12 Skandal Terbesar di Dunia Sepak Bola Internasional yang Memalukan

Oleh Ario Yosia pada 12 Jun 2020, 08:50 WIB
Diperbarui 12 Jun 2020, 08:50 WIB
Wayne Rooney
Mantan kapten Inggris, Wayne Rooney memberikan keterangan selama konferensi pers di Stadion Pride Park, pinggiran kota Derby, Selasa (6/8/2019). Mantan striker Manchester United itu resmi bergabung dengan klub kasta kedua Liga Inggris, Derby County sebagai pemain-pelatih. (Darren STAPLES / AFP)

Bola.com, Jakarta - Dunia sepak bola memiliki daya tarik tersendiri bagi setiap penggemarnya. Gol-gol indah, permainan tim yang mengesankan, ataupun skill para pemain yang mengagumkan mampu memberikan nilai plus di mata para penonton.

Hal lain yang tak kalah menarik perhatian adalah peristiwa skandal di luar lapangan.

Tak jarang kehidupan persepak bolaan dunia diwarnai oleh skandal yang melibatkan sejumlah pemain ataupun klub ternama.

Perselingkuhan mendominasi sejumlah kasus-kasus tersebut.

Berikut ini 10 besar skandal yang pernah terjadi dalam sejarah sepak bola dunia:

2 dari 14 halaman

Perselingkuhan Ryan Giggs

Ryan Giggs
Eks bintang MU Ryan Giggs dan Ole Gunnar Solskjaer. (AFP/Paul Ellis)

Nama besar Ryan Giggs selama bersama Manchester United sempat tercoreng akibat perselingkuhan yang dilakukannya. Bintang asal Wales tersebut melakukan perselingkuhan dengan salah seorang bintang televisi terkenal, Imogen Thomas.

Pria yang sudah memiliki istri dan anak ini bahkan sempat mengecam media massa untuk menghentikan publikasi tentang kasusnya tersebut.

Banyak pihak termasuk para pendukung The Red Devils menyesalkan tindakannya tersebut. Terlebih kejadian itu terjadi sebelum United menjalani partai final Liga Champions menghadapi Barcelona.

3 dari 14 halaman

Kasus Judi Wayne Rooney

Crystal Palace Vs Derby County
Gelandang Derby County, Wayne Rooney, memberikan instruksi saat melawan Crystal Palace pada laga Piala FA di Stadion Selhurst Park, London, Minggu (5/1). Palace kalah 0-1 dari Derby. (AFP/Ian Kington)

Perjudian kerap dikaitkan dengan dunia sepakbola. Taruhan atas suatu pertandingan kerap membuat orang terjebak dalam dunia perjudian. Kali ini kejadian tersebut menimpa ayah dan paman dari Wayne Rooney. Mereka berdua terlibat dalam skandal pengaturan skor antara klub Motherwell dan Hearts.

Kasus penyelidikan dimulai ketika muncul kecurigaan pihak berwajib terhadap kartu merah yang diterima Steve Jennings dalam pertandingan. Gelandang Motherwell tersebut langsung dicerca dengan banyak pertanyaan dalam penyelidikannya tersebut.

Wayne Rooney awalnya mengaku tak terbebani atas kasus tersebut. Ia tetap menjalankan kewajibannya untuk membela the Three Lions dalam lanjutan kualifikasi Piala Eropa 2012.

Sayangnya emosinya masih tidak stabil karena dalam pertandingan melawan Montenegro tersebut ia dengan sengaja menendang kaki salah seorang pemain lawan. Tindakannya membuatnya mendapat kartu merah dan harus absen di babak grup putaran final Euro 2012.

4 dari 14 halaman

Perselingkuhan Franz Beckenbauer

Franz Beckenbauer
Franz Beckenbauer (THORSTEN WAGNER / DPA / AFP)

Salah seorang legenda sepakbola dunia yang berasal dari Jerman, Franz Beckenbauer ternyata juga pernah memiliki cacat dalam karirnya. Gaya permainannya yang unik membuatnya memiliki banyak penggemar namun banyak juga publik yang menyayangkan kasus percintaannya.

Pada tahun 1963 di umurnya yang masih 18 tahun ia menghamili kekasihnya namun menolak untuk menikahinya. Kelakuannya ini membuat dirinya sempat dikeluarkan dari tim muda Jerman. Ia akhirnya bisa bergabung lagi dengan timnya dengan syarat harus tidur satu kamar dengan pelatihnya.

Pada tahun 2000 Beckenbauer sempat meminta maaf kepada istri keduanya, Sybille karena telah menghamili selingkuhannya. Sayangnya permintaan maaf ini pada akhirnya hanya sia-sia belaka. Tiga tahun kemudian ia meninggalkan istri keduanya untuk menikahi selingkuhannya yang bernama, Heidi Burmester.

5 dari 14 halaman

Skandal Calciopoli

Pavel Nedved dan Alessandro Del Piero.
Pavel Nedved dan Alessandro Del Piero merupakan dua pemain yang setia bertahan di Juventus, meski timnya terdegradasi ke Serie B 2006-2007 akibat skandal Calciopoli. (AFP/GIUSEPPE CACACE)

Skandal Calciopoli pada tahun 2006 ini menghentakkan tanah Italia. Nama baik liga Serie A tercoreng karena ulah sejumlah klub besar. Ditengarai klub-klub kaya tersebut menggunakan kekuasaannya untuk mempengaruhi keputusan wasit di pertandingan.

Kasus ini menyeret sejumlah nama klub besar seperti Juventus dan AC Milan. Bianconeri mendapat sanksi paling besar karena harus menerima kenyataan kehilangan scudetto yang direbutnya pada tahun 2005 dan 2006. Klub asal kota Turin ini juga harus turun ke Serie B.

6 dari 14 halaman

Pesta Seks Ronaldo

Messi Pimpim Daftar Peraih Ballon d'Or Terbanyak
Ronaldo Nazario meraih dua kali Ballon d'Or yaitu pada tahun 1997 dan 2002. (AFP Photo/ Nelson Almeida)

Ronaldo merupakan salah satu legenda besar di dunia persepa kbolaan. Sayangnya namanya kian meredup di penghujung karirnya. Kejadian yang makin membuat pamornya makin turun adalah ketika ia menyewa tiga orang perempuan panggilan yang ternyata adalah seorang transeksual.

Para transeksual tersebut juga sempat mengancam Ronaldo supaya memberi uang suap agar mereka tak membeberkan kejadian tersebut ke media massa. Belakangan diketahui kalau Ronaldo sendiri sebetulnya sudah tahu sejak awal bahwa mereka adalah transeksual. Hal yang kian menambah buruk adalah mereka juga mengaku turut mengadakan pesta kokain bersama mantan pemain tim nasional Brazil tersebut.

7 dari 14 halaman

10 Wanita Simpanan Rio Ferdinand

Kate Ferdinand
Kate Ferdinand memberi semangat baru dalam hidup mantan bek MU, Rio Ferdinand (Instagram)

Rio Ferdinand merupakan seorang pemain bertahan tangguh di tim nasional Inggris dan Manchester United. Ketangguhannya tersebut tak diikuti ketangguhannya dalam menjaga biduk pernikahan rumahtangganya. Ferdinand telah memiliki seorang istri dan anak namun ia melakukan perselingkuhan sebanyak 10 kali dengan wanita lain.

Ferdinand mengaku sangat terganggu dengan pemberitaan media massa tersebut. Ia bahkan akhirnya menuntut koran Sunday Mirror. Tuntutannya ini karena ia menganggap koran tersebut telah melanggar privasinya.

8 dari 14 halaman

John Terry Tiduri Istri Wayne Bridge

Chelsea, John Terry, Premiere League
Kapten Chelsea, John Terry, memeluk anak dan istrinya usai laga melawan Sunderland di Stamford Bridge, Minggu (21/5/2017). Terry resmi mengakhiri kiprahnya selama 22 tahun di Chelsea. (AP/Frank Augstein)

Persahabatan tampaknya tak cukup untuk menghapus niat buruk dari seseorang. John Terry sebelumnya bersahabat akrab dengan mantan rekannya di Chelsea, Wayne Bridge. Sayangnya keakraban antara mereka berdua retak ketika Terry diduga kuat menjalin hubungan gelap dengan istri dari Bridge, Vanessa Perroncel.

Tindakan Terry ini membuat dirinya mendapat kritikan keras dari berbagai pihak. Ia juga harus kehilangan jabatannya sebagai kapten di tim The Three Lions. Bridge sendiri menolak untuk bermain satu tim lagi dengan kapten Chelsea tersebut. Ia bahkan sempat menolak untuk bersalaman ketika bertemu lagi dengan Terry setelah kasus tersebut terungkap.

9 dari 14 halaman

Kasus Prostitusi Timnas Prancis

FOTO: Dengan Jersey Nomor 7, Franck Ribery Sapa Suporter Fiorentina
Rekrutan baru Fiorentina, Franck Ribery, menyapa suporter saat sesi perkenalan di Stadion Artemio Franchi, Florence, Kamis (22/8). Gelandang asal Prancis ini didatangkan secara gratis dari Bayern Munchen. (AFP/Andreas Solaro)

Tim nasional Perancis sempat mengalami peristiwa memalukan atas kasus prostitusi yang menimpa tiga pemain andalannya yaitu Franck Ribery, Karim Benzema, dan Sidney Govou. Ketiganya dituduh telah melakukan pelanggaran hukum dengan menyewa seorang prostitusi di bawah umur bernama Zahia Dehar.

Dehar saat itu masih berusia 18 tahun. Ketiga pemain Les Blues tersebut mengaku sama sekali tak tahu usia gadis tersebut. Kabar terakhir menyatakan bahwa Dehar sendiri mengaku terkejut atas kasus yang menimpa mereka. Hal ini karena ia mengaku diperlakukan dengan sangat baik selama bersama mereka.

10 dari 14 halaman

Kiper Flamengo Bunuh Pacar

Flamengo Bersiap Hadapi Liverpool di Final Piala Dunia Antarklub 2019
Para pemain Flamengo melakukan pemansan selama sesi latihan tim di Doha, Qatar (19/12/2019). Flamengo lolos ke final final Piala Dunia Antarklub 2019 setelah menang dengan skor 3-1 atas Al Hilal. (AP Photo/Hassan Ammar)

Kehebatan prestasi seorang pemain sepak bola dapat hilang dalam sekejap mata. Ungkapan ini tepat untuk menggambarkan peristiwa yang dialami oleh Bruno Fernandes.

Kiper Flamengo ini sebelumnya merupakan salah satu pemain sepak bola berbakat yang diminati banyak klub Eropa. Sayangnya karirnya akhirnya terhenti setelah ia melakukan kasus pembunuhan terhadap mantan kekasihnya, Eliza Samudio.

Kasus tersebut bermula dari hamilnya Samudio. Fernandes yang merupakan ayah dari bayi tersebut menolak untuk bertanggung jawab atas perbuatannya sementara Samudio ingin tetap menjaga kandungannya.

Sifat keras dari Fernandes akhirnya membuatnya bekerjasama dengan seorang pensiunan polisi Brazil untuk menghabisi nyawa Samudio.

11 dari 14 halaman

Penembakan Andres Escobar

Mengenang Andres Escobar
Mengenang Andres Escobar (AFP/Mike Nelson)

Dunia sepakbola mengalami duka besar ketika salah seorang pemain sepakbola Kolombia, Andres Escobar tewas secara tragis. Kejadian yang terjadi pada bulan Juli 1994 bermula dari gol bunuh diri yang dilakukan Escobar pada Piala Dunia 1994. Gol ini membuat timnya langsung tersingkir dari ajang 4 tahunan tersebut.

Besar dugaan bahwa ia tewas dibunuh oleh para pedagang narkoba di Kolombia. Penjahat-penjahat tersebut  diduga mengalami kerugian besar dari perjudian setelah tim kesayangan mereka kalah. Escobar akhirnya harus menanggung luapan kemarahan mereka dan pergi meninggalkan dunia untuk selamanya.

12 dari 14 halaman

Kasus Doping Maradona

Maradona Pertanyakan Gelar Pemain Terbaik Milik Messi
Legenda Argentina itu menilai Messi tak pantas meraih gelar pemain terbaik Piala Dunia. (AFP/Daniel Garcia)

Diego Armando Maradona tidak hanya harus pulang lebih cepat dari arena Piala Dunia 1994, salah satu bintang lapangan hijau itu juga mendapat skors selama 15 bulan dari FIFA setelah terbukti mengkonsumsi doping.

Kasus doping yang dialami Maradona menjadi catatan kelam sepak bola dunia. Terlebih, Maradona dikenal sebagai seorang pemain berbakat dan dilabeli sebagai salah satu pesepakbola terbaik di masanya.

Di Piala Dunia 1994, Maradona mencetak satu gol ketika Argentina mengalahkan Yunani dengan skor 4-0. Mantan pemain Barcelona itu juga membuat assist ketika Tim Tango menang 2-1 atas Nigeria.

Setelah laga menghadapi Nigeria, Maradona diminta menjalani serangkaian tes doping. Hasilnya Maradona terbukti positif mengkonsumsi efedrin, salah satu obat yang dilarang FIFA.

Efedrin adalah obat yang bisa membantu mengatasi masalah pernapasan sekaligus meningkatkan performa dan kinerja. Selain itu, efedrin juga disebut bisa membantu menurunkan berat badan, masalah yang dialami Maradona kala itu.

Maradona yang terbukti menggunakan doping kemudian diusir dari arena Piala Dunia 1994. Ia harus angkat kaki lebih cepat dari Amerika Serikat dari teman-temannya.

Pada Kamis sore, 30 Juni 1994, Maradona mengungkapkan bahwa ia telah dipermainkan oleh FIFA. Ia mendapatkan hukuman 15 bulan tidak boleh main dan tampil di ajang sepak bola apapun.

13 dari 14 halaman

Korupsi Michel Platini

Michel Platini
Mantan Presiden UEFA, Michel Platini, ditangkap karena terindikasi korupsi dan suap pemilihan tuan rumah Piala Dunia 2022 (Valery HACHE / AFP)

Pengadilan etik kasus korupsi FIFA menetapkan hukuman skorsing terhadap Sepp Blatter dan Michel Platini selama delapan tahun karena mereka dinilai telah menyalahgunakan wewenang terkait pembayaran dua juta franc Swiss.

Keduanya, diskorsing dari seluruh kegiatan sepak bola.

Blatter, Presiden FIFA sejak 1998, juga didenda 50 ribu franc Swiss (sekitar Rp700 juta). Sedangkan Platini, ketua badan sepak bola Eropa dan wakil ketua FIFA, didenda 80 ribu franc Swiss.

Pengadilan etik FIFA dalam sebuah pernyataan menyebutkan bahwa keduanya telah menyalahgunakan wewenangnya dan ada konflik kepentingan.

FIFA menyorot pada pembayaran sebesar dua juta franc Swiss oleh Blatter terhadap Platini pada 2011. Pembayaran itu disebutkan untuk tugas sebagai konsultan pada 199-2002

Pengadilan etik FIFA menyebut bahwa tidak basis hukum untuk pembayaraan itu yang hanya berdasarkan kesepakatan lisan antara dua pejabat itu pada Agustus 1999.

"Tidak ada pernyataan tertulis atau bukti hukum lainnya pada pembayaran yang dilakukan Blatter itu," demikian pernyataan FIFA.

Pengadilan menunjukkan bahwa tindakan Blatter melanggar etika, tidak menghormati hukum dan peraturan, serta merupakan penyalahgunaan kekuasaan sebagai ketua FIFA. Sedangkan Platini juga terbukti terlibat dalam konflik kepentingan.

Hakim bahkan lebih memberatkan legenda sepak bola Prancis itu dibanding Blatter.

"Platini gagal bersikap sesuai kredibiltas dan integritas, tidak mempedulikan tugas dan tanggung jawabnya," kata FIFA.

Sumber: Berbagai sumber

14 dari 14 halaman

Video

Lanjutkan Membaca ↓
Wawancara Eksklusif Eko Yuli Irawan