Tempatkan Boneka Seks di Bangku Penonton, FC Seoul Dijatuhi Denda Rp 1,1 Miliar

Oleh Rizki Hidayat pada 21 Mei 2020, 03:45 WIB
Diperbarui 21 Mei 2020, 03:45 WIB
Seoul FC

Bola.com, Seoul - Klub K-League, FC Seoul, menjadi sorotan karena menempatkan boneka seks dibangku penonton yang kosong. Atas tindakan tersebut, FC Seoul dijatuhi denda 100 juta won (Rp 1,1 miliar).

Momen kontroversial itu terjadi ketika FC Seoul meladeni Gwangju FC di Seoul World Cup Stadium, pada laga pekan kedua K-League, Minggu (17/5/2020). Sesuai regulasi kesehatan pada pandemi virus corona, pertandingan berlangsung tanpa penonton.

Agar stadion tidak terlihat kosong melompong, perusahaan bernama Dalcom menawarkan gagasan yang diterima oleh klub. Mereka kemudian menaruh sejumlah 30 manekin yang terdiri dari 25 perempuan dan lima laki-laki.

Pertandingan tersebut disiarkan langsung dan beberapa fans menyadari sebuah keanehan. Mereka mengatakan manekin yang ada di stadion bukan manekin biasa, melainkan boneka seks.

Atas tindakan tersebut, FC Seoul dijatuhi sanksi oleh Komite Displin K-League berupa denda 100 juta won. Klub berjulukan Seoul Dragons itu dinilai bersalah dan dianggap melecehkan suporter wanita.

"Komite disiplin memutuskan untuk mengambil tindakan disipliner yang berat mengingat seriusnya insiden itu," bunyi pernyataan Komite Disiplin K-League, Rabu (20/5/2020).

"Pelanggaran disebabkan oleh 'boneka asli', yang sangat menghina dan melukai suporter wanita dan keluarga dan untuk mencegah insiden serupa terjadi pada masa depan," lanjut pernyataan tersebut.

2 dari 3 halaman

Permintaan Maaf FC Seoul

FC Seoul
Maneken yang ternyata merupakan sex dolls dipasang di tribune stadion markas FC Seoul pada laga K League 1 (17/5/2020). (AFP/Yonhap)

FC Seoul sadar apa yang dilakukan adalah tindakan salah. Oleh karenanya, klub tersebut langsung menyatakan permintaan maaf melalui akun media sosial Facebook dan Instagram resminya.

"Kami ingin meminta maaf kepada fans. Kami benar-benar meminta maaf," tulis FC Seoul dalam pernyataannya melalui media sosial, Senin (18/5/2020).

"Kami berniat untuk melakukan sesuatu yang rendah hati dalam masa seperti ini. Kami akan mempertimbangkan lagi apa yang harus dilakukan untuk memastikan agar kejadian yang serupa tidak terulang," tutup pernyataan klub.

Sumber: Channel News Asia

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓
Mauricio Pochettino, Massimiliano Allegri dan Deretan Pelatih Terkenal Tanpa Klub