Legenda AC Milan Senang Juventus Kerepotan di Serie A Musim Ini

Oleh Marco Tampubolon pada 18 Feb 2020, 04:30 WIB
Diperbarui 18 Feb 2020, 04:30 WIB
FOTO: Legenda Belanda Ruud Gullit Diincar Jadi Pelatih Timnas Indonesia

Jakarta - Dominasi Juventus dalam delapan musim terakhir di Serie A diprediksi bakal berakhir. Pasalnya, Juve mendapat pesaing serius pada musim ini, yakni Lazio dan Inter Milan. 

Setelah beberapa kali lepas, I Bianconeri kembali lagi ke puncak klasemen Serie A 2019-2020. Kini, pasukan Maurizio Sarri itu bertengger di posisi teratas dengan nilai 57 dari 24 laga. 

Meski demikian, Juventus tidak bisa bernapas lega. Sebab, Lazio menguntit di posisi kedua dengan selisih satu poin. Sementara itu, Inter Milan yang berada di urutan ketiga juga hanya terpaut tiga poin. 

Situasi ini, tentu saja sangat mengganggu Sarri. Bukan tidak mungkin manajamen bakal menggesernya dari posisi pelatih bila dianggap tidak mampu mengamankan gelar Scudetto pada musim ini. Maklum, dalam delapan musim terahir, Juventus nyaris tidak menemui kendala berarti dalam meraih trofi Serie A.  

Saat Sarri pusing tujuh keliling, legenda AC Milan, Ruud Gullit, ternyata sangat menikmati Juventus yang kerepotan di liga musim ini. Sebab menurutnya, kesusahan yang dialami Juventus baik untuk iklim kompetisi sepak bola Italia.  

"Saya pikir bagus kalau Juventus tidak terlalu baik," kata Gullid kepada GazettaTV. 

"Sebab sudah mulai terasa mengganggu setiap tahun. Meskipun demikian, Juventus masih menjadi favorit meski memiliki sedikit kesalahan," beber legenda Timnas Belanda tersebut. 

2 dari 4 halaman

Mulai Mengganggu

Juventus Ditahan Imbang AC Milan di San Siro
Pemain AC Milan Ante Rebic (kiri) mencetak gol ke gawang Juventus pada pertandingan Coppa Italia di Stadion San Siro, Milan, Italia, Kamis (13/2/2020). Pertandingan berakhir 1-1. (AP Photo/Luca Bruno)

Juventus mulai tidak tertandingi sejak merebut gelar juara Serie A pada musim 2011-2012. Saat itu, Si Nyonya Tua masih ditangani oleh Antonio Conte.

Bersama Conte, Juventus kembali merebut gelar yang sama dua musim berturut-turut (2012-2013 dan 2013-2012). Setelah era Conte berakhir, Juventus kembali merebut lima gelar Scudetto bersama pelatih baru, Massimiliano Allegri (2014 hingga 2019).

Namun musim ini, hegemoni Juventus mulai terganggu oleh penampilan Inter Milan dan Lazio. "Inter bagus, Lazio dan Atalanta juga bermain baik. Ini bagus untuk sepak bola Italia, sebab mulai terasa mengganggu kalau tim yang sama selalu menang setiap tahun," beber Ruud Gullit. 

"Karena itu sekarang sangat menarik melihat mereka berempat," katanya. 

Sumber: GazettaTV

Disadur dari: Liputan6.com (Penulis: Marco Tampubolon/Editor: Edu Krisnadefa/Published: 17/2/2020)

 

3 dari 4 halaman

Klasemen Serie Liga Italia

 

 

4 dari 4 halaman

Saksikan juga video menarik di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓