Maurizio Sarri Pusing Kepala Barbie: Juventus, Ada Apa Denganmu?

Oleh Ario Yosia pada 17 Jul 2020, 11:10 WIB
Diperbarui 17 Jul 2020, 11:10 WIB
Juventus - Parade Bintang Juventus
Juventus - Parade Bintang Juventus (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Jakarta - Performa buruk Juventus berlanjut pada pekan ke-33 Serie A musim 2019-2020. Kini, Si Nyonya Tua sudah melewatkan tiga laga beruntun tanpa meraih kemenangan. Ada apa dengan Juventus, kok mendadak loyo?

Performa kurang impresif Juventus sudah nampak setelah lockdown. Dua laga Coppa Italia dimainkan, Juventus tak mampu mencetak gol lawan AC Milan dan Napoli. Gelar juara pun melayang.

Setelah itu, performa Juventus mulai membaik. Maurizio Sarri mampu membawa Juventus meraih empat kemenangan beruntun. Juventus pun makin kokoh di puncak klasemen Serie A, apalagi tim pesaing juga tampil buruk.

Namun, laga melawan AC Milan menjadi awal petaka bagi klub asal Turin. Juventus sempat unggul dengan skor 2-0, tetapi kalah dengan skor 4-2 pada laga di San Siro. Setelah itu, segalanya berjalan sulit bagi sang juara bertahan.

2 dari 5 halaman

Tren Negatif

Sassuolo, Juventus, Serie A
Pemain Sassuolo, Francesco Caputo merayakan gol ke gawang Juventus pada laga Serie A di Stadion Mapei, Rabu (15/7/2020). Kedua tim bermain imbang 3-3. (Massimo Paolone/LaPresse via AP)

Setelah kalah dari Milan, Juventus harus berjumpa Atalanta. Lawan yang dihadapi adalah tim yang sedang onfire. Juventus kesulitan meladeni permainan agresif La Dea. Juventus pun harus puas dengan skor imbang 2-2 di Allianz Stadium.

Juventus bisa dibilang beruntung. Mereka mendapat dua gol penalti yang keduanya dieksekusi Cristiano Ronaldo. Satu penalti terjadi pada menit akhir babak kedua.

Setelah itu, Juventus berjumpa Sassuolo di Mapei Stadium, Kamis (16/7/2020) dini hari WIB. Juventus sempat unggul 1-0 dari gol Danilo dan Gonzalo Higuain, tetapi Sassuolo membalikkan kedudukan menjadi 3-2. Juventus hampir mengalami tragedi seperti saat berjumpa Milan.

Namun, Juventus punya Alex Sandro yang membuat laga berakhir dengan skor 3-3.

3 dari 5 halaman

Statistik Jelek

Sassuolo Vs Juventus
Sassuolo Vs Juventus (AFP/ Marco Bertolerro)

Juventus hanya mendapat dua poin dari tiga laga terakhirnya. Dari tiga laga itu, ada satu hal yang sangat menonjol: buruknya lini belakang Juventus. Bayangkan, Si Nyonya Tua harus kebobolan sembilan gol.

Ya, sembilan gol!

Pada laga melawan Milan, absennya Mattijhs de Ligt dianggap sebagai faktor yang membuat Juventus tampil buruk. Daniele Rugani sebagai pengganti tidak tampil bagus. De Ligt kembali di laga melawan Atalanta, tetapi Juventus tetap kebobolan.

Saat berjumpa Sassuolo, De Ligt berduet dengan Giorgio Chiellini, kemudian diganti Rugani pada babak kedua. Juventus tetap tampil buruk. Kebobolan tiga gol. Performa lini belakang Juventus pantas mendapat kritik tajam.

Dikutip dari Opta, Wojciech Szczesny harus membuat tujuh penyelamatan di laga melawan Sassuolo. Itu tidak pernah terjadi sejak Gianluigi Buffon melakukan penyelamatan dengan jumlah yang sama di laga melawan Milan pada 2014 lalu.

Tugas berat bagi Maurizio Sarri adalah memperbaiki lini belakang.

4 dari 5 halaman

Bahaya buat Liga Champions

Ronaldo dan Pjanic Bawa Juventus Menang Tipis Atas Bologna
Pelatih Juventus, Maurizio Sarri menginstruksikan pemainnya saat bertanding melawan Bologna pada pertandingan lanjutan Liga Serie A Italia di stadion Allianz, Turin (19/10/2019). Juventus menang tipis atas Bologna 2-1. (AFP Photo/Marco Bertorello)

Maurizio Sarri sebagai pelatih Juventus sadar betul ada masalah di tim asuhannya.

"Semua tim bisa berbahaya jika Anda membiarkan mereka mengalirkan bola dengan bebas di sepertiga lapangan terakhir," katanya.

"Dalam beberapa momen, saya merasa tim ini punya potensi luar biasa. Pada momen lain, tim ini membuat Anda bingung karena membiarkan lawan memasuki kotak penalti dengan terlalu mudah," timpalnya lagi.

"Kami perlu menemukan keseimbangan yang tepat dan hal itu tidak mudah," ujar Sarri lagi.

Beruntung bagi Juventus, ketika mereka mengalami kesulitan seperti ini, para rival terdekat juga dalam posisi yang tak lebih baik.

Lazio tidak pernah menang dalam 4 laga terakhir di Liga Italia sementara Inter Milan baru menang lagi setelah gagal meraih poin penuh dalam dua pertandingan sebelumnya.

Peluang Juventus menjadi juara Liga Italia masih sangat besar mengingat mereka masih unggul 7 poin bersih dari tim peringkat 2.

Namun, problem ini bisa berakibat fatal jika masih terjadi saat Juventus bermain dalam Liga Champions pada Agustus mendatang. Kalau bisa melewati Olympique Lyon di babak 16 besar, lawan-lawan mapan macam Real Madrid atau Manchester City bakal jadi ganjalan Si Nyonya Tua. Setuju?

Sumber asli: Opta

Disadur dari: Bola.net (Asad Arifin, Published 16/7/2020)

5 dari 5 halaman

Video

Lanjutkan Membaca ↓