Presiden UEFA: Penonton Boleh Masuk Stadion Lagi Secepatnya

Oleh Gregah Nurikhsani pada 22 Jul 2020, 10:15 WIB
Diperbarui 22 Jul 2020, 10:15 WIB
Liverpool Petik Kemenangan 3-0 atas Sydney FC
Fans dan pendukung Liverpool FC bernyanyi sebelum pertandingan persahabatan dimulai di Sydney, Australia (24/5). Dalam pertandingan ini Liverpool FC menang 3-0 atas Sydney FC. (AP Photo / Rick Rycroft)

Bola.com, Jakarta - Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, buka suara terkait kapan penonton bisa mendatangi stadion tempat berlangsungnya pertandingan sepak bola. Ia berharap hal itu bisa terwujud dalam waktu dekat.

Sampai saat ini, belum diketahui sampai kapan stadion harus kosong karena pandemi virus corona. Padahal, periode akhir musim ini seharusnya menjadi momen sibuk buat liga-liga di Eropa.

Beberapa liga, termasuk Bundesliga dan La Liga Spanyol telah berakhir. Serie A dan Premier League tinggal menyisakan beberapa pekan saja.

Berikutnya, ada Liga Champions dan Liga Europa yang tengah mendekati partai puncak. Pertanyaannya, apakah penonton sudah bisa hadir pada Agustus nanti?

"Dalam beberapa bulan terakhir, banyak ketidakjelasan buat semua orang. Kerja keras kami berbuah hasil dengan berlanjutnya lagi sepak bola di Eropa," kata Ceferin dilansir dari laman resmi UEFA.

"Banyak ketidakjelasan, banyak pula yang dikorbankan. Mayoritas liga top sudah memutuskan untuk mengakhiri kompetisi sebelum Juni, lalu Liga Champions dan Liga Europa pada Agustus."

"Penonton bisa kembali hadir di stadion (pada Liga Champions dan Liga Europa) bakal jadi perasaan luar biasa buat mereka dan kita semua. Saya optimistis, penonton bisa hadir dalam waktu dekat, secepatnya," ujarnya lagi.

 

2 dari 3 halaman

Keputusan Fundamental

Piala Eropa 2020 Ditunda karena Pandemi Virus Corona
Logo Piala Eropa 2020 terlihat di sebelah pintu masuk Markas UEFA, Nyon, Swiss, Selasa (17/3/2020). Pengunduran Piala Eropa 2020 diambil berdasarkan rapat UEFA yang digelar melalui konferensi jarak jauh. (Jean-Christophe Bott/Keystone via AP)

Ceferin kemudian menambahkan, keputusannya menunda Piala Eropa 2020 menjadi 2021 adalah momen kunci keberhasilan UEFA menyelesaikan banyak liga-liga di Benua Biru.

Menurutnya, meski ini keputusan berat, semua pihak harus bisa menerima kenyataan. Sebab, yang terpenting adalah kesehatan semua orang.

"Saya melihat keputusan untuk menunda Piala Eropa 2020 adalah momen penting. Ini bukan keputusan mudah," katanya lagi.

"Tapi saya yakin, kita akan kembali dalam kondisi yang lebih kuat. Sepak bola menunjukkan bahwa ini bukan soal persatuan dan solidaritas saja, tapi juga kebersamaan dan saling menghormati," katanya lagi.

Sumber: UEFA

3 dari 3 halaman

Video

Lanjutkan Membaca ↓