Ahli Medis FIFA: Sepak Bola Tidak Bisa Dilanjutkan, Bersabarlah

Oleh Gregah Nurikhsani pada 29 Apr 2020, 20:15 WIB
Diperbarui 29 Apr 2020, 20:15 WIB
Logo Premier League
Logo Premier League (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Jakarta - Kepala bagian medis FIFA, Michel D'Hooghe, mengimbau kompetisi sepak bola, termasuk Premier League, dihentikan total. Menurutnya, sekali pun musim 2020-2021 digelar pada September tahun ini, serang virus corona masih sangat mungkin melanda.

Ucapan D'Hooghe seakan membuyarkan mimpi penggemar sepak bola untuk bisa menyaksikan sajian utama di akhir pekan. Premier League dan Serie A, di sisi lain, terus berupaya untuk melanjutkan kompetisi.

"Dunia ini belum siap untuk sepak bola. Saya berharap situasi ini segera berubah. Mulai hari ini, kita semua harus lebih bersabar," kata D'Hooghe kepada Sky Sports.

Menurut D'Hooghe, setiap otoritas harus benar-benar mempertimbangkan jika ingin menggelar kompetisi lagi. Pasalnya, tidak ada yang tahu kapan pandemi virus corona COVID-19 akan mencapai puncaknya.

Bahkan, menurutnya kans gelombang virus corona berikutnya masih bisa terjadi. Oleh karena itu, D'Hooghe meminta sepak bola tidak bergulir sebelum September.

"Kita tidak tahu kapan corona mencapai puncaknya, ini berbeda tiap negara. Solusinya baru bisa diketahui saat vaksin sudah ditemukan," sambungnya.

"Sepak bola baru bisa digelar saat kontak sudah aman. Sepak bola itu permainan yang penuh dengan kontak fisik, sementara kontak fisik adalah hal yang harus dihindari."

"Kalau sepak bola dilanjutkan pada September, sekali pun itu musim 2020-2021, sangat mungkin orang-orang terpapar virus itu lagi," katanya lagi.

 

 

 

Mau ikuti challenge 5 tahun Bola.com dengan hadiah menarik? Klik Tautan ini.

 

2 dari 3 halaman

Tanpa Penonton Bukan Solusi

Sepinya Duel Juventus vs Inter Milan di Tengah Ancaman Virus Corona
Sejumlah orang menyaksikan pertandingan Serie A antara Inter Milan dan Juventus di Allianz Stadium, Turin, Italia, Minggu (8/3/2020). Pertandingan yang dimenangkan Juventus 2-0 itu digelar tanpa penonton akibat kekhawatiran akan penyebaran virus corona (COVID-19). (Marco Alpozzi/LaPresse via AP)

D'Hooghe menegaskan, sepak bola tidak boleh digelar lagi tahun ini. Sekali pun dilakukan tanpa penonton, bukan berarti orang-orang yang terlibat lantas aman.

"Anda tidak bisa melakukan olahraga sepak bola ketika pemain harus berjarak dua meter. Dengan masker? Itu tetap saja melanggar physical distancing. Semua pemain ada di lapangan, di ruang ganti," katanya.

"Anda boleh bilang, 'Ayo main tanpa penonton'. Apakah ada jaminan? Satu saja pemain positif corona, berikutnya seluruh pemain harus dikarantina. Apakah itu solusi? Sepak bola harus lebih bersabar, dengarkan anjuran otoritas terkait, hormati peraturan kesehatan," ujarnya memungkasi.

Sumber: Sky Sports

3 dari 3 halaman

Video

Lanjutkan Membaca ↓