Raphael Guerreiro, Berlian di antara Mutiara-Mutiara Borussia Dortmund

Oleh Gregah Nurikhsani pada 22 Mei 2020, 22:30 WIB
Diperbarui 22 Mei 2020, 22:30 WIB
Borussia Dortmund Pesta Gol ke Gawang Schalke 04

Bola.com, Jakarta - Borussia Dortmund memiliki banyak talenta dunia. Erling Haaland, Jadon Sancho, dan Marco Reus hanyalah tiga dari lusinan bintang. Namun demikian, ada satu nama yang tetap bersinar di antara gemerlap mutiara, dia adalah Raphael Guerreiro.

Revierderby merupakan sebuah duel panas antara dua tim asal Lembah Ruhr, Borussia Dortmund dan Schalke 04. Laga ini kerap disebut 'Ibu' dari segala Derby karena sejarah panjang rivalitas antara kedua tim.

Pada pekan ke-26 kemarin, Revierderby ini digelar di Signal Iduna Park, markas Dortmund. Pada laga ini, tuan rumah tanpa ampun menghajar sang rival dengan skor telak 4-0.

Dari empat gol yang tercipta di laga itu, dua di antaranya dicetak oleh pemain bernomor punggung 13 dengan nama Guerreiro.

Ya, Guerreiro menyelinap di antara bintang-bintang Dortmund seperti Haaland dan Sancho. Bola.com mengajak pembaca Bola.com mengenal pemain Timnas Portugal ini.

 

2 dari 4 halaman

Lahir di Prancis, Bela Portugal

Raphael Guerreiro
Raphael Guerreiro (AFP/Francisco Leong)

Gurreiro bisa saja memenangkan Piala Dunia bersama Corentin Tolisso dan Benjamin Pavard dua musim panas lalu. Alih-alih, ia sudah mengklaim satu trofi EURO bersama CR7 dan telah berganti posisi yang sama suksesnya dengan apa yang dilakukan Gareth Bale di akhir musimnya bersama Tottenham. Tidak heran bos Borussia Dortmund, Lucien Favre, menyukai kualitas bunglon-esque dari Raphael Guerreiro.

Lahir di Prancis di pinggiran Paris, Guerreiro disekolahkan di “akademi juara dunia” Clairefontaine yang terkenal dengan nama-nama besar seperti Paul Pogba dan Raphael Varane. Walaupun begitu, ia selalu menegaskan kepada siapapun untuk akan senantiasa berdiri tegak melawan mereka, dan terbukti ketika di Stade de France –yang tak jauh dari tempat kelahirannya- Guerreiro membantu Portugal memenangkan EURO 2016 dengan mengalahkan Prancis di final.

Hatinya hanya dan selalu untuk Portugal, katanya pada satu sesi wawancara sesaat setelah seremoni penyerahan trofi diselenggarakan. Tidak seperti banyak pemain dengan kewarganegaraan ganda lainnya, Guerreiro tidak pernah bermain untuk Prancis di level mana pun.

Disaat ada kejelasan jawaban dari pertanyaan itu, ada tanda tanya penting lain yang masih belum terjawab sepenuhnya: Seperti apa kualitas kaki kiri yang sangat berbakat itu saat digunakan di atas lapangan? Jawabannya ada di bawah ini.

 

3 dari 4 halaman

Gaya Bermain

Borussia Dortmund Pesta Gol ke Gawang Schalke 04
Para pemain Borussia Dortmund merayakan gol yang dicetak oleh Raphael Guerreiro ke gawang Schalke 04 pada laga Bundesliga di Stadion Signal Iduna Park, Sabtu (16/5/2020). Dortmund menang 4-0 atas Schalke 04. (AP/Martin Meissner)

Michael Zorc, direktur olahraga Dortmund saat ini, pernah mengatakan bahwa Raphael Guerreiro adalah pemain teknikal-serba bisa yang betah ditugaskan di berbagai macam posisi. Di manapun ia diposisikan, Guerreiro selalu punya visi untuk mencetak gol, terbukti dengan dua golnya ketika BVB melumat Schalke Sabtu lalu dengan skor 4-0.

Bertenaga, punya skill close-control yang hampir mendekati Messi – di mana ia mengontrol bola agar selalu dekat dengan kakinya- juga kemampuan tendangan bebasnya yang sangat membahayakan. Pemain berumur 26 tahun itu juga tenang dalam penguasaan bola dan punya mental kuat saat dalam tekanan lawan.

Berbekal umpan akurat dan cenderung melakukan umpan-umpan pendek dalam membangun penyerangan, walau tak bisa dipungkiri juga ia punya umpan lambung akurat lintas-sisi seperti yang ia lakukan dalam banyak pertandingan, salah satunya ketika melawan Schalke kemarin. Bersama Dortmund musim ini, gelandang kelahiran Le Blanc-Mesnil tersebut telah bermain sebanyak 21 kali, dengan perolehan 7 gol dan 3 assist.

Sumber: Bundesliga

Disadur dari: Bola.net (Serafin Unus Pasi, published 22/5/2020)

4 dari 4 halaman

Video

Lanjutkan Membaca ↓
Antoine Griezmann dan 4 Bintang Sepak Bola yang Belum Raih Gelar Liga