tercatat sudah lima kali menjadi juara dunia di ajang balap motor, tiga di antaranya di kelas MotoGP. Kariernya moncer saat masih memperkuat Yamaha pada 2008 hingga 2016.

Selama mengikuti MotoGP, Jorge Lorenzo sudah balapan sebanyak 202 kali. Dia mencatatkan 47 kemenangan, 117 podium, dan 43 pole. Lorenzo mengumpulkan 2.896 poin.

Sahabat Bola.com bisa mengikuti rangkaian konten terkait Jorge Lorenz pensiun dengan meng-klik tautan berikut ini.

 

5 of 10

Marc Marquez Juara Dunia MotoGP

Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez.
Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez, meraih gelar juara dunia yang kedelapan setelah finis terdepan pada MotoGP Thailand di Chang International Circuit, Buriram, Minggu (6/10/2019). (AFP/Lillian Suwanrumpha)

Marc Marquez menjadi jawara MotoGP 2019. Ia berhasil menuntaskan ambisinya ketika sukses di balapan seri Thailand. Ia punya potensi menorehkan sejarah, terkait koleksi juara dunia.

Saat ini, pengoleksi gelar juara dunia terbanyak adalah Giacomo Agostini (15). Menyusul kemudian Angel Nieto (13), Carlo Ubbiali (9 kali), Mike Hailwood (9), dan Valentino Rossi (9).

Marquez masih tertinggal cukup jauh di belakang Agostini. Namun, jika bebas dari cedera dan tetap kompetitif seiring bertambahnya usia, kesempatannya menyalip tetap terbuka.

Dia menjadi juara untuk kali kedelapan lebih cepat ketimbang pendahulu. Sebagai perbandingan, Hailwood berumur 27 tahun ketika mencapai angka tersebut. Agostini melakukannya di usia 28, Rossi 29, dan Ubbiali 31.

Ingin tahu flash back lengkap perjalanan Marc Marquez meraih status juara dunia MotoGP 2019, simak melalui klik tautan ini.

 

6 of 10

SEA Games 2019

Evan Dimas Darmono (Timnas Indonesia U-22)
Kesedihan Evan Dimas, tak hanya mengalami cedera namun juga gagal menyabet medali emas SEA Games 2019. (Bola.com/M. Iqbal Ichsan).

Pesta olahraga negara-negara di kawasan Asia Tenggara ini berlangsung di Filipina, 30 November - 11 Desember 2019. Kontingen Indonesia mengakhiri SEA Games 2019 Filipina di peringkat keempat dengan perolehan 72 medali emas, 84 perak, dan 111 perunggu dengan total 267 medali.

Pencapaian ini naik drastis dibanding edisi sebelumnya di Malaysia yang menghasilkan 38 emas, 63 perak, dan 90 perunggu dengan total 191 medali. Beberapa catatan menarik berhasil dibuat kontingen Merah Putih.

Beberapa poin tersebut antara lain pPerolehan 72 medali emas adalah yang tertinggi untuk kontingen Indonesia sejak SEA Games 2011 di Indonesia. Lalu, cabang menembak menjadi lumbung medali emas bagi Kontingen Indonesia dengan total tujuh emas.

Setelah itu, ada fakta untuk kali pertama sejak SEA Games 2009, cabang bola voli nomor putra menyumbang medali emas. Simbol sportivitas juga muncul, ketika Peselancar Filipina, Roger Casugay, menolong surfer Indonesia, Arip Nurhidayat, yang diterjang ombak pada ronde ketiga kelas longboard open cabang olahraga selancar.

Sahabat Bola.com bisa menikmati sajian beragam artikel, baik foto, teks maupun video serta vlog, terkait SEA Games 2019 dengan meng-klik tautan ini.

 

7 of 10

Lagi-lagi The Daddy's

Kegembiraan Ahsan / Hendra Juarai BWF World Tour Finals 2019
Pasangan ganda putra Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan berpose dengan trofi dan medali seusai mengalahkan Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe dari Jepang pada final BWF World Tour Finals 2019 di Tianhe Gymnasium, Guangzhou, China (15/12/2019). Ahsan/Hendra menang 24-22, 21-19. (AP Photo/Andy Wong)

Ya, lagi-lagi sinar cemerlang menjadi milik pasangan putra bulu tangkis Indonesia, Mohammad Ahsan / Hendra Setiawan. The Daddies berhasil menjadi juara BWF World Tour Finals 2019.

Gelar tersebut menjadi milik mereka setelah mengalahkan pasangan Jepang, Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe 24-22, 21-19 di Tianhe Sports Center, Guangzhou, China, Minggu (15/12/2019). Berdasarkan catatan Badmintalk, Ahsan/Hendra menjadi ganda putra pertama di dunia yang meraih tiga gelar bergengsi dalam satu tahun.

Bagi Ahsan/Hendra, ini merupakan gelar keempat dari rangkaian BWF World Tour. Sebelumnya, mereka menjuarai Singapura Terbuka, All England, dan Selandia Baru Terbuka.

Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan juga menjadi ganda putra kedua yang memenang World Tour Finals selama tiga kali yakni sebelumnya pada 2013 dan 2015 (BWF Super Series Finals).

Sahabat Bola.com bisa mengikuti seluruh rangkaian perjalanan dan perjuangan Ahsan/Hendra pada turnamen BWF World Tour Finals 2019 dengan meng-klik tautan ini.

 

8 of 10

Perpisahan Bambang Pamungkas

Bambang Pamungkas
Stiker Persija Jakarta, Bambang Pamungkas, saat melawan Persebaya Surabaya pada laga Liga 1 di SUGBK, Jakarta, Selasa (17/12). Bepe mengakhiri kariernya pada musim ini. (Bola.com/Yoppy Renato)

Bambang Pamungkas resmi pensiun. Laga Persija Jakarta versus Persebaya Surabaya di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Selasa (17/12/2019), menjadi partai terakhir Bepe bersama tim Macan Kemayoran.

Bepe, sapaan akrab Bambang, mendapat sambutan luar biasa dari The Jakmania, manajemen Persija Jakarta, dan Gubernur DKI Anies Baswedan. Bepe mengucapkan kalimat perpisahan yang jujur dan menyentuh hati.

"Saya pernah bahagia di sini, patah kaki, jadi pemain terbaik, pernah juara, jadi top scorer di Persija," kata Bepe dalam sambutannya. Seisi stadion pun terdiam menyimak pernyataan Bepe.

Tak lupa, Bepe mengucapkan terima kasih kepada manajemen Persija, suporter, dan Pemprov DKI. "Terima kasih juga untuk Gubernur DKI, dan gubernur-gubernur sebelumnya selama saya di sini," ucap Bambang Pamungkas.

Simak perjalanan Bambang Pamungkas dalam artikel-artikel di Bola.com dengan meng-klik tautan berikut ini.

 

9 of 10

Bali United Juara

Bali United
Para pemain Bali United merayakan gelar juara Liga 1 2019 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, Senin (23/12). Puncak perayaan juara ini dimeriahkan Via Vallen dan Tari Kecak. (Bola.com/Aditya Wany)

Bali United menjadi pemilik trofi Liga 1 2019. Bali United memastikan diri menjadi juara pada pekan 30. Hal itu berlatar hasil yang didapat tim berjuluk Serdadu Tridatu ini menang 2-0 di kandang Semen Padang, Stadion Haji Agus Salim, Padang, Senin (2/12/2019).

Tiga poin yang diraih di Padang membuat Bali United kini mengoleksi 63 poin, dan tak lagi bisa dikejar oleh pesaingnya seperti Borneo FC maupun Persipura Jayapura. Bali United sudah unggul 17 poin dari posisi kedua.

Stefano Cuggura alias Teco menorehkan rekor istimewa dengan membawa Bali United menjuarai Shopee Liga 1 2019. Sosok asal Brasil itu menjadi pelatih pertama yang memenangkan kompetisi sepak bola Indonesia secara beruntun

Sahabat Bola.com bisa mengingat kembali perjuangan Bali United hingga menjadi juara Liga 1 2019, dengan cara klik tautan di sini.

 

10 of 10

Shin Tae-yong Jadi Pelatih Timnas Indonesia

Shin Tae-yong
Pelatih baru Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, bersama Muhammad Iriawan saat diperkenalkan kepada publik pada jumpa pers di Stadion Pakansari, Bogor, Sabtu (28/12). Dirinya dikontrak selama empat tahun oleh PSSI. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Setelah sempat menjadi pemberitaan hangat sepanjang Desember 2019, Shin Tae-yong memutuskan untuk berlabuh ke Indonesia. Ia bukan menangani klub, melainkan Timnas Indonesia.

Perjalanan nama Shin Tae-yong sampai ke Indonesia tergolong tak mudah. Kabar burung berseliweran, termasuk keberadaan Shin Tae-yong yang sudah setuju akan menangani klub asal China. Namun, kabar itu benar-benar info dari burung yang tak terbukti.

PSSI meresmikan Shin Tae-yong sebagai pelatih Timnas Indonesia. Arsitek asal Korea Selatan itu diperkenalkan secara langsung kepada media di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Sabtu (28/12/2019).

Simak seluruh berita terkait Shing Tae-yong melalui klik tautan di sini.

Lanjutkan Membaca ↓